
...~Happy Reading~...
"Assalamu'alaikum."
Taka yang sedang menuruni tangga dengan raut wajah kesal nya, seketika langsung bersemangat tatkala melihat kedatangan sang ayah.
"Papipppp!" Anak laki laki itu langsung berlari menuju ayah nya, membuat Kiano yang masih memegang tas serta jas putih nya, langsung ia letakkan begitu saja di lantai karena melihat putra nya yang berlari.
"Astaga, kenapa harus lari sih!" keluh Kiano pelan, meskipun ini bukan kali pertama dan ia sudah mulai terbiasa dengan sikap anak serta istrinya, namun tetap saja ia masih begitu khawatir bila melihat anak nya menuruni tangga sambil berlari seperti itu.
"Taka kesel sama Oma!" ucap anak laki laki itu langsung memanyunkan bibir nya dengan begitu kesal saat sudah berada di gendongan ayah nya.
"Kenapa?" tanya Kiano begitu lembut sambil mengerutkan dahi.
Biasanya, Taka akan mengadu padanya karena kesal terhadap sang ibu. Namun, hari ini mengapa berbeda, mengapa kekesalan Taka bisa pindah haluan kepada sang nenek, bukan sang ibu lagi? batin Kiano.
"Oma liburan kenapa Taka gak di ajak hiks hiks hiks." Dan tangis Taka pun kembali pecah saat mengingat bahwa nenek dan kakek nya tengah berlibur dengan keluarga om Clayton.
"Oma jahat! Oma gak sayang sama Taka hiks hiks," imbuh nya dan ia langsung memeluk leher ayah nya sambil menumpahkan tangisan nya di sana hingga membuat kemeja Kiano basah.
"Sayang... " Kiano mengusap lembut kepala Taka, "Nanti, Taka liburan sama Papi dan Mami ya."
"Enggak mau!" pekik Taka dan langsung menjauhkan kepala nya, matanya yang berderai air mata, kini menatap wajah ayah nya dengan perasaan yang sangat sulit di mengerti.
Perasaan sakit, sesak karena iri terhadap dua sepupunya. Tanpa ia tahu, bahwa yang sebenarnya terjadi bukanlah seperti itu.
Kiano tahu, pasti ini adalah ulah istri kecil nya yang sengaja menghasut dan mengadu domba putra nya dengan kakek dan nenek nya.
Padahal, Clayton dan oma Ella pergi ke luar negeri karena untuk mengantarkan opa Stive untuk chek up kesehatan.
Akhir akhir ini, kesehatan opa Stive sedikit menurun, bahkan laki laki yang sudah renta itu sudah berada di rumah sakit beberapa hari yang lalu, dan baru hari ini di larikan ke luar negeri.
"Taka, dengar Papi!" Kini Kiano mendudukkan Taka di anak tangga, lalu ia memilih duduk berjongkok di depan nya sambil memegang kedua bahu Taka.
"Oma dan om Clayton sedang mengantarkan Opa Stive untuk berobat, bukan berlibur!" ucap Kiano berusaha menjelaskan.
"Kakak siapa? Kak Claire masih di Jakarta sama Aunty Shiena. Siapa yang bilang mereka ikut berlibur?" tanya Kiano yang sebenarnya sudah bisa menebak siapa pelaku utama.
"Kakak udah pulang?" tanya seorang wanita cantik dan muda yang terlihat begitu fresh karena baru habis mandi, sambil menuruni tangga.
"Tuh, istrinya Papi yang bilang hiks hiks." cetus Taka sedikit melirik ke arah ibu nya lalu kembali menangis lagi.
"Istri nya papip kamu itu, orang yang sudah melahirkan kamu, Gentakaa!" tekan Claudia yang kini sudah tiba di lantai bawah dan ikut duduk di samping putra nya.
"Kenapa rambut nya gak di keringin?" tanya Kiano langsung menatap datar pada istrinya.
Sudah berulang kali Kiano memperingati Claudia agar segera mengeringkan rambut jika sehabis keramas. Namun, wanita itu selalu saja menunda dan akhirnya akan berujung demam.
"Hehehe, ayo keringin!" ajak Claudia sambil merentangkan kedua tangan nya ke arah Kiano.
"Enggak boleh!" seru Taka tiba tiba menepis tangan ibu nya, "Papip mau gendong Taka!"
"Dihhh, kamu itu bukan bayi lagi Taka. Kamu udah gede, udah bisa jalan sendiri!" kata Claudia menggeser tubuh anak nya dan menggantikan dengan dirinya yang berada di depan Kiano.
"Kalau Taka sudah besar, berarti Mamim yang juga sudah tua!" balas Taka kembali mendorong tubuh ibu nya ke samping.
"Yang tua itu Papip kamu, bukan mamim!"
"Mamim ngalah sama Taka dong!"
"Kamu yang harus mengalah, Taka itu laki laki!"
Dan terjadilah aksi geser menggeser antara ibu dan anak di tengah tengah anak tangga, membuat Kiano langsung menghela napas nya dengan berat sambil menggelengkan kepala nya.
"Udah cukup!" ucap Kiano lalu berdecak, membuat keduanya langsung menghentikan perdebatan itu.
Tanpa pikir panjang, akhirnya Kiano menggendong keduanya secara bersamaan. Claudia yang berada di belakang, dan Taka yang ada di depan.
"Sayang Papip!" Seru keduanya terkekeh berada di gendongan Kiano, lalu keduanya kompak mengecup pipi Kiano kanan dan kiri.