Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 21 : Paris



Malamnya Byanca menunggu Adelard namun pria itu tak kunjung datang, Angel temannya itu sudah pulang setelah mereka makan malam bersama.


Karena sepertinya Adelard tidak akan datang Byanca memutuskan untuk tidur lebih dulu, matanya sudah tidak tahan karena sangat mengantuk.


Sedangkan di kantor Adelard sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya lalu Adelard akan berangkat ke Paris.


“Tuan pesawat pribadi sudah siap,” ujar Mark membuat Adelard menganggukan kepalanya.


Pukul dua dini hari Adelard baru selesai dengan urusan pekerjaannya, ia kembali ke apartemen Byanca. Adelard tentu saja tidak ingin meninggalkan Byanca dan pergi sendiri.


Dengan hati-hati Adelard menggendong Byanca agar Byanca tidak terbangun dari tidurnya. Adelard masuk kedalam mobil yang mana Mark dan Ana sudah menunggunya.


Mark melajukan mobil ke arah Bandara pribadi dekat mansin Adelard, disana pesawat sudah menunggu mereka.


Adelard kembali menggendong Byanca masuk kedalam pesawat pribadi.


“Kau sudah pulang? Kita dimana?” tanya Byanca dengan suara serak


“Tidurlah lagi sayang, kita akan melakukan perjalanan panjang,” ujar Adelard membuat Byanca kembali tidur didalam pelukan Adelard, hangat seperti biasanya.


Sedangkan Mark dan Ana mereka sudah berada di tempat mereka masing-masing, mereka juga beristirahat karena mereka akan berada kurang lebih sebelas jam didalam pesawat.


Tidak terasa mereka sudah berada di Paris, tadi Byanca sempat bangun karena lapar dan setelah itu ia kembali tidur didalam pelukan hangat Adelard.


Tepat pukul 7 malam, Adelard beserta rombongannya sampai di Paris. Para karyawan dan pelayan hotel datang menyambut Adelard.


“Selamat datang Tuan Adelard, kami sudah menyiapkan kamar untuk Tuan.”


Adelard menggendong tubuh Byanca yang tertutupi coach bulu dengan bridal style. Perjalanan yang panjang membuat Byanca lelah dan tertidur nyenyak, Adelard tidak tega membangunkan Byanca.


Byanca tidur di dada bidang Adelard, melingkarkan kedua tangannya di pinggang kekar Adelard. Dan tentu saja Adelard juga memeluk tubuh kecil Byanca.


“Eughh.”


“Apa kita sudah sampai?” tanya Byanca membuka matanya dengan malas, ia lelah sekali seperti telah melakukan perjalanan yang panjang.


“Kita sudah sampai sayang, tidurlah kembali,” ujar Adelard membuat Byanca menganggukan kepalanya. Adelard menatap wajah cantik Byanca yang polos tanpa make up, tetap cantik alami apalagi bibir merah muda Byanca sangat menggoda sekali.


“Dan kau?” tanya Byanca pelan membuat Adelard tersenyum padanya.


“Aku akan kembali bekerja sayang.”


“Tidurlah bersamaku sebentar, lalu baru melanjutkan pekerjaanmu,” pinta Byanca, tubuh Adelard juga harus diberi istirahat jika kelelahan Adelard akan sakit.


“Aku ingin tidur dengan memelukmu,” pinta Byanca manja lalu mengalungkan tangannya dileher Adelard sehingga jarak mereka sekarang amatlah dekat.


Cup!


Adelard mencuri ciuman dari Byanca, bagaimana bisa Adelard menolak Byanca jika Byanca bersikap manis seperti ini. Hanya Byanca lah yang membuat Adelard menggagalkan semua rencananya.


“Pejamkan matamu sayang.” Adelard memberi perintah pada Byanca, tentu saja tanpa Adelard minta Byanca akan segera kembali tidur.


“Selamat tidur, sayang” ujar Adelard mencium kening Byanca sayang.


“Selamat tidur, Cetta.”


*


Mereka jalan-jalan, mencicipi berbagai macam makanan khas Paris, berbelanja serta membeli pernak-pernik yang disukai Byanca.


“Omong-omong, Ana kemana?” tanya Byanca karena setelah acara pembukaan hotel selesai Ana menghilang dari pandangan mereka.


“Pekerjaannya banyak sayang, jadi dia tidak bisa ikut,” jawab Adelard membuat Byanca cemberut.


