Be My Wife

Be My Wife
AKAD



"Kakak kenapa nangis?" Tanya dimas setelah sedari tadi dia diam. Dimas memang hanya bisa diam saat tamu yang dimaksud abi nya ternyata adalah orang yang akan dijodohkan dengan kakak nya. "Apa kakak nangis karena abi menjodohkan kakak?" Pancing dimas yang berhasil menarik perhatian kedua orang tuanya.


"Apa kamu menyesal nak dengan perjodohan ini?" Tanya umi lembut sambil membelai lembut kepala elsa. "Tidak mi, elsa menangis bukan karena perjodohan ini." Bohong elsa kepada orang tuanya. "Lalu apa yang membuatmu menangis seperti ini?" Abi pun ikut bersuara karena merasa bersalah atas tidakan yang dia lakukan.


Elsa menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Elsa nangis bukan karena perjodohan ini bi, elsa cuma terharu, ternyata mas irham sudah menyukai elsa sejak 2 tahun lalu." Jawab elsa sekenanya.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya abi penasaran karena tidak menyangka bahwa putrinya ternyata sudah mengenal irham anak dari teman baik nya itu.


Elsa mengangguk. "Kenapa gak bilang tadi kalau kalian sudah saling mengenal? Lagian tadi kenapa harus ngobrol di luar? Kenapa tidak ngobrol di dalam saja?" Kini giliran dimas yang bertanya pada elsa karena penasaran.


"Mas irham malu sama orang tuanya kalau dia sudah mengenal elsa, karena awal nya dia menolak untuk dijodohkan sama papa nya." Terang elsa pada keluarga nya.


"Oh kirain tadi mas irham nyakitin kak elsa. Habis kak elsa masuk rumah tadi muka nya langsung kusut." Jelas dimas.


"Dimas, kita tidak boleh suudzon sama orang, gak baik." Umi menasehati dimas.


"Iya mi maaf dimas udah suudzon sama mas irfan." Jawab dimas sambil tersenyum. Elsa pun ikut tersenyum katena tingkah dimas. 'Maafkan aku abi,umi, dimas, tina elsa sudah bohong sama kalian. Tapi, elsa juga tidak bisa memberitahu kalian yang sejujur nya, elsa gak manu kalian kenapa-napa nantinya.' Elsa bicara dalam hati.


*


1 minggu berlalu dan hari ini adalah hari akad nikah elsa dan irham. Akad dilangsungkan di kediaman Irfan Wijaya. "Kamu gugup ham? Sampe keringetan gitu?" Goda irfan pada putra semata wayang nya itu. Irham mengangguk "Maklumlah pa, ini hari besar buat irham. Entah kapan lagi hari ini bisa terulang lagi." Balas irham cuek.


"Apa maksud kamu akan terulang lagi? Pernikahan itu berlaku sekali dalam hidup ham, jadi jangan main-main." Ucap irfan tegas. Irham menatap mata papa nya "Iya pa irham tau, tadi irham hanya bercanda pa." Jawab irham sambil tersenyum tawar.


Fikirannya bercelaru mencerna kata-kata papa nya, dia tidak menyangka kalau kata itu yang akan diucapkan papa nya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Elsa Mayori bin Agung Hotami dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."


Sejak saat itu elsa sah menjadi istri irham.


Orang yang dijodohkan orang tuanya satu minggu lalu kini telah menjadi suaminya.


Tidak ada yang tau apa yang difikirkan elsa saat ini, juga tidak akan pernah ada pula orang yang bertanya pada nya, bahagiakah dia dengan pilihan nya ini.


Lamunan elsa terhenti saat orang disamping nya bedehem, elsa mengangkat wajah nya menatap orang di samping nya. Tampan, mapan, dan kaya. Elsa terpaku seketika bukan elsa munafik tapi itulah kenyataan nya.


Sebuah cincin permata diambil irham dari tangan mama nya yang tengah mengukir senyum, namun tidak tampak mimik muka bahagia dari wajah siska. Malah siska seperti senyum meremehkan. Elsa menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan.


