Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 13 : Wisuda



Adelard memanggil MUA terkenal untuk merias Byanca, hari ini adalah hari spesial Byanca.


“Kau semakin cantik By, aku ingin memakanmu sekarang.” Adelard berjalan mendekat kearah Byanca.


“Jangan coba-coba, awas saja kau menghancurkan acara wisudaku,” ancam Byanca membuat Adelard terkekeh lalu menjauh dari Byanca. Sedangkan MUA dan asistennya diangkat seperti tidak ada oleh mereka berdua.


“Nona sangat cantik,” ujar MUA membuat Byanca tersenyum cerah. Byanca akui bahwa dirinya memang cantik karena itu adalah daya tariknya,


Sekarang Byanca sedang di acara wisudanya, tidak hanya Adelard, Mr Maxwel, Mrs Maxwel, Angel dan juga Mark datang ke wisudanya.


Byanca merasa tersentuh, Byanca pikir ia tidak ada orang yang akan datang ke wisudanya. Byanca sudah tidak memiliki keluarga tapi keluarga Adelard sangat menyayanginya. Byanca sangat bersyukur atas perhatian yang ia terima dari keluarga Adelard.


Byanca melihat keluarga Bibinya dan Karin, mereka bahkan tidak melihat Byanca. Byanca tidak mengharapkan itu, toh sebentar lagi Byanca akan mengambil semua haknya.


“Sweety, selamat atas wisudamu.” Mrs Maxwel memberinya hadiah.


“Terima kasih Mom” ujar Byanca memeluk Mrs Maxwel, ia menangis terharu.


“Jangan menangis sayang, makeup mu luntur,” ujar Mrs Maxwel tersenyum lembut pada Byanca.


“Selamat wisuda By,” ujar Mr Maxwel yang menyempatkan hadir.


“Terima kasih Dad.”


“By, aku akan sendiri di kampus mulai sekarang. Tapi, aku senang akhirnya kau telah selesai dengan urusan kampus. Membuat iri saja,” ujar Angel membuat Byanca tersenyum lalu memeluk Angel.


“Selamat baby,” ujar Adelard memberikan buket bunga pada Byanca lalu memeluk erat Byanca.


“Sudah ku bilang aku tidak suka bunga,” bisik Byanca membuat Adelard tertawa pelan.


“Hanya formalitas sayang, hadiahnya ada di Mansion,” balas Adelard dengan berbisik.


Byanca dan keluarga Adelard berfoto bersama, rasanya Byanca seperti memiliki keluarga. Membayangkan hubungannya dengan Adelard yang kapanpun bisa berakhir membuat Byanca tidak rela.


Setidaknya Byanca memiliki foto bersama jika memang nanti ia akan ditinggalkan oleh Adelard.


*


Sesuai janji Adelard, hadiah Byanca sudah menunggunya di Mansion milik Adelard. Byanca menerima hadiah dari Adelard dengan senang hati. Adelard memberikan Villa atas nama Byanca.


“Kau suka?”


“Terima kasih, aku suka sekali,” ujar Byanca tersenyum lebar lalu memeluk Adelard.


“Kapan aku bisa melihat Villa?” tanya Byanca


“Kapan pun kau mau, jadi sayang bukankah ucapan terima kasih harus dilakukan dengan benar?” tanya Adelard sambil berbisik ditelinga Byanca. Byanca mengerti dengan sangat, ia mengalungkan tangannya dileher Adelard lalu mencium bibir Adelard yang sudah menjadi candu untuknya.


Adelard tersenyum disela ciuman mereka, Adelard menggendong Byanca tanpa melepaskan ciuman mereka. Adelard membawa Byanca kedalam kamar dan mereka pun bercinta.


*


Sudah sore Byanca bangun dari tidurnya, ia tersenyum ketika melihat Adelard berada di depannya.


“Selamat sore sayang” sapa Adelard membuka matanya lalu mencium kening Byanca.


“Aku lapar,” ujar Byanca membuat Adelard bangun dari tidurnya.


“Ayo mandi sayang, setelah itu kita makan bersama,” ucap Adelard memakan kaos hitamnya.


“Tapi aku sudah sangat lapar, Cetta,” rengek Byanca membuat Adelard tidak tega.


“Baiklah, sekarang pakai pakaianmu lalu kita kebawa makan bersama,” ujar Adelard membuat Byanca langsung memakai pakaiannya di hadapan Adelard.


“Gendong, aku sangat lemas,” pinta Byanca merentangkan tangannya, dengan senang hati Adelard menggendong Byanca seperti menggendong bayi Koala.