“Bagaimana kau bisa membuat seseorang bekerja begitu keras sayang, biarkan Ana menikmati liburannya sebentar,” pinta Byanca yang langsung dituruti oleh Adelard.


“Mark, hubungi Ana untuk berhenti bekerja sejenak. Lalu, kau pergilah mencari udara segar,”perintah Adelard yang langsung disetujui oleh Mark. Nona mereka memang yang terbaik, akhirnya Mark mempunyai waktu bebas.


“Baik Tuan,” jawab Mark pergi lalu menghubungi Ana.


“Kau senang sayang?” tanya Adelard sambil mencubit pelan hidung Byanca, Byanca terkekeh lalu menganggukan kepalanya.


“Aku ingin es krim,” pinta Byanca lalu mereka pergi ke kedai es krim.


Byanca dan Adelard duduk di dekat menara Eiffel sambil menikmati es krim sambil menikmati langit sore.


Adelard mengelap sudut bibir Byanca yang terdapat es krim lalu memakannya membuat Byanca memutar bola matanya dengan malas.


Sudah menjadi kebiasaan Adelard memakan remahan yang terdapat di bibir Byanca, Byanca membiarkan toh Adelard menyukainya.


Byanca menyuapi Adelard es krim dan dengan senang hati Adelard menerimanya, Adelard membawa sendok dan tangan Byanca masuk kedalam mulutnya, membuat pipi Byanca merona seketika.


Saat Byanca ingin mengeluarkan jarinya, Adelard mengemut jarinya membuat pipi Byanca menjadi tambah merona merah.


Adelard memegang jari Byanca yang baru saja masuk kedalam mulutnya.


“Sangat lezat,” bisik Adelard tepat ditelinga Byanca membuat Byanca merinding mendengar suara Adelard yang menggoda.


Byanca duduk sambil bersandar di dada bidang milik Adelard, mereka duduk di atas rumput dengan alas jas Adelard. Mereka menikmati matahari sore yang tinggal hitungan menit akan tenggelam. Warna jingga langit membuat Byanca terpana akan ciptaan Tuhan yang begitu indah.


“Cantik sekali,” ujar Byanca mengangguk setuju, wajah Byanca memang sangat cantik. Sepertinya Adelard salah paham yang dimaksud cantik oleh Byanca adalah langit sore bukan dirinya.


Byanca melihat kearah Adelard yang mana Adelard sudah memandangi Byanca dari tadi, Adelard mendekatkan wajah mereka.


“Aku ingin menciummu,” ujar Adelard membuat Byanca tersenyum lalu mencium Adelard terlebih dahulu, bibir Adelard sudah menjadi candu untuknya begitupun oleh Adelard bibir Byanca sudah menjadi candu baginya.


Matahari sudah benar-benar hilang barulah Byanca dan Adelard pulang ke Hotel.


“Mandi berdua sayang.”


“Kya!” Byanca berteriak karena Adelard tiba-tiba menggendongnya dan membawanya ke dalam kamar mandi. Seperti yang Adelard katakan mereka mandi bersama, tentu saja mereka tidak hanya mandi. Mereka bercinta sambil mandi yang lebih tepatnya.


Sedangkan di LA, Angel merindukan Mark walaupun Angel belum mengungkapkan perasaannya namun tetap saja cinta ya cinta, rindu ya rindu dan sekarang Angel merindukan Mark.


Angel sudah membulatkan tekadnya nanti ketika Mark sudah kembali maka Angel akan segera mengungkapkan perasaannya. Lebih baik ada penolakan dibanding memendam perasaan yang menyesakan sendirian.


“Angel, kau dipanggil Mr Wilson,” ujar teman Angel membuat Angel langsung berdiri dari duduknya.


Angel sudah tahu alasan mengapa Mr Wilson memanggilnya, Mr Wilson memintanya menjadi asisten Dosen namun Angel menolak. Mungkin sekarang Mr Wilson kembali membujuknya namun jawaban Angel tetap saja, ia akan tetap menolak karena Angel tidak ingin repot dengan hal-hal yang tambah membuatnya pusing.


Angel sudah menemui Mr Wilson dan menolak menjadi asisten Dosen, sekarang Angel memutuskan untuk pulang ke mansion orang tuanya. Mansion kakaknya sepi, walaupun banyak pelayan tetap saja Angel membutuhkan teman ngobrol.