Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 52 : Kembali



Adelard telah rapi dengan menggunakan pakaian casual nya. Saat ia kembali ke kamar, Adelard melihat Byanca yang tengah tertidur dengan posisi menyamping.


“Tidurlah, aku akan membangunkan mu ketika makan malam,” ucap Adelard dengan mengecup puncak kepala Byanca, ia menarik selimut agar menutupi tubuh Byanca.


Sembari menunggu jam makan malam, Adelard akan bertemu dengan Daddy nya terlebih dahulu, mereka sudah lama tidak mengobrol berdua.


“Jaga Byanca, ia sedang tertidur,” ucap Adelard kepada Alex agar menjaga Byanca di depan pintu kamar, meski di mansion ini sudah ada bodyguard yang berjaga, namun Adelard tetap membawa Alex untuk berjaga-jaga.


“Baik Tuan,” balas Alex.


Alex juga tahu jika Adelard dan Byanca sedang bertengkar, namun Alex kini merasa lega karena mereka sudah kembali berdamai dan kembali terlihat mesra.


Adelard mencari keberadaan daddy nya, biasanya di jam jam menjelang makan malam seperti ini, daddy dan mommy nya sedang berada di dalam kamar untuk bersantai. Namun dugaan Adelard ternyata salah, daddy nya sedang berbicara dengan salah satu anak buah nya, atau bisa di bilang tangan kanan Maxwell.


“Apa ada masalah?” tanya Adelard ketika anak buah daddy nya sudah pergi, mereka tadi terlihat sedang berbicara yang serius.


“Ah tidak, hanya masalah biasa,” jawab Maxwel, ia menggiring Adelard agar duduk di atas sofa yang menghadap ke luar ruangan.


“Bagaimana hubungan mu dengan Byanca?” tanya Maxwel balik, ia menatap putra nya lekat lekat.


“Ya, hubungan kami sudah membaik,” jawab Adelard, meski mereka jarang bertemu dan mengobrol, namun mereka peduli terhadap satu sama lain, meski Adelard jarang menghubungi orang tuanya, namun Adelard akan bertanya mengenai keadaan mereka melalui bodyguard yang bertugas untuk menjaga mereka.


“Syukurlah, kau harus bisa menahan emosi mu nak,” ujar Maxwel, entah menurun dari siapa sifat Adelard yang sangat mudah terpancing emosi nya, anak itu benar benar tempramental.


“Kau tidak ingin bukan, jika harus kehilangan Byanca karena tidak bisa menahan emosi,” ujar Maxwel lagi, sebagai orang tua, ia harus memberi saran yang baik untuk putra nya.


“Ya, aku tahu itu dad.”


“Dimana mommy?” tanya Adelard, mengalihkan pembicaraan.


“Berada di dapur, kau tahu kebiasaan mommy mu bukan.”


Brisiana sedang membantu para koki yang sedang membuat menu makan malam, istri nya itu memang sering membantu koki untuk membuat masakan.


“Apa ia tidak lelah,” ujar Adelard. Ia tahu apa yang sedang di lakukan mommy nya. Mungkin sifat keras kepala Adelard ini menurun dari Brisiana, karena Brisiana juga memiliki sifat keras kepala.


Obrolan mereka terus berlanjut, hingga makan malam tiba. Adelard berpamitan untuk membangunkan Byanca terlebih dahulu sebelum ikut makan malam daddy dan mommy nya.


“Sayang.” Adelard membangunkan Byanca dengan pelan pelan, ia tidak ingin membuat Byanca terkejut.


“Hmm.” Byanca menggeliat dalam tidur nya.


“Kita harus pergi makan malam, lalu kembali ke mansion” Adelard membantu Byanca untuk bangun.


Adelard dan Byanca berjalan menuju ruang makan yang berada di lantai utama mansion atau lantai satu. Byanca tidak berjalan, ia di dalam gendongan Adelard yang membawa nya turun ke ruang makan yang sudah ada Maxwel dan Briana.


