Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 46 : Rindu



Para pelayan sedang membersihkan kamar Adelard. Mengganti ranjang yang dilalap api tadi menjadi ranjang yang baru, lalu mereka juga membersihkan pecahan beling yang berserakan di lantai, kamar ini berbeda 360 derajat. Jika biasa nya kamar ini tertatap rapi dan sangat bersih kini justru sebaliknya.


“Bersihkan jangan sampai ada yang tertinggal,” ucap Brisiana, ia turun tangan langsung untuk melihat para pelayan membersihkan kamar ini. Brisiana hanya tidak ingin jika Byanca kembali terluka atau bahkan orang lain yang akan terluka jika masih ada pecahan beling di lantai.


“Dan jangan biarkan kamar ini bau anyir,” perintah Brisiana, ia tidak ingin jika kamar ini bau anyir akibat darah Byanca yang sudah mengering di atas lantai marmer.


“Baik Nyonya,” ucap para pelayan dengan patuh, setidak nya ada empat orang pelayan yang sedang membersihkan kamar ini.


Setelah memberikan beberapa perintah kepada para pelayan nya, Brisiana kembali turun ke lantai satu, atau bisa dibilang lantai utama mansion ini, karena di lantai terdapat berbagai ruangan dan fasilitas yang ada di mansion ini, termasuk kamar utama Maxwel dan Brisiana yang sangat megah dan luas. Di lantai satu terdapat kolam renang dalam ruangan, spa, sauna, ruang gym, bioskop serta masih banyak lagi. Mansion ini bergaya campuran, antara klasik dan modern, namun sangat indah untuk dipandang.


“Bagaimana?” tanya Maxwel, Brisiana memeluk tubuh suaminya yang sedang membaca sebuah berita.


“Pelayan sedang membersihkan nya,” jawab Brisiana, nada bicara nya seperti seseorang yang terlihat lelah.


“Kau harus beristirahat, jangan khawatirkan mereka.”


“Mereka bisa mengatasi masalah mereka sendiri,” ujar Maxwel, ia paham jika istrinya ikut khawatir, namun Brisiana tidak boleh ikut campur urusan mereka terlalu jauh.


“Kau benar, aku terlalu berlebihan,” balas Brisiana, Adelard dan Byanca adalah pria dan wanita dewasa mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Maxwel membimbing tubuh istrinya masuk ke dalam kamar dan menyuruh nya untuk segera beristirahat.


Sedangkan para pelayan kini sudah menyelesaikan pekerjaan nya, kamar Adelard sudah kembali rapi dan bersih, serta ranjang baru yang sudah terpasang dengan sangat rapi. Benda benda yang dihancurkan Adelard pun sudah di ganti dengan yang baru.


“Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Tuan Adelard menghancurkan kamar nya seperti ini,” ucap salah satu pelayan.


“Tuan Adelard hampir tidak pernah berkunjung ke mansion, namun saat ia berkunjung, ia menghancurkan kamar nya sendiri,” jawab pelayan yang lain. Mereka belum bekerja lama di mansion ini, mungkin baru sekitar satu tahun lama nya.


“Aku juga tidak menyangka banyak bekas darah yang sudah mengering di atas lantai,” ucap pelayan yang lain lagi.


“Berhenti bergosip, jika Tuan Adelard tahu tidak akan segan segan untuk memecat kalian,” ucap pelayan yang sudah lama bekerja disini.


Byanca mencoba untuk memejamkan mata nya, namun saat ia memaksa mata nya untuk terpejam seolah olah mata Byanca menolak nya. Ia tidak bisa tidur meski hari sudah malam, bahkan sudah hampir menjelang pagi. Kaki nya terus bergerak gelisah namun ia harus tetap berhati hati agar luka di kaki nya tidak terasa ngilu dan sakit.


Biasanya Byanca akan tidur dalam pelukan Adelard, menghirup dalam dalam aroma maskulin Adelard. Namun malam ini berbeda ia harus tidur di dalam kamar seorang diri dengan pencahayaan yang minim, Byanca bahkan hampir mematikan seluruh lampu yang ada di kamar ini agar ia bisa tidur dengan nyenyak, namun usaha nya sia sisa, mata nya masih tetap terjaga.


