
"Irham, papa akan mewariskan semua harta papa ke kamu. Tapi dengan syarat." Kata irfan dengan tenanng. Irham yang semula berbunga-bunga mendengar kata-kata papanya seketika terdiam. Syarat? Syarat apalagi ini. Bikin pusing aja. Kalo mau ngasih warisan ya kasih ajalah, ini pake syarat-syarat segala. Kuno. Memangnya ini perjanjian pake acara kasih syarat-syarat. kata irham dalam hati
"Apa syaratnya pa?" Irham pun bicara dengan tenangnya. Karena sejatinya dia adalah orang yang bisa dibilang tanpa ekspresi. Sebenarnya dia dulu adalah orang yang sangat periang dan ramah. Namun itu semua berubah sejak 2 tahun lalu saat dia ditinggal pergi oleh kekasih hatinya. Sejak saat itu dia lebih banyak diam dan sedingin es batu.
"Kamu akan papa jodohkan dengan anak teman papa." Irfan memang berniat menikahkan anak semata wayangnya dengan anak dari temannya. Bukan karena harta atau status sosial, namun karena budi pekertinya.
"Apa? Pa, aku sudah besar. Aku bisa memilih sendiri wanita yang akan kujadikan istri. Aku hanya belum berfikir untuk menikah dalam waktu dekat." Irham yang biasanya tenang kini mulai meninggikan suaranya. Dia merasa papanya terlalu mengekang hidupnya sampai-sampai urusan jodohpun papanya ikut campur.
"Papa ini apa sih? Pake acara jodoh-jodohin irham segala. Biarkan dia menentukan jodohnya sendiri, kita jangan ikut campur." Siska pun ikut bersuara. Dia adalah istri dari irfan yang tak lain adalah ibunya irham.
"Keputusan papa sudah bulat. Kamu akan papa jodohkan dengan anaknya teman papa." Setelah bicara irfan langsung berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan anak dan istrinya yang masih berada diruang keluarga.
"Gimana ini ma? Irham gak mau kalo harus dijodohin ma. Irham bisa memilih calon istri sendiri ma." Irham mengadu dengan mama nya.
"Kamu tenang sayang, nanti mama akan bicara dengan papa kamu. Kamu tenang saja jangan terlalu difikirkan. Lebih baik kamu istirahat, besok kamu harus bekerja kan?" Siska coba menenangkan putra semata wayangnya itu. Sebenarnya siska juga memang berharap kalau putranya segera menikah. Namun dia tidak pernah berbicara sedikit pun tentang pernikahan dengan putranya itu. Dia takut akan melukai hati putra semata wayang nya itu, karena siska tau kalau putranya masih enggan berurusan dengan wanita setelah kepergian kekasih putranya 2 tahun lalu. Sejak saat itu dia tidak pernah lagi menyinggung atau pun berbicara soal wanita dengan putranya.
"Iya ma. Aku istirahat dulu ma. Mama juga istirahat ya ma." Ucap irham sopan. Walaupun irham sangat dingin dan cuek, namun dia sangat menghormati orang yang lebih tua. Irham pun berlalu meninggalkan mama nya di ruang keluarga, irham masuk ke kamar nya dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur nya. Dia menatap langit-langit kamarnya sambil memejamkan mata nya, seketika ingatannya teringat akan Bella kekasih nya dulu
"Hai sayang" sapa bella "udah lama nunggu?"
"Gak kok sayang aku juga baru sampe. jadi mau kemana kita?" Tanya irham kepada bella.
Irham dan bella sudah menjalin hubungan selama 1 tahun semakin hari semakin dekat, bahkan irham sudah berniat mengenalkan bella kepada orang tuanya karena irham sangat menyayangi bella dan berniat menikahinya.
"Gimana kalau ke mall sayang? Aku pengen shopping." ucap bella sambil bergelayut manja ditangan irham dengan manja.
"Ya udah ayok kita berangkat." ucap irham sambil berjalan perlahan. Dia membiarkan bella bergelayut manja ditangannya tanpa risih sedikit pun.
Mereka pun masuk ke dalam mall. Selama di mall mereka berjalan dengan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih.
Irham membelikan apapun yang bella mau, karena bagi irham uang bukan lah masalah dia adalah anak seorang pengusaha yang sangat terkenal. Usaha papa nya memang sudah tidak diragukan lagi kesuksesannya. Bahkan kesuksesan papanya sampai merajai beberapa negara tetangga.
Setelah shopping mereka pun berhenti di salah satu restoran mewah untuk mengisi perut mereka yang sudah meronta minta diisi.
"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya irham kepada bella sambil membuka menu yang disediakan oleh pelayan.
"Samain kayak kamu aja yang." Jawab bella sambil tersenyum ke arah irham
Setelah memesan makanan irham kemudian memberikan kepada pelayan.
Sambil menunggu makanan mereka datang mereka bercengkrama dengan roamntisnya membuat siapapun yang melihatnya pasti iri.
Tidak lama kemudian makanan mereka pun datang dan mereka langsung menyantapnya.
Disaat sedang menikmati hidangan, tiba-tiba irham membuka suara "Yang, kamu tau kan kita udah pacaran 1 tahun" tanya irham sambil menikmati hidangan nya. Bella hanya mengangguk tanda paham sambil terus menikmati makanan nya.
