
Irham pulang kerumah dalam keadaan setengah mabuk. Sesampainya di depan rumah irham membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang telah dibawanya.
Irham melihat elsa tidur di sofa ruang keluarga masih dengan mengenakan pakaian khas pembantu yang diberikan nya.
Irham mendekati elsa yang sedang tertidur.
Dia memperhatikan wajah elsa yang tidur dengan pulasnya. Poni elsa yang menutupi dahinya di tolak ke tepi.
'Apakah aku harus menerimanya sebagai istri? Aku bahkan tidak mengenal dirinya dengan baik. Yang aku tau dia hanyalah gadis yang telah menyelamatkan ku dari kebodohan ku. Sepertinya dia gadis yang baik. Mungkin ini saatnya aku melupakan bella. Setidaknya dia lebih baik dari bella. Aku tidak akan melepaskan mu elsa. Aku akan melindungi mu, dan menjagamu layaknya sepasang suami istri. Aku harus bisa menerima semua ini.' Kata irham dalam hati
Irham mengelus lembut pipi elsa, namun elsa sama sekali tidak bereaksi. Irham perlahan mendaratkan bibirnya ke dahi elsa. Lama irham mengecup dahi elsa.
Elsa yang merasa seperti ada sesuatu menempel di dahinya perlahan membuka mata.
Elsa terkejut karena dia melihat ada sosok yang sedang mengecup keningnya. Sontak elsa mendorong sosok itu dan segera bangun dari tidurnya. Irham terduduk karena dorongan elsa hanya bisa mengerang kesakitan. Elsa lebih terkejut karena yang di tolak nya adalah irham.
"Maaf tuan. Saya tidak tau kalau tadi itu tuan. Saya pikir tadi orang jahat." Kata elsa dengan menundukkan wajahnya. Elsa tidak berani menatap irham karena merasa bersalah dengan suaminya.
"Bantu aku berdiri." Irham mengulurkan tangan nya meminta bantuan elsa.
Elsa melirik uluran tangan irham. Elsa terpaku melihat uluran tangan irham.
"Hey. Apa kamu tidak mau membantu suami mu berdiri?" Tanya irham. "Apa kamu mau menjadi istri yang berdosa karena tidak patuh pada suami?" Sambung irham.
Elsa mendongak menatap wajah irham lalu menggeleng cepat. Elsa menyambut uluran tangan irham dan membantunya bangun.
Irham langsung menarik tangan elsa membuat elsa jatuh dan menindihnya. Karena elsa tidak siap tangan sebelah nya tanpa sengaja mengenai wajah irham, lebih tepatnya pipi irham.
"Awwww." Jerit irham.
Elaa yang menyadari tangan nya mengenai pipi irham langsung berdiri. Wajah elsa berubah pucat karena takut irham akan memarahi nya. Elaa hanya menundukkan pandangan nya tidak berani menatap irham.
"Kamu gimana sih? Aku kan minta tolong kamu bangunin aku, kenapa kamu malah mukul aku?" Irham mengelus pipinya dan pura-pura kesakitan.
"Maaf tuan. Saya ridak ada maksud memukul tuan. Sungguh." Jawab elsa seraya berusaha menahan getaran pada suaranya.
"Kalau tidak sengaja lalu kenapa tangan mu bisa mengenai wajahku?" Irham kemudian berdiri di hadapan elsa.
Elsa yang melihat irham berdiri semakin ketakutan. Elsa meremas jarinya kuat meninggalkan bekas merah dijari tangan nya karena kuat nya remasan pada tangan nya.
"Karena tuan menarik saya tadi." Jawab elsa pelan namun masih bisa di dengar irham.
"Jadi kamu nyalahin aku?"
"Tidak tuan. Saya tidak menyalahkan tuan. Saya yang salah saya minta maaf tuan." Irham tersenyum melihat ketakutan istrinya.
"Kalau aku bicara tatap mata aku." Kata irham lalu mengangkat dagu elsa. Elsa semakin ketakutan. Wajah elsa semakin pucat. Elsa memejamkan matanya tidak berani menatap mata irham yang berdiri didepannya.
"Tuan boleh balas memukul saya jika tuan mau." Kata elsa dengan suaranya yang bergetar.
"Ya tentu saja aku akan membalas pukulan mu. Biar kamu tidak kurang ajar sama tuanmu." Jawab irham santai
Elsa menyipitkan mata kirinya bersiap menerima pukulan irham. Lama elsa menanti namun pukulan itu tak kunjung datang.
Irham hanya tersenyum melihat istrinya semakin ketakutan.
CHUP!!
Irham mengecup pipi elsa.
Elsa yang terkejut dengan kecupan irham spontan membuka matanya. Dia melihat irham sedang tersenyum ke arah nya.
"Jangan takut. Aku suami mu. Aku tidak akan pernah memukul ataupun menyakitimu." Irham mengelus pipi elsa lembut.
Elsa hanya terdiam mendengar ucapan irham.
Elsa membeku seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Elsa mencubit pipinya sendiri.
"Aww sakit." Rintih elsa. 'Aku tidak sedang bermimpi kan?' Batin elsa.
