Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 25 : Libur



Byanca tersenyum ketika bangun didalam pelukan Adelard, Adelard yang menyadari Byanca sudah bangun langsung menyuruh Byanca untuk kembali tidur.


“Masih pagi sayang, tidurlah lagi,” ujar Adelard membuat Byanca langsung memejamkan matanya. Weekend begini digunakan oleh Adelard untuk terus bersama Byanca tentu saja sambil beristirahat. Alasan mengapa Adelard bekerja hingga larut adalah agar weekend nya tidak terganggu oleh pekerjaan.


Beberapa menit kemudian Byanca membuka matanya membuat Adelard juga membuka matanya.


“Ada apa hm?” tanya Adelard lembut sambil menyingkirkan rambut-rambut halus yang menghalangi wajah cantik Byanca.


“Aku ingin ke pantai,” ujar Byanca membuat Adelard tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


“Kita akan ke pantai, tapi sekarang ayo kita kembali tidur sayang.” Adelard membawa Byanca masuk kedalam pelukan hangatnya.


“Janji.”


“Aku berjanji sayang.”


Byanca tersenyum lalu kembali tidur didalam pelukan Adelard,


Sore harinya Byanca dan Adelard benar-benar ke pantai, Byanca sangat menyukai pantai lebih tepatnya Byanca suka bermain air. Byanca juga menyukai matahari tenggelam. Kesukaan pada pantai selain karena keindahannya air laut, serta mendengar deburan ombak, Byanca dapat melihat matahari tenggelam.


“Ingin bermain air?” tanya Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya, dengan cepat Adelard menggendong Byanca dan membawanya ke pantai.


“Kya!”


Mereka berenang dan bermain ombak bersama, Byanca berada di dalam gendongan Adelard.


Setelah puas bermain air mereka duduk di tepian pantai sambil memandang matahari yang perlahan menghilang.


Hari ini mereka menginap di hotel milik Adelard yang lokasinya di dekat pantai, mereka tidak langsung pulang. Mereka akan menghabiskan weekend untuk mereka berdua.


Sama hal nya dengan Adelard dan Byanca sekarang Angel dan Mark juga sedang menikmati libur mereka.


Angel dan Mark mereka pergi melihat festival di tengah kota, sangat meriah membuat Angel menyukainya.


“Kau suka baby?” tanya Mark membuat Angel menganggukan kepalanya.


“Suka sekali,” jawab Angel membuat Mark membawa Angel mendekat ke arahnya, festival sangat ramai dan Mark tidak ingin kehilangan Angel.


Mereka menikmati festival dengan baik, mereka berkeliling mencari kuliner untuk memanjakan lidah hingga perut mereka tidak bisa menampung makanan lagi.


Hari ini Angel bahagia sekali karena ia dan Mark bisa menghabiskan waktu bersama. Begitu juga dengan Mark, ia sangat bahagia hari ini karena Angel disampingnya.


*


Hari ini Byanca kedatangan klien penting yang datang atas rekomendasi dari Bryan sahabat Adelard. Mereka berjanji akan bertemu di cafe dekat butik Byanca.


“Selamat siang, Nona Byanca?” seseorang datang padanya membuat Byanca menganggukan kepalanya.


“Selamat siang, Nona Stella. Silahkan duduk.”


“Maaf aku terlambat, jalanan sangat macet,” jelas Stella membuat Byanca mengembangkan senyum cantiknya.


“Tidak masalah Nona Stella, aku juga baru sampai.”


“Mari bicara biasa saja, bisakah kita begitu Nona Byanca?”


“Kalau mau bicara santai kau harus menghilangkan kata ‘Nona’ itu Stella,” ujar Byanca membuat Stella tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“Aku ingin kau membuatkan aku gaun pertunanganku dengan Bryan,” jelas Stella lalu memberi tahu bagaimana detail nya pada Byanca.


“Baiklah, aku akan merancangnya. Jika sudah selesai aku akan memberitahumu, kau juga bisa memberitahuku jika kau tidak puas karena aku akan membuatkan gaun untukmu hingga sempurna.” Byanca sudah selesai mencatat gaun yang diinginkan oleh Stella.


“Terima kasih.”


“Sama-sama Stella.”


Setelah pembicaraan gaun selesai mereka menikmati teh dengan cemilan, mereka mengobrol dan sepertinya mereka sudah akrab satu sama lain walaupun baru bertemu untuk pertama kalinya. Stella yang humble dan Byanca yang membuka diri untuk berteman.


