
Adzan subuh berkumandang.
Elsa yang tidur disisi irham perlahan membuka matanya.
Wajah irham berada tepat di depan wajah elsa. Elsa memerhati wajah irham.
Lama elsa merenung wajah irham.
Pikiran nya bercelaru mengingat perlakuan irham kemarin.
'Kemarin dia bilang kalau aku hanya pembantu, tapi hari ini dia bilang kalau aku ini istrinya. Mau nya apa sih?' Batin elsa.
Elsa perlahan melepaskan pelukan irham dan segera bangun. Elsa bergegas membersihkan dirinya dan segera menunaikan sholat subuh.
Elsa menunaikan solat subuh dengan sempurna. Telekungnya dilepas dan digantungkannya di hanger.
Kuncit rambut dilurutkan dari rambut dan dia mengurai rambutnya yang lurus sepinggang. Elsa bangun perlahan dari tikar sejadah dan melipat sejadah itu lantas bergerak ke dapur membuat sarapan.
Setelah menyiapkan sarapan, Elsa kembali ke kamar irham berniat membangunkan irham karena sebentar lagi irham harus bersiap bekerja. Elsa membuka pintu kamar irham kelihatan irham masih tertidur pulas.
"Mas bangun." Elsa menyentuh kaki irham.
Irham tidak bergeming. Elsa perlahan menarik selimut yang menyelimuti tubuh irham dan kembali membangunkan nya.
"Bangun mas." Elsa menggoyangkan badan irham namun irham masih tidak bergerak.
Elsa yang merasa kesal karena irham tak kunjung bangun menggerakkan tangan nya ke wajah irham.
'Panas.' Batin elsa. Elsa lalu memindahkan tangan nya ke dahi elsa. dan ternyata memang panas.
Elsa lalu mengambil ponsel nya dan keluar kamar dengan berlari kecil. Elsa menelfon mertuanya untuk memberitahu keadaan irham.
"Assalamualaikum. Pa mas irham hari ini gak masuk kerja. Mas irham sakit pa." Ucap elsa setelah panggilan nya terjawab.
"Waalaikumsalam. Sakit apa nak?" Tanya irfan mertua elsa.
"Elsa belum tau pa tapi badan mas irham panas. Nanti kalau panasnya makin parah elsa bawa mas irham ke rumah sakit." Jawab elsa
"Mau papa anter supir buat nganter irham?" Soal irfan lagi
"Eh gak papa kok pa. Elsa bisa bawa mobil. Papa gak usah repot-repot." Tolak elsa halus
"Ya sudah. Suruh irham istirahat. Hari ini dia gak usah masuk kantor." Balas irfan
"Iya pa. Assalamualaikum." Elsa mengakhiri sambungan telfon.
"Waalaikumsalam." Jawab irfan
Elsa meletakkan ponsel nya di meja dapur dan segera mengambil air dan handuk kecil untuk mengompres irham. Elsa setengah berlari masuk ke dalam kamar dan BRUUKK!! elsa terjatuh dan kaki elsa terkilir.
Elsa tersandung ketika hendak masuk kedalam kamar. Air yang dibawa elsa tumpah dilantai.
Elsa berusaha bangkit untuk mengambil air lagi karena air yang dibawa nya telah tumpah.
Dengan menahan sakit di kaki nya karena terkilir, elsa kembali ke dapur mengambil air dan kain untuk mengelap air yang tertumpah.
Elsa masuk ke dalam kamar dengan menjinjit karena menahan sakit di kakinya
Elsa mengambil handuk kecil dan mengelap dahi irham. Irham yang merasa ada yang mengelap dahi nya membuka mata.
Tangan elsa yang sedang mengelap dahi nya ditolak lembut.
"Kenapa ni?" Tanya irham dengan suaranya yang serak karena baru bangun dari tidur lelap nya.
"Sssttt. Udah diem aja dulu. Mas itu lagi demam." Elsa kembali meletakkan handuk kecil si kening irham. Irham hanya menurut tanpa membantah.
"Elsa udah telfon papa tadi bilang kalo mas lagi demam. Papa suruh mas irham istirahat dulu hari ini." Ucap elsa setelah meletakkan handuk kecil di kening irham.
Irham hanya diam tanpa bersuara lagi.
Irham kembali memejamkan mata nya.
Karena melihat irham kembali tidur elsa perlahan bangkit dari duduk nya dan hendak keluar dari dalam kamar.
Elsa berjalan menjinjit menahan sakit kakinya.
Irham yang merasa elsa bergerak pergi kembali membuka matanya. Irham melihat elsa hendak keluar kamar dengan menjinjit kakinya langsung membuka suara.
"Kaki kamu kenapa?" Soal irham
Elsa terkejut karena tiba-tiba irham bersuara.
