Be My Wife

Be My Wife
Azab



Retha duduk sendiri di ruang tamu, sepulang jalan-jalan tadi ia langsung pulang ke apartemen setelah Rifki mengantarnya ke rumah Mama Freya, tujuan hanya satu yakni ingin cepat-cepat bertemu suaminya. Akhir-akhir ini ia memang senang sekali menghabiskan waktu Bersama Adrian, mereka sedang berada di fase dunia milik berdua yang lain tak dianggap.


Berharap sampai rumah bertemu Adrian nyatanya nihil, lelaki itu belum tiba di rumah. Meski tau jika Adrian akan lembur tapi ia tak menyangka jika sampai lewat magrib saja suaminya belum pulang, padahal dia sudah niat sekali ingin masak Bersama untuk makan malam.


“Lama banget dah Bang Ian, tau gini tadi nggak buru-buru pulang. Di rumah Cuma sendirian.” Gumam Retha sambil mengganti tayangan layar lebar di hadapannya.


Retha melemparkan remote televisi secara asal, lantas merebahkan diri di sofa. Puluhan gambar bahkan video suami halunya yang kini berlalulalang di televisi nyatanya tak bisa mengalihkan pikirannya dari Adrian.


“Bang Ian nih lembur apa mau nginep di sekolahan sih!”


Retha beralih mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Adrian. Lelaki itu menjawab jika saat ini dirinya sedang dalam perjalan pulang, tak lupa dia juga menanyakan barangkali dirinya ingin dibelikan sesuatu.


Retha beranjak dari sofa begitu mendengar pintu terbuka. Ia langsung menghampiri Adrian dan menyalami suaminya. “Aku kira Bang Ian mau nginep di sekolahan.”


“Nggak lah, sayang. Kalo Abang nginep di sekolahan ntar kesayangan Abang ini nggak bisa bobo, kehilangan guling.” Ledeknya.


Ck! Retha berdecak lirih. “Paling juga Bang Ian tuh yang nggak bisa bobo kalo nggak bareng aku.” Ejek Retha.


“Bang Ian bawa apa itu?”


“Sate, kamu belum makan malam kan?” Retha menggeleng.


“Ayo makan, biar Abang temenin.” Adrian menggandeng Retha ke meja makan dan menyiapkan makanan untuk gadis itu.


“Bang Ian nggak makan?” tanya Retha.


“Abang udah makan.” Jawab Adrian, “tadi jalan-jalan kemana aja?”


“Ke Mall biasa yang waktu itu aku mergokin Bang Ian sama bu Astri, tapi tadi aku nggak liat Bang Ian, berarti Bang Ian beneran lembur di sekolah yah?”


“Jangan-jangan lembur di sekolahnya sama bu Astri yah?” lanjutnya.


“Ke kantor Papa apa ke kantor Papa?” tanya Retha penuh selidik.


“Beneran ke kantor Papa, sayang. Kalo nggak percaya tanya aja sama Agus, orang tadi Abang aja makan malam bareng Agus. Kalo perlu kamu cek juga sekalian CCTV kantor Papa.” jawab Adrian.


"Please jangan ngajakin ribut, Abang lagi nggak mood. Abis kena ceramah panjang lebar dari Papa." imbuhnya.


“Iya-iya Bang, maaf.” Jawab Retha. “Kalo aku sama Rifki tadi nyari kado.” Lanjutnya.


Adrian mengerutkan keningnya, “Berdua doang sama Rifki? Tadi izinnya mau pergi bertiga sama Tanesha.”


“Iya tadinya bertiga Bang, tapi pas mau otw tiba-tiba Tanesha ada keperluan mendadak, jadi aku cuma berdua sama Rifki.” Jawab Retha. “udah gitu kita kena tilang tadi Bang. Kan aku nggak pake helm.” Lanjutnya sambil tertawa hingga tersedak.


“Bang, air Bang.” ucap Retha tak jelas.


Adrian tak menanggapinya dengan malas, ia mengambilkan air begitu lambat.


“Lama Banget ih, nggak liat apa istri kesayangannya tersiksa. Keselek.” Protes Retha setelah meneguk air setengah gelas.


“Syukurin. Azab itu buat istri nakal, izinnya bertiga taunya berdua doang.” Ketus Adrian.


.


.


.


tahan dulu gaes!


like sama komen dulu sebelum lanjut.