Byanca menunggu Koki mansion menyiapkan makanan, selagi menunggu makanan masak Byanca memakan cemilan untuk mengganjal perutnya. Sedangkan Adelard hanya memandangi Byanca yang sedang makan cemilan, bisa-bisanya Byanca makan cemilan sebelum makan. Adelard sangat penasaran kemana semua makanan yang dimakan Byanca ditempatkan di perutnya yang kecil itu.


Setelah makan Byanca mencari Angel, ia akan menonton horor bersama Angel. Byanca akan mati karena bosan jika hanya menunggu Adelard bekerja. Belum lagi Byanca tidak bisa tidur karena ia sudah tidur siang terlalu lama.


*


Hari ini Byanca resmi jadi pengangguran, walaupun tidak ada pekerjaan setidaknya Byanca sudah tidak memikirkan pendidikannya lagi. Sekarang Byanca sedang fokus untuk balas dendam.


Byanca bermalas-malasan, kasurnya begitu posesif tidak ingin Byanca beranjak dari ranjang.


“Sayang, kau harus berolahraga agar badanmu sehat.” Adelard masuk ke kamar dan melihat Byanca masih berada ditempat tidur.


“Satu hari saja aku hanya ingin bermanja-manja dengan kasur,” jawab Byanca membuat Adelard menghampirinya.


“Pekerjaanmu masih banyak?” tanya Byanca membuat Adelard menganggukan kepalanya,


Byanca sangat bosan, Angel kuliah sedangkan Adelard sibuk bekerja. Tidak ada yang bisa Byanca lakukan di mansion Adelard.


“Mau ikut aku bekerja?”


Byanca menggelengkan kepalanya lalu memeluk gulingnya.


“Tidak, cepat pergi saja. Bukankah pekerjaanmu masih banyak,” ujar Byanca membuat Adelard tersenyum lalu mencium kening Byanca.


“Aku kerja dulu, By,”


“Hm.”


Karena hanya tiduran di kasur saja, Byanca merasa bosan. Byanca memutuskan untuk berkeliling Mansion Adelard. Byanca memang sering datang ke Mansion tapi dia tidak pernah berkeliling melihat seluruh Mansion Adelard.


“Nona, anda mau pergi kemana?” tanya Sarah ketika melihat Byanca keluar dari kamar.


“Aku ingin melihat-lihat Mansion.” Byanca menjawab lalu mulai berjalan.


“Saya akan menemani Nona,” ujar Sarah membuat Byanca menganggukan kepalanya.


Menyesal, Byanca menyesal berkeliling Mansion. Kakinya lelah rasanya Byanca tidak sanggup berjalan. Byanca baru mengelilingi lantai satu saja sudah lelah begini, Byanca menyerah berkeliling karena Mansion Adelard sangat luas.


“Bagaimana jika Nona beristirahat di taman, saya akan membawakan minuman dan cemilan,” ujar Sarah membuat Byanca menganggukan kepalanya.


“Terima kasih Sarah.”


Byanca duduk di kursi taman sementara Sarah mengambilkannya minum dan cemilan. Byanca menghirup udara di taman, segar. Harum bunga, Byanca suka.


Taman Mansion Adelard sangat indah membuat Byanca terpana sesaat, rasanya nyaman sekali. Tidak lama kemudian Sarah datang dengan minum dan cemilan.


“Nona cemilan dan minum anda,” ujar Sarah meletakan cemilan dan minum diatas meja.


“Terima kasih Sarah, duduklah.”


“Tidak Nona, saya berdiri saja,” jawab Sarah membuat Byanca kesal.


“Duduklah Sarah, aku tidak biasa dilayani begini.”


“Tapi Nona...,”


“Aku tidak menerima bantahan Sarah, duduk dan ikut makan cemilan bersamaku,” ujar Byanca membuat Sarah duduk dihadapan Byanca.


“Terima kasih Nona.”


“Hm, nikmati cemilanmu Sarah.”


“Baik Nona.”


Awalnya Sarah menduga bahwa Byanca adalah wanita yang kejam, namun setelah beberapa kali melayani Byanca, Sarah jadi mengetahui sisi Byanca yang luar biasa baik luar dalam.


Byanca menikmati cemilannya sambil menatap indahnya taman ditemani oleh Sarah.


“Indah sekali bukan,” ujar Byanca membuat Sarah menganggukan kepalanya.


“Benar Nona, apalagi Tuan sendiri yang membuat taman ini.”


“Cetta?”


“Benar Nona, Tuan yang membuat taman seindah ini,” jawab Sarah membuat Byanca menganggukan kepalanya.


Setelah puas melihat taman Byanca kembali ke Mansion bersama Sarah.