Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Anniversary



...~Happy Reading~...


"Kakak!" Claudia langsung berlari dan menghampiri suami nya yang baru saja pulang bekerja.


"Astaga Clau!" pekik Kiano masih saja selalu terkejut dengan tingkah istri nya.


"Gendong!" ucap Claudia merentangkan kedua tangan nya, dan tanpa. menunggu lama, Kiano langsung menggendong istrinya ala bridal style dan membawa nya ke kamar.


"Oh ya, tadi ayah kesini masa," kata Claudia sambil membukakan kancing kemeja Kiano yang sedang berjalan menggendong nya.


"Ayah? Bagus dong, bukankah kamu bilang merindukan ayah, hem?" tanya Kiano lalu ia mengecup kening istrinya dengan lembut.


Ya, memang beberapa hari yang lalu, Claudia sempat mengeluh bahwa ia merindukan ayah nya. Bahkan, ia sampai terbawa mimpi ingin bertemu ayah nya. Hanya saja, ia tidak mau ketika Kiano menawarkan ingin mengantarkan ia ke rumah utama.


"Tapi cuma sebentar aja kok."


"Kenapa kok cuma sebentar? Mungkin ayah sibuk," kata Kiano dengan perlahan mendudukkan Claudia di atas sofa bed yang ada di dalam kamar nya.


"Enggak!" Claudia menggelengkan kepala nya, membuat Kiano langsung mengerutkan dahi nya sedikit bingung.


"Ayah pulang karena Claudi usir!" imbuh Claudia dengan santai hingga membuat Kiano speechless dan tak bisa berkata kata.


Tadi, Claudia berbicara dengan nada begitu sedih saat mengatakan bahwa ayah nya hanya datang sebentar lalu pulang.


Namun, di detik berikutnya, wanita itu dengan santai nya berkata bahwa ia yang mengusir sang ayah pulang.


Entahlah, apa yang harus Kiano katakan saat ini.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Kiano memilih untuk mengalihkan pembicaraan.


"Claudi cuma makan sedikit doang tadi siang. Malam eh sore nya belum juga sih," jawab Claudia sedikit bingung dengan dirinya sendiri.


"Mau makan emmmtt makan apa ya?" gumam Claudia pelan, nampak berfikir, "Mau makan di luar aja boleh gak?" imbuh nya menatap sang suami dengan penuh harap.


"Boleh, tapi aku mandi dulu ya. Abis itu kita keluar," ucap Kiano yang langsung di balas anggukan kepala oleh Claudia.


Setelah siap dan menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit. Akhirnya kini mobil yang di tumpangi oleh Kiano dan Claudia sudah tiba di sebuah restauran yang biasa mereka datangi.


"Claudi bahagia banget bisa kenal dan bisa menghabiskan waktu sama Kakak," tutur wanita itu dengan tiba tiba sambil menggenggam tangan Kiano.


Wajah yang biasa terlihat lucu, kekanak-kanakan dan bar bar menggemaskan. Kini berbeda sangat drastis.


Dress berwarna merah panjang di bawah lutut dengan lengan tiga perempat. Perut nya yang buncit dan rambut yang di ikat satu ke belakang bawah. Membuat Claudia malam ini terlihat begitu cantik, elegan dan dewasa.


"Terimakasih juga, karena sudah hadir dan memberikan warna di hidup ku," balas Kiano tersenyum dan membalas genggaman tangan Claudia.


"Kamu sangat cantik malam ini," imbuh Kiano sambil mengecup punggung tangan istri nya.


"Claudi memang selalu cantik dari lahir," jawab Claudia terkekeh, "Claudi ingin menghabiskan malam indah ini sama Kakak."


"Kenapa? Apakah ada yang spesial?" tanya Kiano penasaran.


"Tentu saja. Delapan bulan yang lalu, di tanggal ini dan malam hari, kita bertemu di Bali. Kita menghabiskan malam bersama. Dan Claudi ingin mengulang semuanya lagi," jawab Claudia tersenyum.


"Anniversary eight moon," ucap keduanya bersamaan lalu mereka tertawa bersama.


"I love you," imbuh Claudia semakin melebarkan senyuman nya saat melihat tawa di wajah Kiano.


...~To be continue... ...