Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 11 : Berenang



Karin melempar asal barang-barang yang ada di kamarnya, ia mendapatkan kabar bahwa Leon bertemu dengan Byanca. Rasa bencinya pada Byanca semakin menjadi-jadi, bisa-bisanya dia menggoda Leon ketika dirinya tidak ada. Hari ini Karin absen dari kelas karena ia sedang tidak enak badan, ia sama sekali tidak menyangka di kesempatan ini Leon menggunakannya dengan baik.


‘Byanca, awas saja kau merebut milikku. Akan kupastikan kau akan hancur!’ guman Karin sambil mengepalkan kedua tangannya.


Dengan susah payah ia mendapatkan Leon, Karin tidak bisa membuat Leon kembali pada Byanca. Karin akan melakukan apapun agar Leon tetap bersamanya.


Sementara itu di waktu yang sama Adelard sedang tertawa kencang setelah mendengarkan pesan Byanca yang dititipkan pada Mark.


Semakin mengenal Byanca, Adelard semakin tertarik pada Byanca. Disaat wanita senang dengan hadiah bunga yang besar Byanca malah mencelanya dan meminta yang lain selain bunga. Byanca benar bunga akan layu, sebenarnya sebesar apa otak Byanca sampai hal seperti ini saja dipikirkan olehnya.


“Sebaiknya hadiah apa yang harus ku berikan pada Byanca?” tanya Adelard meminta masukan pada Mark.


“Karena Nona menyukai barang-barang yang berkilau bagaimana jika kalung, Tuan?”


“Kalung?”


“Benar Tuan, saya akan mencarikan kalung untuk Nona Byanca,” ujar Mark menjelaskan.


“Baiklah, ku serahkan padamu.” Adelard melanjutkan pekerjaannya, ia harus segera menyelesaikan pekerjaanya agar bisa bertemu cepat dengan Byanca.


Mark mencarikan kalung yang sesuai untuk Byanca, Mark bahkan datang ke toko perhiasan yang sangat terkenal Tiffany Co.


Setelah meminta rekomendasi dari pegawai Mark menemukan kalung yang sesuai untuk Byanca.


“Aku ambil yang ini.”


“Baik Tuan, tunggu sebentar saya akan menyiapkan untuk Tuan.”


*


Mark menjemput Byanca dan membawanya ke Mansion atas perintah dari Adelard, sementara Adelard masih di kantor karena pekerjaannya masih belum selesai.


“Nona, saya Sarah jika ada yang Nona butuhkan Nona bisa memanggil saya,” ujar Sarah sopan membuat Byanca menganggukan kepalanya.


“Aku ingin cola dan pizza.”


“Baik Nona, Koki akan segera membuatkan pizza untuk Nona.”


“Terima kasih.”


Tidak lama kemudian pizza dan cola Byanca datang, rasa pizza nya sama dengan pizza yang biasa Byanca beli. Koki Mansion memang yang terbaik. Pizza dan cola sudah habis namun Adelard belum juga datang membuat Byanca merasa bosan,


“Mark, kapan Cetta akan pulang?” tanya Byanca ketika melihat Mark melewatinya.


“Tuan sedang dalam perjalanan Nona.”


Kurang lebih satu jam akhirnya Adelard sampai Mansion, Adelard langsung menghampiri Byanca yang sedang menonton film horor.


“Sudah lama menunggu baby?” tanya Adelard membuat Byanca memutar bola matanya dengan malas.


“Kau tidak melihat aku hampir mati karena bosan.” Byanca menjawab dengan malas.


“Maafkan aku, pekerjaanku banyak sehingga tidak dapat ditinggalkan,” ucap Adelard menyesal karena membuat Byanca menunggunya lama.


“Baiklah, kau kumaafkan.”


Mark dan pelayan yang berada di dekat Adelard dan Byanca tidak percaya bahwa kenyataannya mereka mendengarkan Aderlad mengucapkan kata ‘Maaf.’ini bisa dikatakan keajaiban karena Adelard tidak pernah mengucapkan kata ‘Maaf.’ Pada siapapun karena itu kata-kata haram yang keluar dari mulut Adelard.


Mark dan pelayan merasa takjub pada Byanca karena perlahan telah membuat Tuan mereka sedikit memiliki jiwa kemanusiaan.


“Apa ini?” tanya Byanca ketika Adelard memberikan kotak hadiah pada Byanca.


“Hadiah, bukankah kau tidak suka dengan bunganya.”