“Jadi kapan pertunanganmu dilakukan?” tanya Byanca membuat Stella meletakan cangkirnya diatas meja.


“Tentu saja, aku ingin melihat karyaku yang mewah ketika kau kenakan. Dan aku akan memastikan tidak ada satupun pandangan yang memalingkan wajah.” Byanca bicara serius namun membuat Stella tertawa, ia senang Byanca mengatakan hal itu.


“Kau yang terbaik.”


“Omong-omong By, bisakah kita menjadi teman?” tanya Stella dengan ragu.


“Tentu saja, bukankah sekarang kita sudah berteman?” Byanca menjawab membuat Stella mengangguk senang.


“Kau tahu, sebelum hari pertunanganku. Aku harus menyelesaikan kontrak kerjaku, setelah bertunangan aku akan berhenti bekerja.”


“Kenapa berhenti bekerja?” tanya Byanca mengerutkan keningnya bingung.


“Aku model By, aku tidak bisa menolak jenis pemontrean yang bagaimana dan dengan siapa akan melakukan pemotretan. Bryan pria itu cemburuan sekali, lalu aku berjanji akan berhenti bekerja setelah kami ada ikatan yang jelas. Mangkanya Bryan melamarnya, setelah dua bulan bertunangan kami akan melangsungkan pernikahan,” jelas Stella panjang lebar.


“Tentu saja aku akan memesan gaun pernikahan padamu lagi, By,” ujar Stella sambil terkekeh pelan.


“Akan ku tunggu, setelah berhenti bekerja apa yang akan kau lakukan?”


“Menghabiskan uang hasil kerja kerasku selama ini, lalu menghambur-hamburkan uang suamiku. Apalagi, kapan lagi aku bebas tanpa memikirkan uang,” jawab Stella sambil tertawa.


“Sepertinya kita akan jarang bertemu hingga pertunganku, aku bahkan tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun perusahaan Bryan,” ujar Stella dengan wajah murung.


“Cepat selesaikan pekerjaanmu, setelah itu kita akan sering bertemu dan aku akan mengenalkanmu pada temanku agar ramai dan bisa bergosip bersama.”


“Aku tidak sabar menantikan itu By.”


“Nona Stella, sebentar lagi anda memiliki jadwal pemotretan,” ujar manager Stella datang pada mereka.


“By, terima kasih. Sampai jumpa lagi ya,” ujar Stella sambil tersenyum.


“Aku akan menghubungimu segera.”


Setelah Stella pergi, Byanca juga pulang. Ia sudah tidak memiliki jadwal lagi, Byanca menyerahkan tugasnya pada Sekar, sekretarisnya.


Omong-omong mengenai Stella, Byanca akan mengenalkannya pada Angel. Mereka bisa berkumpul bertiga sambil bergosip dan mempercantik diri atau mereka bisa mengobrol tentang apapun ketika mereka sedang bertiga.


“Selamat datang Nona, Tuan Adelard sudah menunggu di ruang makan,” ujar pelayan menyambut kedatangannya.


Byanca langsung berjalan ke dapur untuk menemui Adelard dan makan siang bersama.


“Baby, kemarilah,” ujar Adelard lalu memeluk perut Byanca.


“Aku merindukanmu.”


Byanca memutar bola matanya dengan malas, pria ini benar-benar menggemaskan sekali.


“Kita baru saja bertemu tadi pagi dan kita bertemu setiap harinya, apa yang membuatmu begitu merindukanku, hm?”


“Tidak tahu, yang aku tahu aku sudah merindukanmu.”


“Manisnya mulut ini,” ujar Byanca lalu duduk disamping Adelard.


“Mulut manis ini hanya untukmu sayang.”


“Menembus jantungku,” ujar Byanca sambil memegang dadanya.


Mereka makan siang bersama, sesekali Adelard membuat gombalan yang dilayani dengan baik oleh Byanca.


Setelah makan siang, Byanca memutuskan untuk tidur siang sedangkan Adelard kembali bekerja. Sekarang tampaknya kantor utama Adelard sudah pindah ke mansion.


“Mark, tolong katakan pada Ana. Meeting dengan Mr Wilson dimajukan sore ini.”


“Baik Tuan.”


Adelard harus selesai bekerja tetap waktu agar ia bisa menghabiskan waktu dengan wanitanya.