Brisiana yang melihat mereka kembali akur, ikut merasakan senang. Bagaimanapun juga, Briana berharap hubungan Adelard dan Byanca berjalan baik baik saja.


Ruang makan ini sangat hening, sesekali hanya akan terdengar dentingan sendok dan piring. Empat orang yang menghuni masing masing kursi tengah fokus mengunyah makan malam mereka. Di tengah tengah meja makan mereka tentu saja ada Maxwel yang menduduki kursi nya, lalu di samping kanan Maxwel ada istri tercinta nya Brisiana, lalu di samping kiri Maxwel ada Adelard yang duduk bersebelahan dengan Byanca.


“Aku dan By akan kembali ke mansion,” ucap Adelard memecah keheningan, ia mengelap mulut nya menggunakan napkin yang sudah di sediakan. Adelard telah menyelesaikan makan malam nya.


“Kenapa buru-buru sekali sayang.” Brisiana merasa sedih karena Adelard dan Byanca akan kembali ke mansion mereka, dan mansion ini akan kembali terasa sepi.


“Mansion ini jauh dari kantor ku mam, akan memakan waktu jika aku harus bolak-balik dari kantor ke mansion,” jawab Adelard, itu juga yang menjadi alasan Adelard ingin cepat kembali ke mansion, karena jarak kantor nya dan mansion ini sangat jauh, dan itu sangat memakan waktu.


Ya bisa saja Adelard menuju kantor menggunakan helikopter, namun Adelard juga harus bekerja di mansionnya. Ia bisa memantau perusahaan nya melalui ruang kerja di mansionnya.


“Kau bisa menggunakan helikopter nak.” Sambung Maxwel, harus nya Adelard menggunakan helikopter milik nya.


“Dad, kau tahu betapa sibuk nya aku. Lebih baik aku kembali ke mansion saja.” Ujar Adelard dengan memandang Maxwel datar. Harus nya daddy nya itu tahu alasan Adelard kembali ke mansion


“Aku dan Adelard akan sering berkunjung kemari dad, mom,” ucap Byanca sembari menatap Maxwel dan Brisiana secara bergantian. Sebenarnya Byanca sangat nyaman tinggal di mansion ini, ia memiliki teman untuk bercerita dan Byanca juga tidak merasa bosan.


“Ya benar. Kalian harus sering mengunjungi daddy dan mommy,” balas Brisiana, ia juga mengelap mulut nya menggunakan napkin, agar tidak ada sisa makanan yang menempel di bibir nya.


*


Mobil mereka terus melaju menembus jalan raya yang lengang. Byanca menyandarkan kepala nya di atas bahu Adelard dengan memeluk tubuh Adelard. Byanca merasa jika suasana malam ini sedikit berbeda, lebih terasa intim. Pertengkaran yang terjadi semakin memperkuat hubungan di antara kedua nya. Menyandarkan kepala di bahu Adelard sembari melihat pemandangn lampu lampu yang menyala di malam hari membuat Byanca kembali merasakan kantuk, hingga pada akhirnya Byanca tertidur di atas bahu Adelard sembari memeluk tubuh nya.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah berhenti di tempat parkir khusus untuk Adelard saja, semua mobil mobil yang ada di tempat parkir ini adalah milik Adelard, atau bisa dibilang garasi mobil milik Adelard, lebih dari 15 mobil ada di dalam sini, dengan berbeda bentuk dan jenis.


“Apa kita sudah sampai?” tanya Byanca dengan mata terpejam, ia merasakan tubuh nya melayang seperti sedang berada di atas awan. Itu karena Adelard menggendong Byanca untuk membawa nya masuk ke dalam penthouse. Penthouse yang mereka tinggalkan selama dua hari.


“Tidurlah,” balas Adelard, ia menyuruh Byanca untuk kembali tidur. Adelard masuk ke dalam lift diikuti oleh Alex dan dua bodyguard yang lain. Adelard mengerahkan penjagaan ketat bukan hanya di dalam mansion saja, namun di garasi mobil nya, Adelard juga mengerahkan beberapa bodyguard untuk terus berjaga bergantian.