Byanca A Sugar BaBy

Byanca A Sugar BaBy
BASB 33 : Jangan hilangkan kebahagian



Setelah melepaskan pelukan nya, Adelard kembali membawa Byanca memasuki kamar. Adelard menunjukan walk in closet dan kamar mandi, di dalam walk in closet itu seperti biasa sudah di isi oleh berbagai jenis pakaian tas dan sepatu untuk Byanca serta Adelard.


“Kau bisa mandi terlebih dahulu, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dengan Markl” ucap Adelard kemudian meninggalkan Byanca yang kemudian memasuki kamar mandi yang menghadap langsung ke pantai.


“Wow benar benar menakjubkan.” Byanca lagi lagi dibuat terpana dengan pemandangan yang ada di depan mata nya.


Byanca mulai melepaskan dress yang melekat di tubuh ramping nya, tak lupa ia juga melepaskan pakaian dalam yang menutupi area terlarang nya.


“Ahhh, segar sekali,” ujar Byanca ketika tubuh nya menyentuh air hangat yang berada di dalam jacuzzi.


Ia mencoba merilekskan badan nya yang sedikit lelah akibat pergulatan panas diri nya dengan Adelard di atas ranjang.


Setelah cukup berendam, Byanca membilas tubuh nya di bawah air shower yang mengalir di atas tubuh nya. Lalu membungkus rambut basah Byanca menggunakan handuk, dan menutupi tubuh telanjang nya menggunakan kimono sutera.


“Kamar ini lebih luas daripada kamar yang aku tempati dengan Adelard di mansion,” ujar Byanca menuju walk in closet untuk mencari pakaian yang akan digunakan. Byanca menggunakan kemeja yang melekat pas di tubuh nya lalu ia menggunakan jeans pendek di atas lutut nya.


Setelah menggunakan make up tipis dan mengeringkan rambut nya, Byanca mencari keberadaan Adelard yang kata nya sedang bersama dengan Mark.


Ia pikir Adelard akan melupakan pekerjaan nya sejenak saat sedang berlibur seperti saat ini, namun dugaan Byanca salah, Adelard masih saja memperdulikan pekerjaan nya.


“Adelard,” sapa Byanca ketika melihat Adelard tengah berbicara serius dengan Mark.


“Kau sudah selesai.” Adelard merentangkan kedua tangan nya, bermaksud untuk memeluk Byanca.


“Apa kau tidak ingin mandi lebih dahulu,” ujar Byanca ketika duduk di atas pangkuan Adelard, mengabaikan Mark yang duduk di hadapan mereka.


“Setelah ini aku akan mandi.” Adelard menelusupkan kepalanya di leher jenjang Byanca, menghirup dalam dalam aroma segar Byanca yang memabukkan.


“Baiklah.” Byanca mengalungkan kedua tangannya di leher Adelard serta memeluk nya.


Mark yang berada di hadapan mereka hanya bisa diam tanpa berkata kata menyaksikan Tuan nya tengah bermesraan dengan kekasih nya.


Mark jadi merindukan Angel, setelah ini Mark akan menemui Angel dan meminta kehangatan. Ia lelah bekerja, namu pekerjaanya datang terus menerus.


*


Adelard dan Byanca menikmati matahari tenggelam melalui balkon kamar mereka.


“Terimakasih Cetta,” ujar Byanca dengan menyandarkan tubuh nya di dada bidang Adelard.


“Untuk apa?”


“Karena sudah membawa ku ke tempat yang menakjubkan seperti ini,” jawab Byanca dengan hati yang bahagia.


“Aku sudah berjanji pada mu bukan, jika akan membawa mu berlibur.” Adelard memang bukan pria yang romantis namun Adelard selalu menepati janji nya pada seorang wanita yang sangat ia sayangi.


“Manis sekali pria kaya ku ini,” ujar Byanca kemudian Byanca mengecup kedua pipi Adelard sebagai tanda terimakasih nya.


“Pria kaya yang manis ini milikmu sayang.” Adelard membalas ucapan Byanca, ia sedang melihat Byanca bahagia seperti ini.


“Cetta lihat sebentar lagi ia akan tenggelam.” Byanca menunjuk matahari yang dalam hitungan detik akan tenggelam berganti dengan cahaya bulan.