"Ini bukan mimpi." Ucap irham lalu mengecup dahi elsa. Elsa tertegun. Masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Elsa memberanikan diri menyentuh dahi irham. 'Tidak demam. Tapi kenapa dia jadi seperti ini?' Batin elsa
"Aku tau apa yang kamu pikirkan. Mungkin aku setengah mabuk namun aku masih sadar.
Aku akan coba menerima mu sebagai istriku begitu juga dirimu. Kamu harus coba menerima aku sebagai suami mu." Irham menarik elsa ke dalam pelukan nya dan memeluk nya erat.
DEG!!
Jantung elsa berdegub lebih cepat dari biasanya. Elsa tidak membalas pelukan irham namun tidak juga melepaskan nya. Irham semakin erat memeluk elsa mencoba memberi elsa kenyamanan. Elsa yang mulai merasa kehangatan di pelukan irham akhirnya membalas pelukan irham. Irham tersenyum karena istrinya membalas pelukan nya.
Cukup lama mereka berpelukan, irham perlahan melepaskan pelukannya.
"Aku mungkin bukan laki-laki yang baik. Tapi aku ingin berubah menjadi lebih baik. Untuk itu aku ingin kamu membimbing ku. Aku mau kamu selalu ada disisiku." Ucap irham dengan sungguh.
"Kemana cincin mu?" Irham mengerutkan dahi setelah melihat cincin nya tidak tersemat di jari elsa.
"Saya melepaskan nya tuan. Tadi saya habis mencuci piring. Saya takut cincin nya kotor." Elsa memberi alasan karena sebenarnya dia tidak ingin mengenakan cincin pernikahan itu.
"Berhenti memanggilku tuan. Aku suami mu." Titah irham
"Iya suamiku." Jawab elsa
"Ambil cincin mu dan segera kembali kesini."
Elsa bergegas mengambil cincin yang diletakkan nya di dalam lemari.
Elsa menyerahkan cincin itu ke tangan irham.
Irham mengambil cincin itu dan langsung memakaikan nya di jari manis elsa.
"Untuk yang satu ini. Apapun yang terjadi di antara kita nanti, aku tidak ingin kau melepas cincin ini kecuali aku yang meminta." Kata irham
Elsa hanya mengangguk.
Irham kembali memeluk elsa yang sedari tadi hanya diam berdiri bagai patung.
"Elsa, be my wife." Bisik irham di telinga elsa.
Elsa balas memeluk irham. Elsa mendaratkan kepalanya di dada bidang milik irham.
Irham mengecup lembut rambut elsa lalu terdengar isak tangis elsa yang berada di pelulan nya.
Irham melonggarkan pelukannya dan menghapus airmata elsa yang jatuh berderai.
"Jangan pernah kamu menangis lagi. Aku tidak sanggup jika melihatmu menangis." Lagi-lagi irham mengeluarkan kata-kata manis. Elsa semakin terisak mendengar kata irham.
Irham mengecup kening elsa
"Sudah hentikan. Aku lelah sebaiknya sekarang kita tidur." Irham menarik tangan elsa masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di kamar irham merbahkan dirinya di tempat tidur. Sedangkan elsa masih berdiri mematung di ambang pintu kamar.
"Kemarilah." Irham menepuk sisi sebelah tempat nya mengajak elsa untuk tidur satu ranjang dengan nya.
"Tidak usah mas. Aku tidur di sofa saja." Ucap elsa berjalan menuju sofa.
Irham bangun dari tidurnya dan berjalan menuju sofa dan duduk di samping elsa.
"Elsa aku kedinginan." Rayu irham seraya melabuhkan tangannya di pundak elsa.
"Itu kan ada selimut mas. Mas pake selimut aja." Tolak elsa seraya menurunkan tangan irham dari pundak nya.
"Elsa lah selimut mas." Tanpa basa basi irham menggendong tubuh elsa dan langsung membaringkan nya di tempat tidur.
"Aku tidak akan meminta hak ku sebagai suami kalau kamu belum siap. Aku akan memintanya kalau kamu sudah siap. Tapi untuk malam ini aku ingin kamu menemani ku disini." Ucap irham setelah membaringkan tubuhnya di sisi elsa.
Elsa hanya diam tanpa mengeluarkan suara.
Irham menarik kepala elsa lalu di letakkan di tangan nya sementara tangan yang satunya memegang pinggang elsa.
Irham mengecup lembut kening elsa
"Selamat malam sayang." Bisik irham lembut di telinga elsa.
Elsa tertegun namun dia tidak menolak nya.
Elsa membiarkan dirinya dipeluk oleh orang yang telah menganggap dirinya sebagai seumber penderitaan nya.
Malam semakin larut dan entah sejak kapan kini giliran elsa yang memeluk irham.
Irham yang tersadar dengan pelukan elsa tersenyum lalu mengecup lembut kening elsa.
'Elsa Be My Wife.' Bisik irham lalu melanjutkan perjalanan nya ke alam mimpi.
Saya mohon maaf karena keterlambatan update. Insya allah mulai besok saya akan usahakan 2 hari sekali untuk update.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah support saya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk saya.
#MrCo
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.
Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya
Terima kasih