
Tidak terasa waktu semakin berlalu, banyak sekali hal terjadi. Dari kehilangan hingga balas dendam semuanya telah Byanca lakukan.
Hari ini Byanca datang ke ruang bawah tanah, ia harus mengecek Bibi, Erwin dan Karin. Byanca ingin melihat mereka mati dengan perlahan, badan Bibi, Erwin dan Karin sudah seperti mayat hidup mereka semua akan segera menemui ajal mereka dalam kesengsaraan. Ini adalah balasan yang setimpal untuk mereka, Byanca bahkan masih menyuruh anak buah Adelard untuk menyiksa mereka.
Byanca tidak merasa kasihan sama sekali terhadap mereka, malah Byanca sangat senang melihat mereka menderita.
“Jangan beri makan dan minum, terus siksa mereka.” Byanca memberikan perintah lalu pergi.
“Baik Nona.”
Dan sudah sebulan ini juga Byanca tinggal di mansion Adelard, dan tentu saja Adelard membiarkan Byanca tetap bersamanya. Jika Byanca pulang maka Adelard akan sering bolak-balik, tapi meski begitu Adelard juga pasti akan melakukannya.
Byanca membuka pakaiannya dan mengganti dengan bikini, cuaca panas seperti ini bagus sekali pergi berenang. Kamar Adelard langsung terhubung ke kolam berenang sehingga Byanca langsung saja berenang.
Byur!
Byanca mulai berenang, airnya dingin dan segar. Byanca sangat pandai berenang salah satu olahraga favoritnya selain berkuda adalah berenang. Byanca bahkan pernah juara dalam lomba berenang, namun setelah itu Byanca bosan karena harus bersaing satu sama lain akhirnya Byanca memutuskan berhenti berenang dalam lomba. Byanca hanya menyukai hobinya dan hobinya tidak untuk diperlombakan dan membuat hasil yang menjatuhkan orang lain.
“Ahhh,” Byanca menghirup udara dalam-dalam sembari mengikat rambutnya,
Terlihat tidak rapi memang, namun Byanca justru terlihat sexy dengan anak rambut yang berantakan dan bikini berwarna cream yang begitu menggoda.
Kolam renang ini berada terhubung langsung dengan kamar dan sisi depannya dibatasi oleh kaca tembus pandang, bukan sebuah dinding. Karena ini Byanca bisa melihat taman bunga yang mengeliling mansion sambil berenang.
Byur!
Byanca melompat masuk ke dalam kolam renang, airnya tidak begitu dingin membuat Byanca ingin terus berada di dalam kolam renang.
“Segar.” Byanca kembali muncul ke atas permukaan.
Byanca berenang tanpa adanya hambatan, kini rambutnya sudah basah terkena air. Kakinya keluar dari kolam renang, ia berjalan menuju kursi panjang seperti yang terdapat di pantai.
Byanca duduk disana sambil menikmati jus tomat yang tadi ia minta buatkan oleh pelayan. Byanca meraih ponselnya dan berpose didepan kamera.
Byanca berpose dengan sexy, dengan menggigit jarinya lalu mengupload nya ke media sosialnya. Baru saja memposting fotonya Byanca sudah mendapatkan banyak tanda suka dan komentar.
Adelard masih berada di ruang kerjanya, hari ini ia bekerja di mansion karena ia tidak ingin jauh-jauh dari Byanca.
Notifikasi masuk ke dalam ponsel Adelard, Byanca baru saja memposting foto. Dengan cepat Adelard membuka foto Byanca yang memakai bikini, wajah tanpa riasan Byanca masih terlihat cantik dan begitu menggoda.
Adelard tidak suka Byanca menyebarkan foto sexynya begini, hanya Adelard yang boleh melihat Byanca seperti ini orang lain tidak boleh.
“Mark, kau periksa ini sebentar,” perintah Adelard membuat Mark mengambil alih pekerjaan Adelard untuk beberapa waktu kedepan.
Adelard harus bertemu dengan Byanca dan menyuruh Byanca menghapus foto itu, bisa-bisanya nanti para lelaki hidung belang menatap tubuh sexy milik wanitanya.
Sementara itu Byanca masih berada di kolam renang sembari menunggu matahari tenggelam.
Kilauan sinar matahari yang berwarna jingga menerobos masuk ke area kaca mengenai wajah cantik Byanca.
Byanca masih berenang dengan tenang, tidak merasa sesuatu yang sebentar lagi datang padanya.
