Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Lampiasan



...~Happy Reading~...


"Clau, jawab. Apa benar yang tadi itu suami kamu?" tanya seorang laki-laki yang sudah membantu Claudi berhasil keluar dari rumah sakit, dan orang itu adalah Andrew, mantan kekasih nya.


"Iya," jawab Claudia pelan sambil memejamkan mata nya.


"Kamu yang mengkhianati ku Clau! Kenapaβ€”"


"Ini semua gara gara kamu brengsek hiks hiks hiks!" Seketika itu juga tangis Claudi kembali pecah.


"Kalau saja waktu itu aku gak lihat kamu ke hotel sama cewek sialan itu, dan gak ngelihat kamu begitu mesra sampai seperti itu, tentu saja aku tidak akan menikah sama orang lain!"


"Gara gara kamu, aku mabuk parah. Sampai salah masuk kapal, aku, aβ€” aku... " Claudia menghentikan tangisan nya, ia menggigit bibir bawah nya saat harus mengingat kembali tragedi beberapa bulan yang lalu.


Benar, jika ingin menyalahkan. Bukan Kiano orang nya, melainkan Andrew. Andrew yang sudah membuatnya sakit hati sampai terjerumus sampai ke dasar jurang bersama Kiano.


Dan kini, dirinya hamil besar dan nyawa bayinya sangat terancam. Claudia melampiaskan semua unek unek nya yang ia rasakan selama ini.


Rasa sesak, sakit dan marah bercampur menjadi satu dan ia lampiaskan kepada Andrew. Walaupun sebenarnya bukan sepenuhnya salah laki laki itu.


Grepp!


Setelah mendengar cerita dari Claudia, seketika itu juga Andrew langsung memeluk tubuh Claudia dengan begitu erat.


Rasa bersalah, itu pasti ada. Akan tetapi ia juga tidak bisa berbuat banyak, selain mengucap kata maaf.


"Maaf, maafkan aku Clau!" gumam Andrew sambil memeluk Claudia.


"Aaarkkhh!" Claudia langsung memekik hingga membuat Andrew langsung melepaskan pelukan nya, ia menatap raut wajah Claudia yang sudah semakin pucat.


"Clau, kita harus ke rumah sakit!" ucap Andrew panik.


Untuk sesaat, laki laki itu terdiam dan hanya bisa membantu mengusap perut Claudia, berharap bisa mengurangi rasa sakit nya.


"Andrew... " panggil Claudia begitu lirih.


"Iya Clau, ada apa? Kita ke rumah sakit ya? Aku akan carikan rumah sakit lain," ujar Andrew dengan suara pelan serak.


"Bagaimana jika nanti nyawa ku harus pergi?"


Deg!


Andrew terdiam. Meskipun ia sudah memutuskan hubungan dengan Claudia. Namun dirinya masih sangat menyayangi nya, dan juga semua yang ia lakukan dulu, hanyalah semata mata untuk menghindari Claudia dari awak media.


Andrew di tuntut untuk tidak berpacaran. Dan jika ia memutuskan Claudia secara tiba tiba tanpa alasan yang jelas, tentu saja gadis itu tidak akan mudah menyerah dan akan terus mendekati nya, sampai akhirnya ia akan menjadi bahan bulying oleh fans fans nya.


Maka dari itu, jalan satu satunya Andrew memilih jalan terbaik. Selain itu, juga karena dirinya memang sudah cukup sering melakukan seperti itu dengan sahabat nya.


Bisa di katakan sebagai partner ranjang. Akan tetapi keduanya tidak memiliki perasaan apapun, karena perasaan Andrew hanya untuk Claudia.


Namun siapa sangka, akibat ulah nya justru Claudia malah merusak dirinya sendiri. Membuat Andrew semakin tak bisa berkata kata.


"Clau, apapun yang terjadi. Kamu harus kuat, dan semangat. Aku yakin, kamu pasti bisa sembuh. Kamu akan menjadi seorang ibu yang sangat hebat untuk anak anak kamu. Aku yakin itu, plis tolong bertahan ya," ujar Andrew kini menggenggam tangan Claudia dengan erat.


Ia juga menginterupsi supir nya untuk mencarikan rumah sakit bagus yang letaknya jauh dari tempat sebelumnya agar keluarga Claudia tidak menemukan mereka.


...~To be continue... ...


...Holaa,, mohon maaf ya Mommy belum bisa update di kamar sebelah. Mommy hanya bisa update disini. Keadaan di rumah masih sangat sibuk, karena masih berdukacita. Dan insyaallah Mommy akan mulai aktif update lagi mungkin lusa, setelah 3 harian. Sekali lagi mommy minta maaf ya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™...