Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 22 : Butik



Byanca kembali ke LA setelah lima hari berada di Paris, Byanca membelikan oleh-oleh untuk keluarga Adelard tentu saja membelinya menggunakan uang Adelard. Karena sekarang Byanca masih belum memiliki penghasilan sendiri.


“Terima kasih, sweety,”ujar Mrs Maxwel sambil memeluk Byanca. Mrs Maxwel mendapatkan tas baru dari dari Byanca sedangkan Mr Maxwel mendapatkan jam tangan.


“Untukku mana?” tanya Angel karena tidak melihat hadiahnya, Angel menatap Byanca dengan pandangan menyedihkan.


“Ini untukmu, jadi jangan lihatkan wajah menyedihkanmu itu,” ujar Byanca memberikan satu koper berisi cemilan dan kue dari Paris.


Mata Angel berbinar melihat berbagai macam cemilan dari Paris, Angel sangat menyukai oleh-oleh yang diberikan oleh Byanca.


“Kau memang yang terbaik, By,” ujar Angel lalu memeluk Byanca erat.


“Aku tahu, sekarang lepaskan pelukanmu. Aku jadi susah bernafas,” ujar Byanca membuat Angel langsung melepaskan pelukannya lalu ia menyegir kuda seperti tidak terjadi apa-apa.


Sisa empat koper lagi yang berisi cemilan, dua koper untuk dibagi-bagikan pada orang-orang yang bekerja di mansion Adelard. Lalu sisa dua koper untuk dirinya sendiri.


Byanca sudah sampai di mansion Adelard dan ia sudah memberikan cemilan pada pelayan, setelah itu Byanca masuk kedalam kamar. Ia langsung membaringkan diri diatas kasur, Byanca lelah selama kurang lebih sebelas jam berada didalam pesawat lalu mampir ke mansion orang tua Adelard untuk membelikan oleh-oleh, sekarang adalah waktunya untuk Byanca istirahat.


“Cetta, kemarilah. Aku ingin memelukmu,” pinta Byanca pada Adelard yang baru saja masuk ke kamar.


Adelard menghampiri Byanca lalu tidur disamping Byanca, tanpa diminta sekalipun Adelard akan tidur memeluk Byanca. Dan bukankan Adelard selalu memeluk Byanca ketika mereka tidur.


Tidak butuh waktu lama Byanca memejamkan matanya didalam pelukan Adelard, begitupun dengan Adelard ia juga memejamkan matanya. Mereka tidur dengan saling berpelukan.


Adelard bangun dari tidur terlebih dahulu dengan perlahan ia bangun tanpa suara agar tidak mengganggu tidur Byanca.


Adelard berjalan menuju kamar mandi, ia harus membersihkan diri lalu kembali bekerja. Pekerjaan Adelard tidak banyak, namun harus dikerjakan jika tidak pekerjaannya akan menumpuk lalu waktunya dengan Byanca akan berkurang.


Karena pekerjaan Adelard sedikit, Adelard membawa pekerjaan ke dalam kamar. Sesekali ia melihat wajah Byanca yang masih tertidur pulas.


“Engh.” Byanca bangun dari tidurnya karena tidak menemukan Adelard disampingnya. Ketika Byanca ingin mencari Adelard, ia menemukan Adelard yang sedang bekerja di sofa kamar. Byanca mengembangkan senyumnya lalu menghampiri Adelard.


“Sudah bangun, hm.” Adelard mencium kening Byanca.


“Kapan kau bangun? Aku tidak menyadarinya sama sekali,” ujar Byanca duduk disamping Adelard.


“Tidurmu sangat nyenyak, By.”


“Aku akan mandi.”


“Hm.” Adelard menjawab dengan deheman lalu Byanca berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


Tidak lama kemudian pekerjaan Adelard selesai, ia menutup laptop dan melepaskan kacamatanya.


*


“Cetta, kau akan membawaku kemana?” tanya Byanca sambil memegang tangan Adelard, pandangannya gelap karena matanya ditutup oleh saputangan.


“Sebentar lagi kau akan tahu, sayang.” Adelard terus membimbing Byanca agar tidak terjatuh.


“Kita sampai,” ujar Adelard berdiri dibelakang Byanca.


“KEJUTAN!” Byanca mendengar teriakan ketika matanya sudah dibuka ia bisa melihat, Mrs Maxwel, Angel, Mark, Sarah, Alex sedang meniup terompet dan menaburkan kertas manik-manik.


