
Setelah mendengar kabar bella dari randi entahh mengapa irham merasa sesak didadanya lalu memilih pergi meninggalkan randi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Randi hanya bisa melihat kepergian irham tanpa mencegahnya. Dia bisa merasakan apa yang irham saat ini rasakan.
Randi mengeluarkan hp nya dan menelfon seseorang.
"Hallo bel? Gua udah lakuin apa yang lo mau sekarang dia udah pergi entah kemana. Sekarang transfer bagian gua." Tanpa menunggu jawaban randi memutuskan sambungan telfon.
'Maafin gua ham.' Ucap randi pelan menyesali apa yang telah dia katakan.
Bella tersenyum mendengar penjelasan randi.
Setelah mentransfer sejumlah uang kepada randi bella lalu bersiap pergi. Bella sudah tau kemana tujuan irham ketika irham sedang badmood.
Danau hijau. Itu adalah tempat favorit irham untuk menenangkan diri dari masalah yang menimpa dirinya.
Bella melajukan mobilnya menuju danau hijau , dan benar setibanya bella disana sudah ada mobil terparkir tidak jauh dari lokasi danau. Bella sangat yakin kalau orang yang dia lihat berdiri di tepi danau itu adalah irham.
Bella berlari menghampiri orang tersebut dan langsung memeluk dari belakang.
"Aku kangen banget sama kamu irham. Kamu tau kalo aku selama ini pergi karena aku menyelesaikan kuliah aku di jerman. Maaf karena aku gak bilang tentang hal ini sama kamu. Aku tau kamu gak akan ngijinin kalo aku minta izin sama kamu, makanya aku perginya gak bilang-bilang sama kamu." Bella semakin mengeratlan pelukan nya, meluapkan semua kerinduan yang selama ini terpendam.
Rizko terdiam karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Dia tidak menolak nya, mungkin orang ini sedang butuh seseorang untuk menemaninya fikir rizko. "Sayang kamu kok diem aja sih? Emang kamu gak kangen sama aku?" Bella semakin mengeratkan pelukannya.
"Akhhh. Meluk nya pelan-pelan dong." Rizko membuka suara karena eratnya pelukan bella membuatnya sulit bernafas
Bella membulat mata. 'Ini bukan suara irham. Aduh kenapa bisa gini sih' gerutu bella.
Bella perlahan melepaskan pelukan nya, muka memerah karena menahan malu. Bella tidak berani menatap wajah orang tersebut.
"Udah? Gak mau meluk lagi?" Goda rizko pada bella.
Bella mengangkat wajahnya perlahan membersnikan diri menatap orang yang telah dianggap nya irham.
Rizko tersenyum manis ke arah wanita di depan nya. Wajah bella semakin memerah setelah melihat rizko tersenyum kearahnya.
Bella merasa tidak nyaman dengan senyum rizko akhirnya mebuka suara
"Maaf mas saya salah orang." Kata bella pelan lalu hendak beranjak meninggalkan rizko.
"Eits, tidak semudah itu." Rizko menarik tangan bella yang mau meninggalkan nya membuat bella kembali jatuh dalam pelukan nya. Rizko mengeratkan pelukan nya.
Bella menlan air liur karena wajahnya mendarat tepat di dada bidang milik rizko. Bella dapat mendengar detak jantung rizko yang berdegub kencang. Bella berusaha melepaskan pelukan nya namun semakin dia menolak, semakin rizko mengeratkan pelukan nya.
Merasa tidak ada lagi perlawanan, rizko perlahan melepaskan pelukan nya.
"Rizko." Ucapnya memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangan nya.
"Kamu lagi kangen sama seseorang?" Rizko penasaran.
"Iya tadi aku kira tadi itu kamu orangnya, taunya aku salah." Bella masih merutuki dirinya karena kelakuannya.
"It's okay. Aku juga lagi butuh seseorang untuk menemaniku disini." Jawab rizko santai matanya menatap lurus ke arah danau.
Rizko menarik tangan bella mengikuti langkahnya.
"Kenapa kamu menarikku?"
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu." Bella mengikuti langkah rizko dengan wajah cemberut.
"Jangan cemberut terus. Ntar cantiknya ilang." Goda rizko
"Biarin. Lagian siapa juga yang mau ngobrol sama kamu." Jawab bella ketus masih dengan wajah yang cemberut.
"Anggep aja kamu nemenin aku untuk membayar pelukan mu yang salah sasaran."
"Tapi kan tadi kamu meluk aku juga, jadi impas dong." Bella bersikeras untuk pergi meninggalkan rizko.
"Kita belum impas. Kamu tadi meluk aku dari belakang dan aku meluk kamu dari depan. Jadi kalo kamu mau impas aku meluk kamu dari belakang dan sebaliknya." Rizko sengaja memutar balikkan fakta agar bella mau menemaninya
Bella membulat mata dengan pernyataan rizko. Bella menoleh ke arah rizko lalu menggelengkan kepalanya.
"Nah gitu dong manis. Aku hanya ingin mengobrol denganmu."
Rizko tersenyum ke arah bella lalu duduk di rerumputan di tepi danau.
Bella merinding melihat senyum itu. Walaupun senyum itu terlihat tulus tapin entah mengapa dia merasa senyum itu terasa licik sekali.
Note.
Saya mohon maaf kalau terjadi keterlambatan update pada novel ini karena saya ada masalah yang harus saya selesaikan di real life.
Insya allah saya akan mengusahakan update secepat mungkin
Terima kasih buat kamu yang sudah mau support saya.
Sekali lagi saya mohon maaf.
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.
Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya
Terima kasih