Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Mules



...~Happy Reading~...


Pagi hari nya, Kiano terbangun dengan kondisi badan yang kurang fit. Entah mengapa, sejak bangun tidur tadi kepala nya kembali di landa pusing yang luar biasa. Bukan hanya itu, namun perut nya juga terasa sangat sakit dan mules seperti orang diare, namun ia tidak sedang diare.


"Astaga! Kenapa lagi ini?" keluh Kiano berdecak dengan kesal saat harus bolak balik ke toilet namun tidak bisa mengeluarkan apapun.


Sementara itu, di dalam kamar sebelah. Claudia juga baru saja terbangun. Ia segera mandi dan bersiap akan pergi ke rumah orang tua nya.


Ya, kemana lagi selain rumah orang tua nya. Karena dirinya tidak bersekolah. Dan juga Kiano yang harus ke rumah sakit, jadilah ia memilih untuk membuang rasa bosan ke rumah orang tua nya.


"Lah kok kosong? Tumben?" gumam Claudia saat melihat bahwa meja makan nya masih kosong.


Padahal, biasanya sebelum Kiano berangkat kerja, pasti di atas meja makan sudah tersedia makanan. Namun, ini sudah jam delapan pagi, dan belum ada makanan apapun.


Apakah Kiano lupa? atau tidak sempat? batin Claudia.


Karena kebetulan, hari ini pembantu juga sedang libur. akhirnya Claudia memutuskan untuk membuat roti bakar saja yang simple dan mudah.


Pyarrrr!


Claudia terkejut dan langsung mendongak ke lantai atas saat mendengar suara. Ia mengira bahwa suami nya sudah berangkat bekerja. Namun, mengapa ada suara barang pecah dari lantai atas? batin nya.


"Masa sih ada setan jam segini?" gumam Claudia menelan saliva nya dengan sedikit sulit, "Itu setan kesiangan apa gimana. Harusnya dia balik sebelum subuh kan, lah ini udah jam delapan kenapa masih asik gangguin orang mau sarapan?"


Brakkk!


Lagi lagi dan lagi. Claudia mendengar suara barang jatuh dari lantai atas.


Karena penasaran, akhirnya Claudia memutuskan untuk memberanikan diri menaiki tangga dan kembali ke lantai dua.


"Eh, kok suaranya dari kamar kakak? Bukannya dia udah berangkat kerja?" gumam nya pelan seraya menatap pada pintu yang berada tepat di sebelah kamar nya.


"Kakak di dalam? Atau kakak sudah berangkat kerja?" tanya Claudia sedikit ngawur.


"Hemmm!"


Claudia langsung mengerjapkan mata nya saat mendengar suara deheman dari dalam kamar. Itu suara suami nya, mengapa ada di dalam kamar? Pikirnya, bukankah seharusnya Kiano sudah berangkat bekerja?


Pasal nya, semalam Kiano mengatakan ia ada operasi pagi. Tapi kenapa ada suaranya di rumah? gumam Claudia dalam hati.


"Kakak di dalem?" tanya Claudia lagi, dan lagi lagi ia hanya mendapatkan jawaban berupa deheman semata.


Cklek!


Beruntung pintu itu tidak di kunci. Jadilah Claudia bisa langsung membuka pintu itu dan masuk ke dalam.


Dan benar saja, saat ia sudah membuka pintu! Ia melihat bahwa suaminya tengah duduk di lantai dengan kaki satu yang ia selonjorkan dan satu lagi ia jadikan tumpuan kepala.


"Loh, kok kakak di rumah? Kakak gak kerja? Bukankah kakak bilang kalau kakak ada operasi pagi ini? Terus kenapa kakak disini? Kakak—"


"Diem dulu Clau!" ucap Kiano dengan suara yang begitu lirih.


"Kakak sakit?" tanya Claudia, ia segera berjalan cepat mendekati Kiano dan ikut duduk di lantai tepat di depan Kiano.


Claudia menyentuh kening Kiano, mengecek suhu badan nya yang ternyata biasa saja. Namun mengapa wajah Kiano sangat pucat? batin Claudia.


"Kakak sakit apa? Kenapa? Gak demam kok, kakak mual lagi? Pusing lagi? atau—"


"Mules!" jawab Kiano, lalu ia kembali bangkit dan berlari menuju toilet.


...~To be continue... ...