
Byanca dan Brisiana berjalan menuju taman bunga yang di mansion ini, bunga bunga itu ditanam oleh Brisiana sendiri. Byanca tadi sudah mengajak Adelard juga, Adelard berkata jika dirinya masih sangat mengantuk. Byanca memaklumi nya, karena Adelard jarang sekali istirahat atau tidur siang, mungkin kekasih nya itu sedang merasa lelah. Sedangkan Angel, Byanca tidak tahu kemana pergi nya wanita itu, karena saat pelayan pergi ke kamar nya, tidak ada sahutan dari pemilik kamar, mungkin Angel dan Mark sedang berada di luar kamar, namun masih berada di mansion ini. Tidak mudah mencari seseorang yang ada di dalam mansion ini, tanpa meninggalkan pesan.
“Oh god, ini sangat menakjubkan mom.” Byanca menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Berbagai jenis bunga sedang bermekaran di taman ini. Mulai dari yang berukuran mini hingga ada yang berukuran tinggi.
“Ini semua mommy yang menanamnya?” tanya Byanca tidak percaya jika ini semua hasil karya dari Brisiana. Tangan nya bergerak untuk menyentuh bunga mawar yang sedang mekar sangat sempurna.
“Tentu saja, karena taman ini milik mommy,” jawab Brisiana, tangan nya bergerak untuk meneliti tanaman nya, apakah ada serangga atau ulat yang mengganggu, serta ia membuang daun yang telah kering.
“Kau sangat hebat mom,” puji Byanca, mata nya berbinar bahagia.
“Aku suka berada disini.” Byanca menghirup dalam dalam udara yang bercampur oleh aroma bunga yang mencuat menusuk indera penciuman nya.
“Jika kau begitu, kau dan Cetta bisa tinggal disini By. Mansion ini akan semakin terlihat hidup jika kalian tinggal bersama mommy,” ucap Brisiana, ia kembali mempengaruhi pikiran Byanca untuk tinggal bersama nya di mansion ini. Siapa tahu usahanya akan berhasil.
“Huft, aku sangat ingin mom. Tapi seperti nya anak laki laki mommy itu tidak akan mengizinkan nya,” ujar Byanca dengan sedikit bersedih. Jika di mansion ini, Byanca memiliki kegiatan yang dilakukan bersama mommy nya. Ia ingin bekerja pun, sudah pasti Adelard tidak akan mengizinkan nya.
“Kau bisa merayu nya By,” balas Brisiana, ia terus berusaha mempengaruhi pikiran Byanca untuk tinggal di mansion ini. Bukan tindakan yang buruk bukan, menginginkan jika mereka tinggal di mansion ini.
“Ck, apa mommy sedang berusaha mempengaruhi kekasihku untuk tinggal di mansion ini.”
Byanca dan Brisiana menoleh ke sumber suara, tiba tiba saja Adelard datang dan menyahuti ucapan Brisiana.
“Cetta, sejak kapan kau datang dan menguping pembicaraan kami.” Byanca sama sekali tidak menyadari kehadiran Adelard karena asyik berbincang dengan Brisiana, dan ia sibuk memperhatikan bunga bunga yang ada di depan mata nya.
“Sejak mommy berusaha untuk mempengaruhi pikiran mu agar tinggal di mansion ini,” ucap Adelard dengan memandang wajah mommy nya, Brisiana seperti maling yang ketahuan basah oleh pemilik nya.
“Mommy hanya menawarkan nya kepada Byanca, jika Byanca memang ingin tinggal di mansion ini, bukan salah mommy bukan,” ucap Brisiana seperti orang yang tidak bersalah, jika Adelard datang lebih lama lagi, mungkin ia sudah berhasil mempengaruhi pikiran Byanca.
“Kau berlebihan Cetta, mommy hanya menawarkan ku untuk tinggal disini.” Byanca justru membela Brisiana.
“Jangan lakukan itu lagi kepada kekasih ku mom,” ucap Adelard dengan berpura pura marah kepada Brisiana, ia pun membawa Byanca agar menjauh dari Brisiana, membawa Byanca ke tempat duduk yang berada di tengah tengah taman bunga itu.