“Terima kasih, kau memang sangat peka.” Byanca membuka hadiah dari Adelard.


“Kau suka?” tanya Adelard membuat Byanca langsung menganggukan kepalanya.


“Tentu saja suka, lain kali aku tidak ingin bunga.”


“Akan selalu ku ingat.”


“Lalu aku mendapatkan apa setelah memberi hadiah?” tanya Adelard membuatnya mendapat ciuman dari Byanca. Adelard tentu saja tidak menolak, ia membalas ciuman dari Byanca.


Setelah membersihkan diri Byanca dan Adelard makan malam bersama, jangan lupakan mereka juga makan malam bersama Angel. Malam ini Byanca akan menginap di Mansion Adelard tentu saja ada yang harus mereka lakukan yaitu hal yang sangat menggairahkan di tengah malam.


*


Pukul 10 pagi.


Ketika bangun dari tidurnya Byanca tidak menemukan Adelard disampingnya, tidur Byanca sangat nyenyak karena tidur didalam pelukan Adelard.


Adelard bangun terlebih dahulu karena ada hal pekerjaan yang harus diselesaikan, Adelard mencari Mark untuk memberikan pekerjaan penting.


Adelard melepaskan pelukannya pelan-pelan agar tidur Byanca tidak membangunkan Byanca. Rencananya Adelard menemui Mark sebentar memberikan pekerjaan lalu kembali tidur dengan Byanca, Adelard tidak ingin nanti ketika Byanca bangun mencari dirinya.


“Kau sudah bangun sayang?” tanya Adelard masuk kedalam kamar, Adelard melihat Byanca sedang meminum air putih.


“Hm. Kau dari mana?” tanya Byanca balik.


“Bertemu Mark memberinya pekerjaan kecil,” jawab Adelard duduk ditepi ranjang.


“Aku ingin berenang,” ujar Byanca mendekat pada Adelard.


“Tentu saja kau bisa berenang baby, kita bisa berenang bersama.” Adelard mencium rambut Byanca.


Kemudian mereka berjalan menuju kolam renang yang tersambung dengan kamar, sebelum itu Byanca mengganti pakaiannya menjadi bikini, sedangkan Adelard hanya menggunakan underwearnya saja.


“Kau sangat sexy By,” ujar Adelard berbisik di telinga Byanca.


“Kau juga sangat sexy dan hot.” Byanca menyentuh abs Adelard sensual dan ia menggigit bibirnya menggoda Adelard.


“Damn, kau sangat menggoda By,” ujar Adelard membuat Byanca segera berlari menjauh dari jangkauan Adelard.


Byanca dan Adelard bermain air lalu saling kejar mengejar, tawa mereka terdengar jelas di kolam renang.


Adelard menghilangkan jarak mereka lalu mencium Byanca, Byanca mengalungkan tangannya lalu membalas ciuman Adelard.


Byanca berharap ia dan Adelard hanya berenang saja, bukan bercinta di pinggir kolam renang. Tapi, ini bukan ide buruk. Byanca belum pernah bercinta di kolam renang.


Byanca dan Adelard sudah bercinta semua sudut kolam renang, sungguh gila bukan. Adelard tidak bisa menahan nafsu gilanya itu tentu saja Byanca juga demikian.


Setelah puas bercinta Adelard dan Byanca sarapan di kamar lebih tepatnya makan siang, tentu saja karena sekarang Byanca susah berjalan karena banyak melakukan aktivitas bercinta.


Sekarang Byanca bisa bersantai sedikit karena ia sudah menyelesaikan kuliahnya, revisian skripsinya pun sudah selesai.


Byan tidur-tiduran sambil memainkan ponsel sedangkan Adelard sedang memeriksa berkas pekerjaanya.


“By, kemarilah,” ujar Adelard membuat Byanca menghampiri Adelard.


“Kau tidak mengajak bercinta lagi kan?” tanya Byanca membuat Adelard tertawa.


“Tidak sayang, kemarilah. Aku hanya ingin memelukmu,” jawab Adelard membawa Byanca duduk diatas pangkuannya.


Duduk diatas pangkuan Adelard sangat nyaman hingga tanpa sadar Byanca tertidur, sedangkan Adelard sama sekali tidak terganggu atas keberadaan Byanca dipangkuannya. Sama halnya dengan Byanca, Adelard juga merasa nyaman Byanca duduk diatas pangkuannya.


“Selamat tidur sayang.” Adelard mencium pelipis Byanca lalu melanjutkan pekerjaannya.