
...~Happy Reading ~...
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kini akhirnya mobil yang di kendarai oleh Andrew sudah tiba di sebuah rumah sakit yang tak kalah besar dari Pranata Hospital.
Keadaan Claudi pun sudah sangat lemah, bahkan hanya untuk membuka mata saja, ia merasa sangat berat. Hingga membuatnya memilih untuk memejamkan mata, namun ia masih bisa mendengar suara suara di sekitar.
"Claudi!" pekik seorang dokter yang melihat beberapa perawat mendorong sebuah brankar dari luar dan hendak masuk.
Sementara itu, Claudia yang mendengar namanya di panggil, berusaha sekuat tenaga untuk membuka kelopak mata nya.
"O—om A—bas... " gumam Claudia semakin lemah hingga pada akhirnya ia tak sadarkan diri.
"Clau! Claudi! Astaga kenapa bisa begini?" tanya om Bastian seraya ikut mendorong brankar Claudia menuju ruang penanganan.
"Bukankah dia ada di rumah sakit Pranata, kenapa bisa sampai sini? Dan juga kenapa bukan Kiano yang membawa dia kesini? Kamu siapa? Tapi terimakasih karena sudah mau membantu keponakan saya untuk ke rumah sakit." ucap om Bastian dengan segala kepanikan nya.
Deg!!
Keponakan? Jadi ini adalah om nya Claudia? Dalam hati, Andrew sangat ingin merutuki dirinya sendiri. Karena ia salah membawa Claudia ke Nolan hospital, karena ternyata ada salah satu keluarga Claudia yang menjadi dokter dan langsung mengenali Claudi.
'Apa yang harus ku lakukan?' gumam Andrew bingung dan mondar mandir di depan ruang IGD.
Tak berapa lama Claudia di tangani, tiba tiba beberapa anggota keluarga Claudia datang dan langsung menghampiri Andrew.
Tatapan tajam dari ayah Stive langsung menjurus begitu dalam menusuk relung hati nya. Membuat laki laki itu hanya bisa menelan Saliva nya dengan sulit.
"Jadi kamu yang sudah membawa kabur anak saya?" tanya ayah Stive tajam.
"M—maafkan saya, ini semua di luar kehendak saya sendiri. Claudia yang memaksa, dan saya tidak bisa menolak nya karena—"
"Jadi brankar yang kau bawa tadi adalah istri ku, bukan ibu mu?" saut Kiano dengan cepat juga memberikan tatapan tajam pada Andrew.
"Brankar?" tanya Ayah Stive yang kini langsung menatap ke arah menantu nya.
"Tadi aku bertemu dengan nya di lantai lima, saat mencari keberadaan Claudi. Dan dia memang sedang membawa brankar jenazah, tapi dia bilang itu ibu nya." jawab Kiano dengan raut wajah datar nya.
"Sudah sudah, kalian jangan salahkan dia. Seharusnya kalian berterimakasih karena dia yang menolong Claudi. Bahkan dia membawa Claudi ke tempat yang tepat. Coba kalian bayangkan kalau yang membawa Claudi orang jahat dan membawa Claudi ke luar negeri atau di sembunyikan di tempat yang tidak bisa kita temukan." ucap bunda Ella seraya menarik napas nya berat.
Benar, beruntung karena orang itu Andrew. Dan dia malah membawa Claudia ke Nolan Hospital. Kiano dan Stive masih beruntung karena Tuhan begitu baik pada mereka.
Andai aja Andrew membawa Claudi ke rumah sakit lain, tentu saja mereka tidak akan secepat ini menemukan Claudia.
"Sudahlah, tidak perlu berterimakasih. Lebih baik, doakan Claudi agar segera pulih!" ucap ayah Stive dengan segudang rasa gengsi nya, ia memilih untuk duduk di ruang tunggu sambil menunggu dokter yang menangani putri nya keluar.
...~To be continue... ...
...CERITA INI BELUM TAMAT YA, HANYA SAJA MEMANG SUDAH KE KLIK TAMAT. TAPI MASIH AKAN TERUS LANJUT KOK. DAN DI SAAT YANG LAIN LIBUR, KAMAR INI GAK LIBUR KOK, AKAN TETAP MOM USAHAKAN UNTUK TETAP UPDATE. 🙏🙏🙏🙏🙏...