Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 34 : Pusing



Matahari pagi mulai menyelinap masuk ke dalam kamar melalui kaca yang terhalangi oleh tirai, meskipun kaca tersebut sudah terhalangi oleh tirai namun cahaya matahari pagi memaksa masuk untuk membangunkan sepasang kekasih yang masih tidur dengan berpelukan. Begitu pula dengan kamar yang lain, cahaya matahari pagi menyelinap masuk ke kamar mereka. Sedangkan empu yang memiliki kamar masih tertidur dengan pulas. Mereka masih tertidur dengan pulas mungkin karena efek dari minuman alkohol yang mereka minum semalam, atau mungkin juga mereka merasa lelah karena berpesta.


Byanca merasa silau karena sinar matahari menerpa wajah cantik nya, ia pun mulai mengerjapkan mata nya. Namun hal yang pertama kali ia rasakan saat membuka mata adalah rasa pening yang memenuhi kepala nya. Kepala nya terasa sangat pusing dan berat, entah sudah berapa banyak minuman alkohol yang ia minum tadi malam. Kemudian Byanca juga merasakan gejolak di dalam perut nya, ia ingin segera memuntahkan isi perut nya, namun Byanca tak cukup kuat untuk sekedar berjalan ke dalam toilet.


“Cetta, Cetta.” Byanca berusaha membangunkan Adelard yang masih tertidur dengan menggoyangkan badan nya.


“Hmmmm.” Adelard belum menyadari jika Byanca segera butuh bantuan nya untuk pergi ke toilet.


“Adelard, aku ingin pergi ke toilet.” Byanca menutup mulut nya agar tidak muntah di atas ranjang.


“Aku sudah tidak tahan Adelard.”


Byanca menutup mulut nya, ia tidak ingin muntah disini.


“Ada apa By?” Adelard terbangun begitu mendengar Byanca yang seperti hendak muntah. Byanca menunjuk ke arah toilet menggunakan satu tangan nya.


Dengan sigap Adelard membawa tubuh Byanca ke dalam gendongan nya dan membawa masuk ke dalam toilet.


Huekkkk!


Byanca langsung memuntahkan isi perut nya begitu sampai di toilet.


Adelard berjaga di belakang tubuh Byanca agar wanita nya tidak terjatuh ke atas lantai, tangan Adelard menggenggam tangan Byanca agar tidak terkena cairan muntahan nya sendiri.


“Apa masih terasa mual.” Byanca menjatuhkan tubuhnya ke belakang mengenai tubuh Adelard.


Byanca hanya menggelengkan kepala nya, perut nya masih terasa sangat mual, namun badan nya sudah sangat lemas.


Huek!


Adelard membantu mendorong tubuh Byanca untuk kembali muntah.


“Seharus nya aku mencegahmu untuk tidak terlalu banyak minum,” ujar Adelard sembari mengurut belakang leher Byanca.


“Aku tidak tega melihatmu jika terus seperti ini setelah banyak minum,” ucap Adelard lagi, ia kasihan ketika melihat Byanca harus memuntahkan isi perut nya setelah banyak minum alkohol.


Byanca tidak menjawab perkataan Adelard, jika biasa nya Byanca akan membantah perkataan Adelard, kini ia hanya mampu mendengarkan nya saja.


“Sudah merasa lebih baik?” Byanca hanya mengangguk sebagai jawaban nya.


Adelard kembali membawa tubuh Byanca ke dalam gendongan nya menuju atas ranjang.


“Tunggu sebentar.” Adelard akan meminta segelas air hangat untuk Byanca.


Adelard memanggil pelayan agar membawakan segelas air hangat serta sarapan untuk mereka ke dalam kamar. Adelard melihat jam yang menempel di dinding kamar, ternyata sudah menunjukan pukul 10 pagi.


Adelard kembali berjalan menghampiri Byanca yang kembali terkapar di atas ranjang. Wajahnya terlihat pucat.


“By, apa kau mendengar ku?” Adelard memandangi wajah Byanca yang terlihat pucat.


Byanca mengangguk kan kepala nya, ia mampu mendengar suara Adelard namun sangat berat untuk sekedar menjawab nya.


“Minum air hangat dulu.” Adelard membantu Byanca agar menyandar pada sisi ranjang menggunakan bantal sebagai penyangga nya.


