Be My Wife

Be My Wife
MALAM PERTAMA



Jarum jam menunjukkan pukul 4 pagi. Tidur elsa terganggu karena irham terjatuh dari tempat tidur dan menindih nya.


"Astagfirullah." Elsa menolak tubuh irham kesamping. Irham tidak bergeming.


'Ish ini orang tidur atau ngapain sih? Masa bisa jatuh dari ranjang.'


"Mas bangun mas, badan aku sakit kalo mas tindih gini." Elsa coba membangun kan irham sambil berusaha menyingkirkan irham yang masih menindih nya.


Irham menggeliat. Elsa terkejut karena kini wajah irham sangat dekat dengan telinga kanan nya. Kini elsa bisa merasakan hembusan nafas irham yang membuat nya merinding.


Elsa memejam kan mata nya. Dia menarik nafas dalam dan berusaha mengatur nafas nya kembali katena dia tidak pernah berada sedekat ini dengan laki-laki sebelumnya.


"Mas bangun mas." Elsa masih berusaha membangun kan irham namun usaha nya sia sia karena tubuh irham jauh lebih besar dari tubuh nya.


"Mas bangun mas. Kalo mas gak bangun aku tendang mas ke bawah kasur." Ancam elsa dengan suara yang mulai meninggi. Irham bergerak turun dari tubuh elsa dan memberi elsa ruang untuk membenarkan posisi tidur nya. Belum sempat elsa bangun dari tidur nya, tiba-tiba irham merangkul elsa dengan erat.


Elsa terkejut karena ulah suami nya, berusaha melepaskan rangkulan irham. Namun usaha nya sia-sia.


Mata irham masih terpejam, namun tenaga yang ada di tubuh nya tidak pernah padam.


Elsa sudah tidak berdaya lagi menolak tubuh irham akhirnya merelakan diri nya di peluk oleh suami nya. Karena masih merasa lelah akhirnya elsa tertidur kembali.


Handphone elsa yang memang telah terpasang alarm ketika masuk waktu sholat berbunyi tepat di samping telinga irham. Irham yang tertidur lulas tidak menghiraukan dan tetap tertidur. Elsa membuka mata, hp yang terletak di belakang irham coba di ambil namun tidak sampai.


Wajah irham yang berada tepat di depan wajah nya di perhatikan elsa. Lama elsa merenung wajah suami nya, lalu terlintas kembali kejadian 2 tahun lalu disaat dia menyelamatkan irham dari usaha nya untuk bunuh diri.


Elsa tersadar dari lamunan nya kemudian berusaha membangun kan irham.


"Mas bangun mas, udah subuh." Pelukan irham masih tidak terlepas sejak pukul 4 tadi.


"Bangun mas." Panggil elsa lebih kuat.


Karena tidak mendapat jawaban dari suami nya elsa menggigit leher irham karena hanya itu saja yang berada dalam jangkauan nya. Jantung nya yang berdegub kencang di tahan nya.


"Ahhh, sakit." Keluh irham. Matanya masih terpejam hanya tangan kanan nya yang bergerak memegang leher yang basah karena gigitan elsa.


"Lepasin elsa." Kata elsa perlahan. Mata irham terbuka lebar, irham terkejut karena wajah istri nya berada tepat di depan wajah nya.


Irham kaget namun dia masih bisa mengendalikan nya. Irham merenung wajah elsa, irham terpukau akan kecantikan istri nya. Irham menggerakkan tangan nya menyentuh pipi elsa lembut, tiba-tiba irham tersadar dari lamunan nya.


Tubuh elsa ditolak kasar. "Lu kenapa meluk-meluk gua?" Marah irham lalu beranjak bangun dari tidur.


"Siapa yang peluk siapa. Mas irham yang meluk elsa. Mas irham yang tidur di samping elsa dan langsung meluk." Jelas elsa pelan seraya bergerak mematikan alarm hp nya.


Irham memandang sekeliling. Malu menerpa diri nya. Irham meraba leher nya dan merasa sedikit perih ketika disentuh.


"Kenapa leher gua?" Soal irham sambil memegang leher nya.


Elsa ragu untuk menjawab pertanyaan suami nya. Dia takut suami nya marah karena ulah nya, tapi tidak seharusnya dia merahasiakan hal itu.


"Elsa gigit leher mas irham. Soal nya tadi mas irham elsa bangunin tapi gak bangun-bangun." Elsa menjelaskan sambil menunduk karena takut jika suami nya marah.


Irham tercengan mendengar jawaban elsa. 'Gigit?!'