“Kau sama seperti daddy mu nak, sangat posesif,” ujar Brisiana pada diri nya sendiri, membayangkan sifat posesif Maxwel dan Adelard yang membuat nya tersenyum malu. Adelard sangat mirip seperti Maxwel, selalu membatasi ruang gerak nya, namun ia sangat bersyukur karena Maxwel mencintai Brisiana dengan setulus hati nya.
“Mom kemari.” Byanca mengayunkan tangan nya, agar Brisiana ikut bergabung bersama dirinya dan Adelard.
Sebelum menuju Adelard dan Byanca, Brisiana lebih dulu memetik beberapa bunga hydrangea, lavender dan mawar, ia menggenggam nye menjadi satu, hingga terlihat sebuah bouquet bunga di tangan nya.
“Hadiah dari mommy.” Brisiana memberikan bouquet bunga fresh yang baru saja ia petik kepada Byanca.
“Terimakasih mom.” Byanca menerima bouquet bunga itu dengan perasaan senang, ia mencium aroma bunga itu yang menusuk ke hidung.
“Apa kau menyukai nya?” tanya Adelard, ia dapat melihat ekspresi bahagia Byanca yang mendapat bouquet bunga dari mommy nya.
“Tentu saja aku menyukai nya Cetta!” jawab Byanca dengan sangat antusias.
“Aku akan membawanya ke mansion,” ujar Byanca, ia berencana akan membawa bunga pemberian mommy nya ini ke mansion.
“Baik mom.”
Karena senang mendapatkan hadiah bouquet bunga dari Brisiana, Byanca menyuruh Adelard untuk memotret diri nya bersama dengan Brisiana, tak lupa Byanca memegang bunga yang diberikan oleh Brisiana.
“Kemarikan ponselmu, biar mommy ambil gambar kalian,” ucap Brisiana merebut ponsel di tangan Adelard.
Adelard menarik Byanca agar duduk di pangkuan nya dengan tangan Byanca yang memegang bunga, serta tangan Adelard yang melingkari pinggang ramping Byanca.
“Lihatlah, bunga ini sangat cantik bukan.” Byanca memperlihatkan hasil foto yang diambil oleh Brisiana, tak ada habis nya Byanca memuji bunga yang pegang dengan sangat erat.
Brisiana kembali melihat lihat bunga yang sudah ia tanam dan rawat, meninggalkan Adelard dan Byanca yang masih duduk berpangku.
“Tapi bagiku, kau jauh lebih cantik dari bunga ini,” ucap Adelard dengan menyingkirkan bunga yang Byanca ke atas meja. Ia memutar tubuh Byanca agar menghadap ke arah nya.
Adelard mencium Byanca dihadapan Brisiana, Brisiana tidak habis pikir pada putranya ini.
“Hello, disini ada orang.” Brisiana menyilangkan tangannya di dada.
“Cetta, kau pergilah. Aku masih ingin melihat bunga-bunga disini.” Byanca mengusir Adelard membuat Adelard cemberut.
“Kau mengusirku sayang?” tanya nya tidak percaya.
“Iya, sekarang pergila.”
“Sayang.”
“Kalau kau tidak pergi aku akan merajuk padamu.”
“Baiklah, aku kalah. Sekarang nikmatilah waktumu bersama Mommy.”
Adelard pergi meninggalkan taman sekarang hanya ada dirinya dan Brisiana.
“Kau sangat berbakat mengusir Cetta, By,” ujar Brisiana kagum pada Byanca.
“Mommy saja tidak bisa mengusirnya.”
“Mommy tinggal mengancamnya saja, itu sangat mudah.”
“Mudah bagimu By, tidak bagi Mommy. Nah, sekarang ayo kita lihat bunga yang lainya.”
“Siap Mom.”
Byanca dan Brisiana kembali mengelilingi taman, Brisiana dengan semangat memperkenalkan bunga-bunga miliknya pada Byanca.
Byanca sangat suka dengan bunga-bunga yang ada disini, nanti ketika ia pulang ke mansion Adelard, Byanca akan membawa sebagian bunga yang ia suka.