“Sudah,” ucap Byanca sangat pelan ketika Adelard berusaha menyuruh nya untuk minum kembali.


“Iya,” jawab Byanca dengan singkat.


“Apa kau ingin cepat kembali segar dan tidak pusing?” Adelard akan melakukan cara ini agar tubuh Byanca kembali seperti sedia kala dan tidak terasa lemas serta pusing.


“Iya Adelard, kepalaku sangat pusing sekali.”


“Aku akan mengguyur mu dengan air dingin.”


Itu salah satu cara agar cepat menghilangkan pengar akibat banyak minum alkohol. Byanca mengangguk menyetujui ucapan Adelard.


“Baiklah aku akan membawamu ke kamar mandi.” Adelard kembali menggendong Byanca dan membawa nya memasuki kamar mandi, menjatuhkan tubuh Byanca ke dalam jacuzzi yang kosong dari air dengan hati hati.


“Aku akan mulai memandikan mu.”


Dengan perlahan Adelard mulai menyiram tubuh Byanca menggunakan air dingin.


“Ahh, dingin Cetta.” Byanca merasakan air dingin mulai membasahi tubuh nya.


“Bersabarlah.” Adelard sebenarnya tidak tega harus melakukan cara ini untuk memulihkan keadaan Byanca.


“Baiklah sudah cukup.” Adelard melepas pakaian basah Byanca dan membungkus tubuh telanjang Byanca menggunakan kimono.


“Lebih baik bukan?” tanya Adelard.


“Ya lebih baik, meskipun masih terasa sedikit pusing,” jawab Byanca dengan badan yang menggigil akibat kedinginan.


Adelard membawa Byanca untuk duduk di meja rias, ia ingin mengeringkan rambut Byanca terlebih dahulu.


“Apa kau sudah cukup kuat untuk duduk.”


“Hmm ya, tapi aku belum cukup kuat untuk mengeringkan rambut ku sendiri,” ujar Byanca dengan berpegangan meja di depan nya, ia menatap Adelard lewat pantulan cermin.


“Baiklah, aku akan mengeringkan rambut mu.” Adelard mulai mengeringkan rambut Byanca, mengatasinya tak lupa pula Adelard memberikan vitamin pada rambut Byanca.


“Selesai.” Adelard memegang kedua pundak Byanca dan menatap nya dari cermin.


“Terimakasih Cetta.” Byanca mengusap tangan Adelard yang berada di pundak nya.


“Dan sekarang aku sudah merasa lebih baik.” Byanca memutar tubuh nya agar menghadap Adelard.


Adelard membalas perkataan Byanca dengan mendaratkan ciuman di bibir Byanca yang masih sedikit terlihat pucat.


Sedangkan di lain kamar, Mark memeluk tubuh tanpa busana Angel. Malam tadi adalah malam yang sangat istimewa. Mereka bercinta sangat panas, dan tentu saja Mark memberikan pengalaman yang indah untuk Angel karena itu adalah malam pertamanya.


Mark mencium kening Angel dengan sayang, ia menyingkirkan rambut-rambut halus di wajah Angel.


“Terima kasih sayang,” ujar Mark mencium kening Angel. Untung saja hari ini Mark sudah berlibur, pekerjaannya dan Adelard sudah selesai sebelum pesta malam tadi dilaksanakan. Sekarang mereka hanya akan menikmati liburan saja tanpa memikirkan pekerjaan yang menyesakan. Mark kembali memejamkan matanya dan tidur memeluk Angelnya.


Tidak jauh berbeda dengan Bryan dan Stella, mereka juga melalui malam yang panas. Dan sungguh semalam adalah pesta yang sangat mengesankan, sudah lama Stella tidak minum dengan sebanyak itu. Kadar alkohol Stella sangat tinggi, ketika teman-temannya sudah mabuk ia masih tegak berdiri. Hanya Bryan yang mampu menyayangi minumnya, itulah kenapa dulu Stella tertarik pada Bryan. Kadar alkohol mereka sama-sama tinggi.


“Sayang, tidurlah lagi. Aku masih sangat mengantuk,” ujar Bryan mengeratkan pelukan mereka.


“Baiklah.” Stella tidak menolak karena memang ia masih mengantuk. Dalam hitungan detik mereka kembali terlelap.