Mereka menikmati sore hari ini dengan saling berbincang dan bermanjaan seperti layak nya pasangan yang lain. Hingga tak terasa langit sore yang berwarna jingga keemasan sudah berganti dengan langit malam yang bertaburkan bintang, kini saat nya Adelard membawa Byanca ke tempat dimana teman-temannya berada.


“Baiklah, aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Adelard membawa Byanca untuk kembali memasuki kamar.


“Kemana Adelard?” Byanca kembali di buat penasaran dengan Adelard.


“Tapi kenapa harus menggunakan penutup mata Adelard.” Byanca menyentuh tangan Adelard yang akan menutup kedua mata nya.


“Karena ini adalah sebuah kejutan,” bisik Adelard, lalu melanjutkan menutup mata Byanca dengan kain.


Byanca hanya bisa pasrah menuruti perkataan Adelard. Perlahan Adelard menuntut tangan Byanca untuk keluar dari kamar ini menuju mobil yang telah disiapkan. Mereka akan menuju tempat tujuan menggunakan mobil, karena jika harus berjalan kaki cukup memakan waktu dan melelahkan.


“Hati-hati,” ucap Adelard saat akan memasuki mobil.


“Apa tempat nya jauh?” tanya Byanca dengan menggenggam tangan Adelard cukup erat, ia takut jika Adelard akan pergi meninggalkan nya.


“Tidak, nah sudah sampai.”


Hanya memerlukan waktu tiga menit untuk sampai ke tempat tujuan.


Adelard kembali menuntun tangan Byanca ke tempat yang telah disiapkan, melewati pinggiran kolam renang dengan hati hati.


Adelard memberi kode kepada mereka agar tetap tenang dan tidak mengeluarkan suara.


“Mereka sampai.”


Mereka saling berbisik satu sama lain ketika melihat kemunculan Adelard dan Byanca.


“Apa kau sudah siap?” tanya Adelard pada Byanca.


“Hmm ya,” jawab Byanca sedikit gugup, jantung nya kini berdegup dengan kencang menantikan kejutan apa yang dimaksud oleh Adelard.


“Kejutan.”


Teriak mereka secara bersamaan saat Adelard melepas penutup mata Byanca.


“Oh my god.” Byanca tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini, para sahabat juga ada disini.


“Adelard, apa aku sedang bermimpi?” Byanca merasa seperti sedang bermimpi. Byanca sangat menantikan liburan bersama orang tercintanya dan juga para sahabatnya, ia tidak menyangka Adelard memberinya kejutan yang sangat menakjubkan.


“Kau tidak bermimpi sayang.”


“Apa kau bahagia?” Adelard membawa tubuh Byanca untuk menghadap ke arah nya dan memeluk pinggang ramping nya.


“Aku sangat bahagia.” Byanca bahkan sampai meneteskan air mata kebahagiaan nya.


“Terimakasih.” Byanca sedikit berjinjit dan mencium bibir Adelard di depan mereka semua nya.


“Yeayyy.”


Mereka bersorak gembira menyaksikan Adelard dan Byanca saling berpelukan dan berciuman.


“Mereka sangat romantis.” Bisik Stella di telinga Bryan.


“Kita juga tak kalah romantis sayang,” bisik Bryan, kemudian mencium pipi Stella. Stella sangat senang bisa berlibur bersama dengan sahabat-sahabatnya, Byanca dan Angel. Omong-omong mereka bertiga sama-sama saling berpasangan. Byanca dan Adelard, Angel dan Mark, serta Stella dan Bryan.


Byanca tak henti henti nya tersenyum ketika tangan Adelard yang selalu menggenggam nya dengan lembut, Byanca merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia karena memiliki seorang kekasih seperti Adelard. Adelard yang menjadikan Byanca seperti layak nya ratu di kehidupan Adelard.


Didalam hati yang paling dalam, Byanca tidak ingin semua ini berakhir. Ia takut kebahagiaan ini hanya sementara. Byanca takut nantinya Bryan akan membawa wanita yang dia cintai lalu membuang Byanca.


‘Tuhan, tolong jangan biarkan kebahagiaan ini hilang.’ Byanca bersungguh-sungguh berdoa pada Tuhan.