'Ya allah kuatkan lah aku dalam melewati semua cobaan dalam rumah tangga ku' Elsa memanjatkan doa pada tuhan yang maha esa.


Elsa memberanikan diri menatap mata suami nya, tatapan nya disambut tenang namun tajam merenungnya. Jari tangan elsa seketika menjadi sangat dingin, karena gugup elsa sontak mengepalkan tangan nya yang masih berada di atas paha nya. Demi kasih sayang pada keluarga elsa menerima perjodohan ini dia membiarkan hatinya meraung menahan sakit karena elsa sduah sangat terluka saat itu.


'Maafkan elsa umi abi,maafkan elsa.' Gumam elsa dalam hati. Tiba tiba tangan elsa disentuh perlahan, sebuah cincin permata melingkar di jari manis elsa. Sangat indah tapi bukan total menjadi milik elsa karena dia juga dihadiahkan seutas rantai dari jenis yang sama.


Seperti pasangan lainnya elsa spontan mengecup punggug tangan yang kini bergelar suaminya itu, lantas irham mengecup dahi elsa lembut. Hati elsa luluh, elsa memejamkan air mata yang di tahan elsa kini telah membendung di kelopak mata elsa. 'Tidak elsa jangan sekali-sekali kamu meneteskan air matamu di hari bahagia ini'. Baitin elsa 'Kamunharus kuat seperti sebelumnya.' Lantu elsa masih dengan berbicara dala hatinya. Sejenak elsa menatap kembali anak mata milik suaminya. 'Ikhlaskah aku dengan semua ini?' Tanya elsa pada dirinya sendiri.


Sejak saat itu elsa berikrar dalam hati bahwa dia akan menjadi elsa yang baru, akan dia kesampingkan semua hal pribadinya dan akan mengutamakan urusan rumah tangga nya diatas segala-gala nya.


Acar resepsi yang diadakan tidak mewah dan juga tidak terlalu ramai, karena irfan ingin acara ini khidmat tanpa ada gangguan maka yang diperbolehkan datang hanyalah kerabat keluarga saja. Bahkan media yang ingin meliput pun tidak di izinkan menghadiri acara ini.


Tak berapa lama orang tua elsa menyalami irham yang kini sudah berdiri di samping elsa.


Abi memeluk irham, pelukan itu terlihat sangat mesra. "Abi harap irham bisa jadi pendamping dan pelindung untuk elsa. Jaga dan sayangi dia sebagaimana irham menyayangi orang tua irham." Irham hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Elsa menyalami abinya, di kecup tangan ayahnya lembut lalu elsa memeluk erat abinya. "Nak sekarang kamu sudah bersuami kamu bukan remaja lagi yang bisa melakukan semuanya sendiri. Kini ada irham akan selalu menjagamu. Tugas abi menjagamu sudah selesai, jadi abi harap kamu mau patuh dan menuruti apa yang dikatakan suamimu. Karena sejatinya surga bagi seorang istri itu ada pada ridho suami." Pesan abi sambil memeluk elsa. Abi melonggarkan pelukan elsa dan mengecup dahi elsa. cukup lama abi melakukan itu elsa hanya bisa diam sambil terus memegangi tangam abinya. Tak lama kemudian abi melepaskan kecupan di dahi nya dan melepaskan pelukan elsa.


Kini giliran umi yang menyalami elsa, elsa mencium lembut tangan umi dan langsung berhambur memeluk uminya dengan sedikit terisak. Umi menghapus air mata di pipi elsa "Sssstttt, kamu sekarang lagi sudah jadi istri orang gak boleh manja lagi." Ucap umi lembut sambil terus menghapus air mata di pipi anak perempuan satu-satunya itu. Elsa hanya mengangguk tanpa sanggup berkata-kata.


Air mata nya mampu katakan lebih banyak dari pada pesan yang disampaikan melalui sebuah kata.


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.


Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya


Terima kasih