“Apa benar kau mencintai wanita lain Adelard? Apa kau akan membuangku?” Byanca tidak tahu apa yang dirasakan oleh Adelard, bagaimana perasaan Adelard kepada nya.


“Kau tega melakukan ini kepada ku Adelard.” Mata Byanca kembali berair, ia sudah siap mengeluarkan air mata nya lagi.


Sedangkan Adelard, pria itu tertidur di ruang kerja nya, ia telah meminum banyak minuman alkohol malam tadi hingga membuat nya tak sadarkan diri. Tidak ada yang tahu keberadaan Adelard di ruang kerja ini, jadi ia bisa bebas minum. Keadaan Adelard sangat kacau, sama kacau nya dengan keadaan Byanca, keadaan yang sulit hanya karena ada kesalahpahaman di antara mereka. Dan itu semua karena Adelard, Adelard sangat frustasi memikirkan hal itu. Memikirkan bagaimana jika Byanca akan pergi meninggalkan nya. Adelard tidur terlentang di sofa empuk yang ada di kamar ini, dengan kaki nya yang menjuntai di lantai karena sofa ini tidak bisa menampung keseluruhan badan Adelard.


Baik Adelard maupun Byanca, mereka tertidur sangat pulas dan terbangun saat matahari sudah berada di kepala. Dan Brisiana masih berpikir jika mereka tidur dalam satu ruangan, maka dari itu mereka belum keluar dari kamar.


“Seperti nya mereka sudah berbaikan,” ucap Brisiana pada Maxwel, mereka kini sedang berada di ruang kerja mereka. Karena mereka sedang memantau perusahaan dan berbagai bisnis yang mereka jalankan, mereka hanya akan memantau nya dari mansion, karena sudah ada orang kepercayaan mereka yang turun ke lapangan langsung, terkadang mereka pun akan turun lapangan untuk melihat lihat saja, atau sekedar memantau saja.


“Aku pun berfikir seperti itu sayang, bahkan mereka belum keluar kamar. Padahal hari sudah siang,” jawab Maxwel.


“Aku rasa mereka kelelahan karena mereka bercinta semalaman,” ujar Brisiana, berpikir jika mereka telat bangun karena bercinta semalaman.


“Aku tidak sabar untuk menimang cucu hasil dari mereka berdua.” Maxwel sudah lama menginginkan cucu, dan ia sangat menantikan anak dari Adelard dan Byanca. Jika mereka benar benar memiliki buah hati.


“Aku harap jika Byanca segera mengandung benih Cetta.” Brisiana sangat berharap hal itu terjadi.


Pembicaraan mereka terus berlanjut, sembari memantau perusahaan mereka. Perusahaan milik Maxwel dan perusahaan milik Adelard adalah perusahaan yang berbeda, mereka membangun perusahaan itu masing masing, namun Adelard membangun itu semua berkat bantuan dari Maxwel. Bahkan kini perusahaan Adelard berada di atas perusahaan Maxwel, perusahaan Adelard merupakan perusahaan paling maju dan sukses.


Adelard terbangun dari tidur nya, ia menatap ke sekitar ruangan yang banyak terdapat botol kosong yang ia minum semalam. Badan nya terasa pegal karena itu tidur dalam posisi yang kurang nyaman.


“Oh sial,” umpat Adelard karena badan nya terasa sangat pegal, dan kepala terasa pengar karena terlalu banyak minum. Adelard mendudukan dirinya dan memegang kepalanya yang terasa berat.


Dengan langkah gontai Adelard keluar dari ruang kerja nya.


“Bersihkan ruangan kerja ku,” perintah Adelard pada pelayan.


Ia lalu kembali berjalan, sesekali tubuh nya merasa akan oleng, namun dengan cepat Adelard akan berpegangan pada dinding. Ia berjalan memasuki kamar pribadi nya yang sudah kembali rapi.


“By.” Adelard memanggil manggil nama Byanca ketika memasuki kamar ini. Ia seakan lupa dengan apa yang terjadi.


“Sayang,” panggil Adelard lagi, ia lalu menjatuhkan badan nya di atas ranjang dalam posisi tengkurap.