"Aku rasa sekarang saatnya kamu ketemu sama keluarga aku. Aku bakalan kenalin kamu sama mama papa aku yang." Ucap irham dengan peuh harap.
"Kamu kenapa sayang, pelan-pelan dong" ucap irham khawatir sambil menyerahkan minum kepada bella. "Minum dulu yang"
Bella langsung meminum yang diberikan irham sampai habis. "Pelan-pelan yang" Ucap irham khawatir.
"Kamu mau kenalin aku sama keluarga kamu?" Tanya bella memastikan
"Iya sayang. Kita kan udah pacaran 1 tahun aku mau minta restu orang tua aku yang. Aku mau nikahin kamu. Kamu maukan?" Tanya irham penuh harap
"Minta restu? Nikah?" Ulang bella memastikan. Irham hanya mengangguk. "Kamu mau kan yang?" Ulang irham
Bella hanya tersenyum hambar mendengar bahwa irham akan mengajak nya menemui orang tuanya. Karena bella belum siap jika harus menikah diusia nya yang masih muda.
"Besok kita akan bertemu orang tuaku yang. Pulang kerja besok aku jemput kamu kita akan langsung kerumah ku." Terang irham yang lagi-lagi membuat bella hanya tersenyum hambar.
Keesokan harinya seperti yang telah dijanjikan irham, dia akan mengajak bella menemui orang tuanya. Sesampainya di tempat tinggal bella dia terkejut karena menurut pembantunya, bella sudah pergi dari tadi pagi. Bella sengaja tidak memberi tau irham akan kepergiannya karena dia belum siap jika dia harus menikah di usia muda, namun disisi lain dia tidak sanggup jika harus bicara terang terangan irham karena dia tidak ingin melihat irham kecewa. Bella berjanji kepada diri sendiri dia akan kembali kalau dia sudah siap menikah.
Irham yang mendengar berita kepergian bella sangat terpukul. Dengan lesu dia pulang menuju rumahnya.
Setelah kepergian bella irham tidak pernah sekalipun melirik kearah wanita, dia beranggapan bahwa semua wanita itu sama.
"Ahh, kenapa disaat seperti ini aku harus teringat wanita sialan itu." Ujar irham dengan mendengus kesal. Irham pun mengusap-usap wajah nya kemudian dia masuk kekamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi dan bersiap tidur karena badannya terasa sangat letih dengan semua yang terjadi hari ini.
Sementara itu siska yang telah ditinggal putranya, dia masuk ke dalam kamar menyusul suaminya. "Papa ini apa-apaan sih pake jodohin irham segala. Dia itu sudah dewasa pa seharusnya papa tidak menjodohkan putra semata wayang kita itu. Biarkan dia menikah dengan wanita pilihan nya pa. Kita sebagai orang tua harusnya mendukung apa pun yang dilakukan putra kita, bukan malah menjodohkan nya seperti ini. Lagian papa jodohin sama irham sama siapa sih pa? Kenapa papa tidak ngomong dulu sama mama? Memang nya papa anggap apa aku ini pa?" Siska langsung menghujani suami nya dengan beribu pertanyaan. Siska juga merasa kesal terhadap suami nya karena suami nya tidak pernah membicarakan hal ini padanya sebelumnya.
"Kalo nanya itu satu-satu ma. Gimana papa bisa jawab kalo mama nyerocos gitu aja." Irfan menarik nafas dan menghembuskan nya pelan lalu mulai menjelaskan kepada istrinya
"Irham papa jodoh kan dengan anaknya Agung ma. Dan kenapa papa gak bilang soal ini karena papa tau mama pasti gak akan setuju." Jelas irfan
"Jelas mama gak setuju pa. Dia itu gak selevel sama kita pa. Apa kata teman-teman mama kalo mereka tau anak semata wayang kita menikah dengan orang yang biasa-biasa saja? Bisa malu kita pa. Pokoknya mama gak setuju pa, papa harus batalin perjodohan ini pa." Ucap siska tegas dengan nada yang sudah meninggi. Siska tidak habis fikir dengan suaminya, bisa-bisanya suaminya menjodohkan anak semata wayang nya dengan anak seorang yang biasa-biasa saja. Menurutnya anak semata wayang nya itu harus menikah dengan wanita yang selevel dengan keluarganya.
"Sudahlah ma. Papa tidak akan membatalkan perjodohan ini. Keputusan papa sudah bulat, papa akan menjodohkan irham dengan Elsa." Ucap irfan tak kalah tegas. Begitulah irfan, dia memang tidak suka kalau ada yang menentangnya, sifatnya yang keras kepala dan tegas itu membuat siapa pun yang berhadapan dengan nya pasti akan menurut.
Siska hanya diam setelah mendengar perkataan suaminya. Dia hafal betul sifat suaminya kalau suaminya tidak pernah main-main dengan ucapannya. Akhirnya siska memilih tidur karena sebenarnya dia juga sudah mengantuk.
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.
Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya
Terima kasih
Maaf teman-teman jika cerita nya terlalu membosankan karena saya masih dalam tahap belajar:)
Foot note : Untuk yang tulisan miring itu flashback ya teman-teman :)