“Apa ini?” tanya Byanca bingung karena hari ini bukan hari ulang tahunnya, lalu kejutan untuk apa?


“Hadiah untukmu.”


Hadiah apa lagi yang diberikan oleh Adelard, tapi Byanca tidak memungkiri bahwa semua hadiah yang diberikan Adelard, Byanca suka semuanya.


“Butik ini sekarang milikmu, lalu ini kunci kantormu mulai sekarang.” Adelard memberikan sebuah kunci pada Byanca.


“Kantorku ada dilantai ini juga?” tanya Byanca membuat Adelard menggelengkan kepalanya.


“Kantormu ada di mansion sayang, aku sudah menyiapkannya untukmu,” ujar Adelard membuat Byanca menjadi speechless lalu memeluk erat Adelard.


“Kau suka dengan hadiahnya sayang?” tanya Adelard membuat Byanca langsung menganggukan kepalanya, Byanca sangat suka.


“Terima kasih, aku suka sekali,” jawab Byanca lalu memberikan ciuman untuk Adelard, membuat orang-orang yang disekitar mereka jadi salah tingkah.


Setelah mendapatkan hadiahnya, Byanca kembali ke mansion ia sangat bahagia tapi akhir-akhir ini berat badannya bertambah. Wajar saja berat badan Byanca bertambah karena ia banyak makan cemilan dan kue, belum lagi makanan pokoknya yang banyak.


Adelard tidak melarang Byanca gemuk bahkan Adelard senang jika Byanca sedikit berisi. Pipi cabi Byanca pasti akan sangat menggemaskan, walaupun begitu Byanca tetap tidak mau. Ia harus ideal untuk dirinya sendiri, hidup sehat dan makan yang banyak tentu saja badannya ideal.


Byanca memutuskan untuk berolahraga di ruangan gym yang ada di mansion ini. Sedangkan Adelard, pria itu tidak tahu kemana perginya. Mungkin saja dia sekarang sedang bekerja.


Byanca sudah mengganti pakaian olahraganya.


“Argh, sialan kau Cetta.” Byanca melihat pantulan dirinya di depan cermin, setelah mengganti pakaian olahraga kissmark yang dibuat oleh Adelard sekarang terlihat jelas. Untung saja hanya dirinya sendiri di ruang gym ini, jika tidak masa Byanca harus berolahraga menggunakan pakaian tertutup.


Sebelum ke ruang gym Byanca lebih dulu pergi ke dapur untuk menyiapkan infused water.


*


Keringat Byanca bercuruan, sudah hampir satu jam ia berada di ruang gym dan sepertinya lemaknya banyak yang sudah terbakar.


Terakhir Byanca melakukan gerakan peregangan, setelah itu ia meminum infused waternya.


Byanca segera mandi badannya sangat lengket karena berkeringat setelah olahraga, bersamaan dengan itu Adelard masuk kedalam kamar. Sepertinya pekerjaan Adelard sudah selesai.


“Mandi bersama sayang,” ajak Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya, ia harus balas dendam pada Adelard. Byanca akan membuat kissmark di leher Adelard agar pria itu merasakan penderitaannya yang harus memakai syal atau pakaian yang panjang kerahnya seleher.


Bukannya malu dengan kissmark yang Byanca buat, Adelard malah bangga menampakannya pada orang-orang yang ada di mansion.


“Wanitaku sangat handal membuat ini,” ujar Adelard bangga membuat rencananya gagal total.


Sekarang orang-orang di mansion akan beranggapan dirinya adalah wanita mesum.


‘Ah, aku tidak peduli.’ batin Byanca kesal.


Bahkan ketika makan malam pun Adelard tidak menutupi kissmarknya, Byanca menebalkan wajahnya di meja makan. Angel yang dari menahan tawanya, dan terus mengejeknya wanita mesum. Dasar, adik dan kakak sama gilanya.


Setelah makan malam, Byanca melihat ruang kerjanya. Menakjubkan, ruang kerja Byanca sangat mewah dan elegan. Adelard sungguh sangat tahu selera Byanca.


“Kau suka?”


“Suka sekali,” jawab Byanca senang, rasa kesalnya pada Adelard hilang seketika.


“Aku harus mendapatkan hadiahku malam ini,” ujar Adelard berbisik di telinga Byanca.


“Dengan senang hati aku akan memberikannya,” jawab Byanca membuat Adelard tersenyum senang.


Byanca sangat puas dengan ruang kerjanya, ia harus memberi hadiah spesial malam ini untuk Adelard.