"Gak papa kok mas." Bohong elsa
"Kalo gak kenapa-napa gak mungkin kamu jalan nya jinjit-jinjit gitu. Kenapa kaki kamu?" Soal irham lagi.
"Tadi abis jatuh pas mau ngambil air buat ngompres mas irham. Kayak nya keseleo." Jawab elsa sambil menundukkan wajahnya
"Sini coba aku liat." Kata irham pelan
"Gak usah mas gak papa kok. Bentar lagi juga sembuh." Jawab elsa seraya berjalan hendak meninggalkan kamar.
Irham yang mendapat tolakkan dari elsa lalu bangkit dari duduk nya dan menyusul elsa yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
Irham lalu menggendong elsa dari belakang dan membopongnya kembali ke ranjang.
Elsa terkejut karena irham tiba-tiba menggendong nya dan membawanya kembali ke ranjang.
Wajah elsa memerah menahan malu ketika sudah di ranjang.
Irham perlahan menarik kaki elsa yang sakit dan mengurut nya pelan.
Elsa semakin terkejut karena irham mau mangurut kaki nya yang terkilir.
Elsa natap lekat wajah irham. Dia tidak menyangka bahwa irham yang dia kenal tidak seburuk yang difikirkan nya.
Irham bukan tidak menyadari kalau sejak tadi elsa memandangi wajahnya. Irham hanya pura-pura tidak tau. Karena elsa masih memandanginya, irham menoleh ke arah elsa.
Tatapan mereka bertemu untuk berberapa saat sebelum elsa mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Irham hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.
Irham meletakkan kaki elsa san perlahan mendekat ke arah elsa. Irham menarik dagu elsa agar kembali menatap nya. Sekali lagi tatapan mereka bertemu.
Irham melihat elsa menggigit bibir bawah nya dengan wajah yang sudah merah merona.
Irham tidak tahan melihat tingkah lucu istrinya lalu perlahan mendekatkan bibir nya untuk mengambil alih bibir elsa.
Elsa menahan nafas bibir nya telah menempel dengan bibir irham. Elsa tidak dapat melakukan apa-apa, elsa hanya diam tanpa membalas ciuman irham.
Irham yang menyadari istrinya menahan nafas lalu melepaskan ciuman nya untuk memberi waktu elsa mengambil nafas.
"Bernafas elsa. Kau bisa mati kalau tidak bernafas." Ucap irham dengan menempelkan kening nya di kening elsa.
Elsa terlihat ngos-ngosan setelah irham melepaskan bibirnya.
Elsa kembali menggigit bibir bawah nya dengan wajah nya yang semakin memerah menahan malu.
Setelah merasa cukup memberi waktu untuk elsa mengembil nafas irham kembali mencium elsa. Kali ini elsa membalas ciuman irham sebisa nya karena dia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.
Setelah cukup lama mereka berciuman, irham melepaskan bibir nya. Irham menyatukan dahi mereka.
"Apa kau siap?" Tanya irham pada elsa dengan nafas yang ngos-ngosan.
Elsa hanya diam tanpa menjawab pertanyaan irham.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau belum siap." Sambung irham
"Maafkan aku mas." Elsa buka suara karena merasa bersalah pada irham suami nya.
"Gak papa. Aku ngerti kok." Kata irham
Sebenarnya irham sudah tidak tahan lagi untuk tidak melakukan nya, namun dia tidak bisa memaksakan kehendak nya jika elsa belum bersedia.
Irham melepaskan elsa dari cengkraman nya dan duduk di sisi elsa.
Elsa yang merasa bersalah pada irham langsung memeluk irham dengan erat.
"Maafkan aku mas. Aku belum bisa melakukan kewajibanku sebagai istri." Elsa terisak dalam pelukan irham.
Irham mengecup lembut pucuk kepala elsa
"Sssttt. Jangan nangis. Aku ngerti kenapa kamu belum siap." Irham menenangkan elsa yang memeluknya erat.
Tiba-tiba KKKRRKK!! Perut irham meminta jatahnya. Karena dari semalam irham tidak memberi jatah sama sekali untuk perutnya.
Elsa yang mendengar bunyi itu langsung tersenyum dan mencubit perut irham.
Irham hanya tertawa merasakan cubitan elsa.
"Aku lapar." Kata irham ssambil tersenyum.
Elsa kembali mengeratkan pelukan nya sesaat sebelum dia beranjak untuk mengambil sarapan.
Sesaat setelah elsa berdiri irham kembali mengait tangan elsa dan mencium bibir elsa sekali lagi. Wajah elsa kembali memerah karena ulah irham. Irham hanya tertawa renyah melihat wajah istrinya lalu dia menggandeng elsa menuju dapur untuk sarapan.
Sementara elsa hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan suara namun mengikuti langkah irham yang menggandeng nya.
Terima kasih sudah mau membaca novel saya.
Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya
Terima kasih