Be My Wife

Be My Wife
ELSA MAYORI



Elsa adalah putri sulung Agung dan Ibu Ranti. Ya elsa memang anak dari seorang yang biasa-biasa saja, itulah yang membuatnya selalu mawas diri. Dia tidak ingin mengecewakan umi dan abinya yang telah percaya bahwa elsa mampu menjaga diri dengan baik, dan dengan alasan itulah elsa diizinkan ayahnya untuk kuliah terpisah dengan keluarganya. Elsa sebenarnya adalah gadis manja yang tidak bisa berada jauh dari umi dan abinya, namun dia juga tidak mau terus bergantung pada umi dan abinya karena dia merasa kalau dia sudah mampu dan sanggup untuk bekerja dan mengurus dirinya sendiri.


Dia memiliki paras yang cantik, sifat yang anggun, dan tutur sapa yang lembut membuat semua laki-laki yang melihatnya pasti terpesona karena wajahnya yang selalu tampak ceria. Usianya baru menginjak 20 tahun bulan lalu. Usia dimana banyak orang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang menikmati masa remaja, namun hal tersebut tidak berlaku untuk elsa. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun dia justru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di toko kue. Dia memilih bekerja di toko kue karena dia tidak ingin terlalu membebani orang tuanya dengan biaya kuliahnya. Dengan bekerja, elsa setidaknya meringankan beban orang tuanya, karena dia sadar kalau orang tuanya harus mengurus adik-adik nya.


"Assalamualaikum. Selamat pagi semua." Sapa elsa ramah dengan senyum manis di wajahnya kepada teman-teman kerjanya.


"Waalaikumsalam. Pagi juga elsa." Jawab teman-teman kerja elsa serentak.


"Eh elsa, kamu udah dateng? Sini sarapan dulu." Ajak Lisa sambil menyodorkan piring berisi gorengan kepada elsa.


"Terima kasih tawarannya, tapi aku udah sarapan tadi dirumah." Tolak elsa lembut. "Yaudah kamu sarapan aja dulu, aku mau siapin toko dulu nanti keburu pelanggan dateng." Pamit elsa dengan ramah.


"Iya kamu duluan aja ya, aku mau habisin sarapan dulu tanggung dikit lagi ini. Mubazir kan kalo gak dihabisin." Jawab lisa santai sambil tenrus menyantap sarapannya dengan lahap.


"Iya, kamu pelan-pelan makannya nanti keselek loh!" ucap elsa sambil menmberikan air minum untuk lisa karena lisa makannya terlihat buru-buru.


Lisa tidak menjawab dia hanya memberikan senyum kepada elsa dengan mulut yang terisi penuh makanan sambil tangan nya menerima air minum yang disodorkan elsa. Elsa hanya geleng-geleng menanggapi kelakuan sahabatnya itu.


Seperti biasa elsa bekerja dengan giat dan tekun. Namun saat dia fokus bekerja tiba-tiba hp elsa berdering. Dia melihat Umi menelfon dia tersenyum bahagia karena dia sudah sangat rindu pada umi karena sudah hampir 1 bulan elsa belum pulang kerumah orang tuanya karena sibuk bekerja.


"Assalamualaikum Umi. Elsa kangen banget sama umi. Umi sehat?" tanya elsa dengan senyum yang sudah merekah. Tanpa dia sadari pelupuk matanya sudah mengeluarkan air matanya karena rindu.


"Waalaikumsalam. Umi sehat sayang, umi juga kangen banget sama kamu. Kamu baik-baik aja kan disana?" Tanya umi dengan rasa khawatir dengan keadaan putri sulung nya.


"Elsa sehat mi. Elsa baik-baik aja kok disini. Orang-orang disini baik-baik sama elsa mi." Jawab elsa dengan gembira. "Umi ada apa? Kok tumben telfon elsa?" Tanya elsa dengan rasa khawatir. Karena tidak biasanya umi menelfonnya terlebih dahulu, biasanya dialah yang selalu menelfon umi setelah pulang kerja. Namun karena akhir-akhir ini kondisi toko sedang ramai, jadi elsa belum sempat menghubungi umi nya karena setiap pulang kerja elsa selalu kelelahan bahkan tidak jarang dia langsung tidur karena lelahnya bekerja.


