Be My Wife

Be My Wife
PERJODOHAN



Tepat jam 8 malam elsa tiba dirumah orang tuanya. "Assalamualaikum." Salam elsa ketika memasuki rumah orang tuanya.


"Waalaikumsalam warohmatullah." Jawab umi abi serentak. Elsa kemudian masuk ke dalam rumah terus menyalami tangan kedua orang tuanya. "Baru sampe kamu nak. Gimana selama diperjalanan?" tanya abi. "Alhamdulillah bi lancar." jawab elsa sopan.


"Ya sudah ayo kita makan malam, kamu pasti lapar kan sayang?" Tanya umi. Elsa hanya menjawab dengan menganggkan kepala.


Setelah selesai makan malam mereka berbincang di ruang keluarga sambil menonton televisi. "Dimas sama tina dimana mi? Kok dari tadi gak keliatan?" Tanya elsa setelah menyadari kalau dari tadi dia belum melihat kedua adiknya tersebut.


"Dimas nginep dirumah temannya kalo tina dia sudah tidur lepas magrib tadi mungkin kecapean abis kerja kelompok tadi." Terang umi. Elsa hanya manggut-manggut tanda paham namun dalam kepalanya dia masih terfikir apa alasan orang tuanya menyuruhnya pulang secara mendadak.


"Abi, sebenarnya ada apa? Kenapa sampe elsa disuruh pulang secara mendadak?" Tanya elsa kepada abinya.


Abi hanya tersenyum kemudian berkata "Ini sudah malam sebaiknya kita istirahat saja dulu, besok ada tamu." Jawab abi sambil memberikan clue.


"Tamu? Siapa bi? Terus apa hubungannya tamu itu sama elsa?" Tanya elsa yang terlihat kebingungan setelah abinya bilang bahwa besok ada tamu. 'Lagipula kalaupun ada tamu apa hubungannya denganku?' fikir elsa


"Sudah istirahat saja dulu. Besok kamu juga tau kok." Lagi-lagi umi menjawab dengan senyum yang tidak dapat dimengerti oleh elsa.


"Ayo mi kita istirahat, besok kita akan kedatangan tamu jadi besok kita harus terlihat segar." Kata abi dengan kembali tersenyum sambil menarik tangan umi nya menarik ke kamar meninggalkan elsa yang termanyun di tinggal sendiri di ruang keluarga.


Di dalam kamar elsa tidak dapat tidur, fikirannya kembali teringat akan kedatangan tamu besok. Otak nya berfikir keras memikirkan siapa tamu yang dimaksudkan abinya tersebut. 'Ah ngapain juga difikirin, besok juga ketemu sama orangnya.' Batin elsa. Dia pun memilih tidur daripada harus repot repot membuang tenaga untuk memikirkan tamu yang akan datang esok hari.


Dalam hitungan menit elsa sudah terbuai di alam mimpi. Di dalam mimpi dia bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal dan laki-laki itu mengajak nya pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Orang tua elsa pun hanya tersenyum sambil melambaikan tangan kearah elsa. Elsa yang terkejut dengan kejadian itu segera membuka matanya. 'Huft untung cuma mimpi, tapi siapa laki-laki itu?' Batin elsa. Elsa melirik jam di hp miliknya menunjukkan pukul 3.30 pagi langsung bangun dan menunaikan sholat tahajjud yang memang sudah menjadi kebiasannya setiap malam. Elsa memang sudah biasa bangun untuk sholat tahajjud karena menurutnya dengan sholat tahajjud semua urusannya terasa lebih mudah. Biasanya setelah tahajjud elsa akan mengaji sambil menunggu adzan subuh krmudian menunaikan sholat subuh lalu kemudian dia akan membantu umi menyiapkan sarapan.


Elsa memang sudah terbiasa dengan pekerjaan dapur, karena menurut nya wanita secantik apapun jika tidak mengerti urusan dapur maka wanita tersebut belum bisa menjadi menantu idaman. "Mi nanti jam berapa tamu nya dateng?" Tanya elsa di sela kesibukan nya. "Mungkin ba'da dzuhur mereka baru sampai." Jawab umu tanpa menoleh kearah elsa. "Emang siapa sih mi tamu nya? Elsa jadi penasaran deh?" Tanya elsa lagi.