Dengan langkah yang lebar Adelard masuk ke dalam lift, ia ingin segera menemui Byanca.
Byanca mengembangkan senyumnya ketika melihat Adelard berjalan menuju kolam renang,
“Pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Byanca naik menghampiri Adelard.
“Mana ponselmu?” tanya Adelard membuat Byanca menunjuk ponselnya di tumpukan handuk diatas kursi, Adelard langsung mengambil ponsel Byanca.
“Hapus foto yang baru kau posting ke media sosialmu,” ujar Adelard hendak memberikan ponsel pada Byanca.
“Sudah berapa lama kau berenang, hm?” tanya Adelard membuat Byanca menggelengkan kepalanya.
“Tidak tahu.”
“Pakai ini,” ujar Adelard memberikan bathrobe pada Byanca.
“Terima kasih, omong-omong pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Byanca membuat Adelard menggelengkan kepalanya.
“Jangan bilang kau datang kemari hanya untuk menghapus fotoku?”
Tebakan Byanca seratus persen benar, Byanca menghela nafas pelan.
“Kau kan bisa menelponku, pekerjaanmu masih banyak sudah sana pergi.” Byanca mengusir Adelard.
Adelard terkekeh pelan lalu mencium kening Byanca.
“Cepat ganti pakaianmu, nanti kau bisa kena flu,” ujar Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya.
“Sebelum makan malam pekerjaanku akan selesai, kita akan makan bersama,” ujar Adelard lagi sambil mencium kening Byanca lagi.
Byanca langsung mengganti pakaiannya setelah Adelard kembali bekerja. Byanca membaringkan dirinya diatas tempat tidur sembari menunggu Adelard menyelesaikan pekerjaannya. Namun mata Byanca terasa berat tidak lama kemudian ia tertidur.
Sementara itu Adelard sedang berkutat dengan berkas-berkasnya, dibantu dengan Mark sepertinya pekerjaan Adelard akan cepat selesai.
Tidak terasa sudah satu jam berlalu dan pekerjaan Adelard masih sisa sedikit, setidaknya Adelard bisa sedikit bersantai. Sekarang waktunya makan malam Adelard akan mengunjungi Byanca.
“Mark, kita lanjutkan lagi nanti,” ujar Adelard membuat Mark menganggukan kepalanya.
“Baik Tuan.”
Adelard berjalan menuju kamar, ia tersenyum ketika melihat Byanca yang sudah tertidur pulas. Adelard duduk di sisi ranjang ia tidak membangunkan Byanca, tangan Adelard menelusuri wajah cantik Byanca.
“Eungg,” ujar Byanca membuka matanya dan melihat Adelard.
“Aku membangunkanmu baby? Tidurlah lagi,” ujar Adelard membuat Byanca menggelengkan kepalanya.
“Tidak, aku memang harus bangun.” Byanca bangun dari tidurnya lalu memeluk Adelard.
“Seperti ini lima menit,” ujar Byanca membuat Adelard mengelus kepala Byanca.
“Aku lapar,” ujar Byanca setelah nyawanya sudah terkumpul, Adelard tersenyum lalu mencium kening Byanca.
“Ayo kita makan malam bersama.”
“Gendong,” pinta Byanca manja, Adelard dengan senang hati menggendong Byanca karena Adelard begitu menyukai Byanca dalam mode manja seperti ini.
Byanca sudah duduk di kursinya sama halnya dengan Adelard, mereka makan malam bersama. Angel? Wanita itu pulang ke rumah orang tuanya.
Setelah makan malam, Byanca menemani Adelard bekerja. Byanca sangat bosan dan ia tidak tahu bagaimana cara menghilangkan rasa bosannya.
“By, kemarilah.”
Byanca mendekat pada Adelard dan duduk diatas pangkuannya, sementara Adelard bekerja Byanca menonton di ponselnya diatas pangkuan Adelard.
Kursi paling nyaman Byanca adalah pangkuan Adelard yang hangat, sementara itu Mark memberi jarak diantara mereka. Bisa-bisanya dalam suasana kerja ia menjadi obat nyamuk oleh Tuannya.
Mark ingin mengeluh tapi ia masih sangat dengan nyawanya, kira-kira kapan ia juga memiliki wanita yang mencintainya. Semoga Tuhan memberinya wanita dalam waktu yang dekat, doa Mark di sela kerjanya.