Be My Wife

Be My Wife
Kurang sajen



Bu Astri masih terpaku di tempatnya berdiri.


“Saya memang pacaran sama Retha. Dia anaknya lucu, bikin gemes.”


“Saya emang pacaran sama Retha. Dia anaknya lucu, bikin gemes.”


Jawaban Adrian terus berputar berulang kali di dalam kepala Bu Astri, membuat mood pagi hari cerah cerianya hilang seketika. Gosip Retha mengaku sebagai orang yang dekat dengan Adrian memang sudah berhembus sejak akhir pekan lalu dimana anak-anak mulia gencar membicarakan hal itu. Namun baginya pantang mundur apalagi Retha itu hanya bocah kemaren sore yang senang membuat onar. Bisa diakui gadis itu cukup cerdas bahkan dipelajaran yang ia ampu pun merupakan salah satu siswa kesayangannya karena karya seni gadis itu di atas rata-rata, terutama goresan gambar yang dibuat Retha tak pernah membuat Bu Astri kecewa.


Padahal di rumah tadi Bu Astri bangun pagi-pagi sekali dan menyempatkan diri membuat bekal untuk Adrian, berharap filosopi dari makanan lanjut ke hati dan perasaannya akan terbalas justru kandas. Dan sialnya kenapa meski kalah saing dengan siswanya sendiri? Padahal guru-guru muda lainnya sudah mundur teratur saat ia memperingkatkan mereka supaya tak mendekati Adrian jika ingin berkarir dengan aman di sekolah ini. Hanya menyisakan ibu-ibu hamil yang suka nimbrung di sekitar Adrian karena berharap anak mereka setampan guru olahraga itu.


“Wah Bu Astri kenapa pagi-pagi udah cemberut aja nih?” sapa Pak Samsul. Guru senior dengan kumis baplang itu memang senang sekali menggoda Bu Astri.


“Ikut olahraga sama saya aja yuk bu biar nggak muram gitu wajahnya. Sayang loh cantik-cantik tapi nggak bersinar. Masa kalah sama matahari?” ledeknya.


“Kita ke kelas saja Pak Samsul jangan ganggu Bu Astri, kayaknya mood nya lagi jelek.” Sela Bu Lia.


“Diganggu dikit yah nggak apa-apa dong Bu Lia, mumpung Pak kepala sedang tidak ada di sekolah.” Jawab Pak Samsul.


“Hush nggak boleh gitu pak.” Ucap Bu Lia sambil mengelus perutnya yang besar.


“Mari Bu Astri, kami ke kelas dulu.” Lanjutnya.


“Oh iya Bu, saya turut prihatin yah ternyata Pak Haidar udah punya Retha. Ibu yang sabar yah, masih banyak kok guru muda selain Pak Haidar.” Ucapnya sebelum pergi. Bu Lia dan Pak Samsul terbawa senang di luar ruang guru, akhirnya si guru anak kepala sekolah itu tak mendapatkan apa yang ia mau.


“Puas banget Bu Lia ketawanya? Katanya prihatin tapi ngetawain.” Tanya Pak Samsul.


“Gitu deh kalo apa-apa maunya menang sendiri, selalu pake jalur khusus mentang-mentang anak kepsek, giliran kayak gini pasti banyak yang ketawa ngeliatnya.”


Pagi itu Bu Astri benar-benar tak fokus mengajar, bawaannya ingin memarahi Retha dan memberi pelajaran gadis itu supaya menjauh dari Adrian, tapi sayang hari ini ia tak ada jadwal di kelas Retha.


“Kalian ini sudah ibu bilangin pas nambah warna putih harus sama takarannya setiap step supaya gradasi warnanya dapat. Kalo seperti in jadi jomblang, gradasinya tidak halus, terlalu jauh.” Bu Astri jadi misih-misuh tak jelas di kelas, kelompok yang memasukan takaran warna salah saja jadi kana semprot, padahal tinggal tambah warna senada yang lumayan banyak juga bisa jadi lebih baik, meski pemborosan cat air jadinya tapi gradasinya akan tetap terlihat bagus.


“Lanjutkan sampai jam pelajaran ibu habis. Masih ada sisa waktu lima belas menit, jangan keluar kalo bel istirahat belum berbunyi.” Bu Astri berlalu meninggalkan kelas. Siswa siswi lantas menertawakannya setelah guru itu menjauh.


“Kayaknya Bu Astri kurang sajen yah hari ini? Makanya marah-marah terus.”


“Lo kira guru kita se tan pake sajen segala?”


“La dia ngamuk-ngamuk nggak jelas, aneh. Salah dikit doang ngamuknya lama, padahal kan udah biasa kita suka salah-salah. Apa PMS gitu yah?”


“Yang jelas kurang belaian kali gaes, kan jomblo.” Sambung lainnya. Maklumlah siswa siswi zaman sekarang, apa pun yang terjadi selalu bisa jadi bahan candaan bagi mereka. Itulah mengapa seorang guru dituntut profesional, entah sedang dalam mood yang baik maupun sebaliknya, tak boleh memperlihatkannya pada siswa, apalagi sampai mempengaruhi kegiatan pembelajaran.


.


.


.


📢📢📢like sama komen dulu sebelum lanjut gaes📢📢📢📢