"Nggak ada apa-apa kok sayang, emang gak boleh kalo umi telfon kamu duluan?" Tanya umi dengan nada yang dibuat kecewa.


"Nggak papa kok umi, elsa malah seneng kalo umi nelfon elsa duluan bisa hemat pulsa mi hihihi." jawab elsa disertai tawa menggoda yang membuat uminya ikut terkekeh dibuatnya


"Oh jadi kamu rugi kalo kamu terus yang nelfon duluan?" Jebak umi dengan nada yang terdengar seperti sudah sangat kecewa.


"Enggak bukan gitu mi, elsa gak bermaksud begitu sama umi." Jawab elsa dengan nada menyesal karena dia telah melukai hati umi.


Elsa memang seorang yang mudah tersentuh dengan kata-kata.


"Iya sayang umi tau kok, lagian umi juga becanda tadi." Jawab umi sambil terkekeh membuat elsa merasa lega.


"Nak, kamu nanti sore bisa pulang kerumah gak? Ada yang mau abi omongin sama kamu." Terang umi menjelaskan maksudnya menelfon.


"Ada apa mi? Apa yang mau diomongin sama abi mi?" Tanya elsa dengan sedikit kebingungan. Karena tidak biasanya orang tuanya menyuruhnya pulang biasanya dia pulang tanpa harus disuruh malah dia kadang memberi kejutan dengan kepulangannya yang mendadak ke rumah orang tuanya.


"Ada hal penting yang mau di omongin abi sama kamu, gak enak kalo ngomongin nya lewat hp. Kamu bisa pulang kan?" Tanya umi penuh harap. Umi sebenarnya tidak tega harus menyuruh elsa pulang mendadak seperti ini, tapi apa mau dikata umi dan abi tidak bisa mengambil keputusan ini jika tidak mendengar jawaban elsa secara langsung.


"Iya mi nanti elsa pulang." jawab elsa akur


"Elsa bisa gak bantu aku bungkusin ini. Ini ada orderan, banyak lagi jadi aku gak bisa kerjain sendiri, kamu bisa bantu kan? Ya please?" Tanya lisa dengan penuh harap agar elsa mau membantunya karena memang banyak yang harus disiapkan.


Elsa tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil menganggukan kepala tanda setuju dengan permintaan lisa.


"Umi udah dulu ya, elsa mau bantuin temen bungkus kue dulu lagi ada orderan mi, banyak lagi. Kasian kalo dia sendiri." Terang elsa pamit kepada umi nya


"Iya sayang. Kamu hati-hati ya kerjanya. Jangan teledor." Pesan umi kepada elsa


"Siap umi. Elsa pamit dulu mi. Assalamualaikum." Pamit elsa kepada umi


"Iya sayang. Waalaikumsalam." Jawab umi .


Elsa kemudian mematikan telfon dan langsung membantu lisa membungkus kue yang telah dipesan. Dia tampak serius bekerja sampai lupa memikirkan alasan kenapa orang tuanya menyuruhnya pulang secara mendadak.


Setelah menyelesaikan pesanan, elsa kemudian pamit kepada pemilik toko bahwa dia ingin minta izin pulang lebih cepat dari biasanya hari ini karena dia tidak ingin kemalaman di jalan karena hari ini dia akan pulang kerumah orang tuanya. Pemilik toko pun mengizinkannya karena selama ini dia selalu merasa puas dengan kinerja elsa di tokonya, elsa yang ramah pada siapa saja membuat toko miliknya setiap hari semakin ramai dikunjungi pembeli, baik dari yang suka kue atau yang hanya sekedar mampir untuk mencicipi kue di toko tersebut.


Setelah mendapat izin, elsa langsung pulang ke kontrakan miliknya dan langsung mempersiapkan keberangkatan kerumah orang tuanya. Karena jarak yang lumayan jauh membuat elsa harus pulang dari toko lebih siang dari biasanya karena dia tidak ingin jika kemalaman sampai di rumah orang tuanya.


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.


Jangan lupa baca juga DENDAM CINTA novel kedua saya


Terima kasih


Maaf kalau banyak salah kata karena ini novel pertama saya.