"Nanti juga kamu tau sendiri kok, Kamu yang sabar ya." Ledek abinya yang tiba-tiba sudah berada di dapur langsung berdiri di samping istrinya kemudian memberi isyarat kalau istrinya tidak boleh memberi tau putrinya tentang tamu yang akan datang. Umi hanya menganggukkan kepala tanda setuju.


"Ih apa sih abi ikut ikut aja." Jawab elsa dengan cemberut. "Udahlah elsa mau ke kamar aja." Rajuk elsa sambil berlalu ke arah kamarnya.


Umi dan abinya hanya terkekeh melihat kelakuan manja putrinya


"Bi apa bener yang akan kita lakuin ini bi?" Tanya umi yang masih ragu akan keputusan suaminya yang ingin menjodohkan putri sulungnya dengan ank dari temannya.


"Insya allah abi yakin mi. Kita berdoa saja semoga pilihan kita ini diridhoi ALLAH SWT." Jawab abi dengan mantap


"Amiinn" Umi hanya mengaminkan doa suaminya.


"Assalamualaikum" Tiba-tiba terdengar salam dari arah pintu depan.


"Siapa itu bi?" Umi bertanya pada abi keheranan. Abi hanya menggeleng


"Biar abi liat sebentar ya mi." Pamit abi kepada umi. Umi hanya mengangguk


"Waalaikumsalam" Jawab abi sambil membuka pintu.


"Ah bisa aja kamu fan, mari masuk." Agung mempersilahkan irfan masuk ke dalam rumahnya.


"Silahkan duduk." Lawa agung ramah pada irfan. "Oh ya fan kamu mau minum apa biar disiapin istriku." Tawar agung ramah


"Apa saja gung asal jangan kamu kasih garam di minumanku." Ejek irfan.


"Masih ingat saja kamu fan." Kemudian keduanya tertawa


"Saya tinggal ke belakang sebentar ya fan, manggil istri saya." Pamit agung ramah pada irfan yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh irfan.


Tak lama kemudian agung sudah kembali ke ruang tamu bersama istri dan anak bungsunya.


"Kenalkan ini Ranti istri saya dan ini anak bungsu kami tina." Agung memperkenalkan ranti pada irfan.


"Saya irfan dan ini istri saya siska dan ini anak semata wayang kami Irham ." Giliran irfan yang memperkenalkan keluarganya pada agung dan istrinya.


"Mi panggil elsa, dan bilang kalau tamunya sudah sampai." Ranti hanya akur dan langsung menuju kamar putri sulungnya


Tidak berapa lama ranti pun kembali dengan diiringi elsa di belakangnya.


"Dan ini putri sulung saya elsa." Agung pun memperkenalkan elsa.


Elsa hanya merapatkan tangan di depan dada nya sambil menundukkan pandangannya.


Elsa duduk di sebelah umi nya sambil terus menundukkan pandangan nya.


Irham yang duduk disebelah papanya menatap tajam ke arah Elsa. 'Kayak pernah liat ni cewek, tapi dimana ya?' batin irham 'Oh kamu rupanya, akhirnya kita bertemu lagi' irham berkata dalam hati dan hanya memberikan tersenyum simpul namun disertai tatapan mata tajam yang seakan siap untuk menerkam mangsanya.


"Baiklah karena semua sudah ada di sini, saya langsung saja menyampaikan hajat saya datang kemari." Irfan mulai bersuara. Jadi maksud kedatangan kami kesini kami ingin mejodohkan putra semata wayang kami dengan putri sulung mu gung." Sambung irfan


Elsa yang mendengar itu sontak kaget.


Wajahnya yang tadinya ceria dan berseri-seri kini berubah jadi sedikit pucat, bukan karena deman namun karena terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


'Menjodohkan' ulang elsa dalam hati nya.


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.


Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya


Terima kasih