
“Heh mana bisa kayak gitu? Gue nggak setuju kalo kita nggak tidur bareng! Gue mau minta ganti rugi sekarang!”
“Ganti rugi apaan sih, Bang? Nggak usah aneh-aneh deh, sana Bang Ian balik ke kamar aja. Gue mau tidur, kaki juga pegel banget ini kelamaan berdiri tadi.” Usir Retha.
“Sementara suami asik haha hihi sama Wanita lain.” Sindirnya kemudian.
“Masih aja bahas itu, Yang. Gue udah minta maaf juga, besok gue jaga jarak deh. Nggak apa-apa deh misi berlangsung jadi lama kalo mesti jaga jarak yang penting bocil kesayangan gue nggak ngambek. Maaf yah…” ucap Adrian.
“Lagian kan lo juga salah, deket-deket sama Rifki, sama Rae juga, inget udah punya laki."
"Sini mana kakinya yang pegel biar Abang pijitin.” Adrian beranjak duduk dan memijit pelan kaki Retha.
“Nah iya disitu enak Bang.” Meskipun awalnya kesal, lama-kelamaan Retha menikmati pijitan di kakinya.
“Lain kali jangan biarin siapa pun nyentuh kaki lo.” Ucap Adrian.
“Tadi kan si Rifki, Bang. Lagian pijitan Rifki juga enak.” Jawab Retha.
“Pokoknya siapa pun nggak boleh nyentuh lo, kecuali gue. Kalo lo mau dipijit tinggal bilang ke gue aja, lagian gue juga bisa ngasih yang lebih enak dari pijitan si Rifki.”
“Iya-iya, Bang. Jangan ngomong doang coba buktiin!” Jawab Retha. Baginya kesempatan jadi bisa ngemodusin Adrian supaya memijitnya. Jarang-jarang kan, biasanya dirinya terus yang kena modus.
Adrian menurut, memijit betis Retha hingga ke jari jemari kakinya. Retha tampak menikmati pijitna suaminya.
“Tangan juga, Bang. Tadi kelamaan hormat nih.” Retha mengulurkan tangannya.
“Bang tangan Bang, tangan. Kaki udah cukup, udah enakan.”
“Siap laksanakan tuan putri.” Adrian berpindah ke samping Retha dan memijit kedua tangan gadis itu.
“Gue baru tau kalo ternyata Bang Ian bakat jadi tukang pijit, enak banget dah.” Puji Retha.
“Bang Ian ngapain tangannya masuk-masuk ke baju? Udahan tangan sama kaki aja, perut gue nggak perlu. Geli Bang” Protes Retha.
Adrian hanya tersenyum seraya menatap lekat kedua mata Retha, “gue nggak mau cuma kaki sama tangan lo doang yang enak, gue mau bikin semua badan lo jadi enak biar adil.”
"Gitu yah, Bang?" tanyanya polos.
"Iya, sayang. Udah nurut aja sama Abang, tinggal rileks sama nikmatian aja."
“Bang, stop Bang!” Retha mendorong tubuh Adrian yang tak goyah sama sekali di atasnya.
“Bang Ian mau itu?” lagi-lagi Retha menggigit bibir bawahnya.
“Itu apa hm?” Adrian tersenyum teduh, tangannya membelai kening Retha yang mulai berkeringat.
“Jangan takut, kita nggak ngapa-ngapain, cuma kenalan aja hm…” ucapnya menenangkan setelah mengecup kening istrinya.
“Cukup nikmatin kayak tadi, pasrah aja sayangnya gue… percaya sama Abang nggak akan sakit, cuma digesek-gesek dikit aja supaya kenal.”
Retha mengangguk, ia cukup lega mendengarnya. Meskipun di bawah sana si Panjang keras cukup menempel pada miliknya tapi sampai detik ini hanya sebatas itu. Ia Kembali menikmati setiap sapuan lembut bibir Adrian di tubuhnya. Semakin ke bawah, ke bawah dan bawah hingga benda tak bertulang itu membuatnya kian men de sah pasrah, ia bahkan tanpa sadar menekan kepala Adrian supaya berlama-lama bermain di sana.
Adrian tersenyum puas mendapati Retha mencapai klimaknya, gadis itu terengah dengan keningnya yang basah.
“Enak kan, sayang?” Retha tak menjawab, ia hanya menggigit bibir bawahnya. Gelenyar-ngelenyar aneh penuh kenikmatan itu merupan rasa baru untuknya.
Adrian mengecupi seluruh wajah Retha hingga gadis itu tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di leher Adrian.
“Gue kasih full enak buat kesayangnya gue malam ini.” Adrian menatap Retha lembut. Mengambil kedua tangan Retha dan memegangnya dengan erat. Ia terus mengecup lembut gadis itu hingga Retha Kembali pasrah dan menikmati setiap sentuhannya. De sa han pelan yang kelaur dari bibir Retha mengalun indah di telinga Adrian.
“Emh… mh… “
“Bang Ian sak-“ Adrian langsung membungkan bibir mungil Retha dengan mulutnya, de sa han pelan gadis itu berubah jadi jeritan di tengah malam saat dalam sekali hentak Adrian menyatukan milik mereka.
.
.
.
anu gimana nih, enak nggak? 🙈🙈
komentarnya jangan lupa biar aku tau enak apa nggak nya yah?
soalnya aku kan cuma nulis, nggak baca🤭🤭