Irham menarik tubuh elsa, rambut yang menutupi leher elsa di alihkan. Leher elsa menjadi mangsa, bukan hanya di gigit tapi irham juga meninggalkan bekas. Lovebite!


Elsa terpana atas tidakan irham. Elsa menelan air liur. Irham terlihat tersenyum puas setelah melakukan itu.


"Jangan lupa pake jilbab lo pas keluar nanti. Jangan terlalu menunjukkan bekas itu." Pesan irham sebelum masuk ke kamar mandi.


Wajah elsa sontak berubah merah karena malu, sambil masih memegang leher nya.


Irham masuk ke dalam kamar mandi kemudian melihat leher nya yang digigit elsa.


Irham membasuh bekas gigitan itu namun hasil nya tetap sama.


Irham mendengus kesal lalu keluar dari kamar mandi masuk ke dalam kamar.


"Eh sini lo." Elman mengacungkan telunjuk nya oada elsa yang sedang membereskan tempat tidur. Elsa menghampiri suami nya, namun seketika tubuh elsa di tarik kembali ke arah tempat tidur.


'Kenapa sih ini orang? Tadi nyuruh aku kesana. Sekarang malah ditarik kesini lagi. Bikin ribet aja.' Kata elsa kesal dalam hati.


Irham duduk di tepi kasur. Elsa yang berdiri di hadapannya di renung nya tajam. Irham menarik nafas dalam.


"Buat lovebite di leher gua yang lo gigit tadi." Arah irham. Elsa yang mendengar nya mundur ke belakang dengan kepala nya menggeleng menolak perintah irham.


"Cepetan." Gesa irham. Elsa ragu-ragu untuk melakukan nya. Dia coba mengelak.


"Memang nya buat apa?" Elsa masih coba mengindari permintaan suami nya.


"Lo mau orang liat bekas gigitan lo? Daripada bekas gigitan mending lovebite. Tapi kalo lo gak malu gak pa pa, gua bisa aja turun dengan bekas gigitan ini. Biar lo keliatan lebih WILD." Ujar irham dengan memberi penekanan pada kata wild dengan hanya tersenyum sinis.


Elsa menarik nafas dalam, kepala nya sedikit ditunduk menatap irham. Elsa merapatkan wajah nya ke leher irham dengan memejamkan matanya, lama elsa mendaratkan bibirnya di leher irham. Irham yang merasa detak jantungnya tidak beraturan sontak menarik elsa ke dalam pelukan nya dan terbaring di tempat tidur.


Elsa jatuh menindih irham namun dengan sigap tangan elsa menahan tubuh nya agar tidak terlalu menindih irham.


"Kenapa dulu kamu menyelamatkan ku?" Tanya irham tiba-tiba. Elsa terkejut dengan pertanyaan elsa.


"Takut." Jawab elsa menatap wajah irham


"Kenapa kau takut?"


"Karena aku gak mau ada orang yang menyia-nyiakan hidupnya." Jawab elsa pelan


"Kau cinta padaku?" Tanya irham mengalihkan pembicaraan.


Elsa menatap irham bingung. Merasa dirinya di permainkan langsung menarik tubuhnya yang menindih irham. Namun pelukan irham yang tadi sempat longgar kini di eratkan nya kembali membuat elsa terjatuh dan kembali menindih irham.


Bibir elsa dan bibir irham bertemu, elsa yang kaget dengan perlakuan irham hanya mampu memejamkan matanya.


Sepi. Suasana di dalam kamar senyap seketika. Irham merasa sesak nafas, detak jantung nya tak beraturan namun dia tidak melepaskan pelukan elsa yang kini sedang menindih nya. Irham coba menikmati bibir mungil elsa, irham melakukan nya dengan lembut. Elsa yang tidak tau apa-apa hanya diam tanpa bergerak. Jangan tanya seperti apa rupa wajah elsa, wajah nya kini sudah sangat merah seperti kepiting rebus.


Merasa tidak mendapat balasan dari sang istri, irham melepaskan pelukan nya dan perlahan menyentuh pipi elsa dan mengangkat wajah elsa. Elsa masih memejamkan matanya. Irham kembali merenung wajah elsa yang kini telah memerah, tiba-tiba irham tersadar atas apa yang telah dilakukan nya. Ilham menolak tubuh elsa ke samping dan bergegas masuk ke kamar mandi meninggalkan elsa di dalam kamar.


Udah ah jangan di terusin. Takutnya author nya kebablasan :)


Mohon maaf kalau masih banyak typo dan kesalahan yang lain karena saya masih belajar


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.


Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya


Terima kasih