Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Extra part



...~Happy Reading~...


"Assalamu'alaikum, yuhuuu! Ayaahhh! Bundaaa! Claudi pulang!" teriak Claudia saat memasuki rumah orang tuanya bersama dengan anak dan juga suami nya.


Ya, setelah pulang dari rumah sakit. Kiano memutuskan untuk mengajak Claudia agar tinggal sementara di rumah ayah Stive.


Bukan tanpa alasan, itu semua Kiano lakukan agar ayah Stive bisa segera pulih dan membaik seperti sedia kala.


Ya, sejak kejadian kepergian Claudia saat itu, ayah Stive terkena serangan jantung dan struk. Kaki nya sudah tidak bisa berjalan lagi, maka dari itu, ia hanya bisa duduk di kursi roda saja.


Selain itu, Kiano juga ingin membuat ayah mertuanya agar bisa bertemu cucu laki laki nya.


Benar, Kiano cukup paham dengan sikap dan watak ayah mertua nya yang memiliki gengsi setinggi langit. Kiano pun juga masih mengingat dengan jelas, bagaimana penolakan ayah Stive tentang baby Taka.


Akan tetapi, Kiano mencoba memahami dan tidak mengambil hati perkataan ayah Stive waktu itu.


"Walaikumsalam, astaghfirullah Claudi. Sepertinya keadaan kamu benar benar sudah sangat pulih, sampai bisa langsung teriak begitu!" tegur Clayton saat menghampiri adik nya.


"Kakak, dimana ayah?" tanya Claudia mengabaikan cibiran sang kakak.


"Ayah lagi mandi sama Bunda." jawab Clayton, lalu ia segera mengambil baby Taka di tangan Claudi, "Halo jagoan!"


"Kakak ih, itu kan anak Claudi!" seru Claudia seolah tidak Terima saat anak nya tiba tiba di rebut.


"Kamu dulu juga sering ngerebut Claire sama Chloe, jadi jangan protes!" balas Clayton lalu ia segera membawa keponakan nya untuk masuk ke dalam kamar nya, "Ah iya, No langsung bawa istri kamu ke kamar. Suruh istirahat, jangan boleh teriak teriak, itu luka nya belum seratus persen pulih!" imbuh Clayton saat menghentikan langkah nya beberapa saat dan kembali melanjutkan langkahnya lagi.


"Kakak ituuu, anak kita ihh!" rengek Claudia persis seperti anak kecil saat mainan nya di rebut. Ia bahkan sampai memanyunkan bibir sambil menghentakkan kaki nya ke lantai dan menunjuk ke arah kakak nya yang sudah membawa baby Taka naik ke lantai atas.


"Sudah, gapapa. Biarkan saja, ayo sekarang kita langsung ke kamar saja. Benar kata kak Clayton, kamu masih harus banyak istirahat!" ujar Kiano tersenyum.


"Kakak!" pekik Claudia saat merasakan tubuh nya melayang di udara karena di gendong oleh Kiano.


"Biarkan baby Taka sama uncle nya. Saat nya kamu istirahat atau mungkin kita bisa terapi sekarang," ujar Kiano tersenyum miring sambil mengedipkan sebelah mata nya.


"Tβ€”terapi apa?" tanya Claudia seketika menjadi kikuk.


"Terapi seperti yang di ajarkan dokter Farah kemarin. Dan sekarang, biar aku yang membimbing," jawab Kiano semakin melebarkan senyuman nya, membuat mata Claudia langsung membulat dan seketika ia menyilang kan tangan nya di dada.


"Gak perlu!" tolak wanita itu dengan cepat menggelengkan kepala, "Kalau kakak yang bimbing, yang ada bukan terapi asi, melainkan terapi calon adik Taka! Gak mauuuu!" pekik Claudia hingga membuat Kiano semakin tergelak.


Beberapa hari yang lalu, Claudia sempat mengeluh, mengapa asi nya tidak bisa keluar melimpah seperti saat kakak ipar nya dulu.


Dulu, saat Shiena melahirkan, Claudia bisa melihat betapa banyak asi yang di hasilkan kakak ipar nya itu. Bahkan ia sampai takjub melihat betapa banyak nya stok asi yang di dalam kulkas.


Claudia berfikir semua wanita hamil dan melahirkan pasti akan menghasilkan asi segitu banyaknya. Akan tetapi, saat dirinya yang melahirkan, asi nya tidak ada.


Setelah konsultasi dengan dokter Farah, akhirnya ia bisa mengeluarkan asi, hanya saja masih sedikit, maka dari itu harus sering di terapi.


Dan Kiano, sudah berbaik hati ingin membantu Claudia untuk melancarkan asi itu, akan tetapi justru istrinya itu menolak keras.


...🍁🍁🍁🍁...


...To be continue gak nih? ...


...Masih mau lagi gak? ...


...Kalau mau lagi, Komen ya! ...