Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Kedatangan ayah



...~Happy Reading~...


Hari berganti hari, kandungan Claudia kini sudah mulai membesar. Sekolah pun, Claudia sudah mulai home schooling sejak dua bulan yang lalu saat usia kandungan nya menginjak hampir enam bulan.


Semakin besar kandungan Claudia, wanita itu juga semakin sedikit dalam bergerak maupun beraktivitas.


Sehari hari, Claudia banyak menghabiskan waktu di dalam kamar calon bayi nya. Selalu ada saja pekerjaan yang dia lakukan di dalam sana.


Dari mulai renovasi, menata perabotan, barang serta Claudia juga ikut belajar menyeterika pakaian bayi nya.


"Udah Non, biar mbak saja yang lanjutkan. Non Claudi istirahat ya," ujar mbak Niken setelah berhasil merebut pakaian bayi yang di pegang oleh Claudia.


Wanita muda itu langsung memberengut kesal, "Mbak, Claudi kan pengen—"


Tiba tiba Claudia menghentikan ucapan nya. Kepala nya kembali berdenyut, membuat nya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan nya.


"Non.. " panggil mbak Niken memegang bahu Claudia pelan.


"Mbak.. " Claudia memejamkan matanya, mencoba menarik napas nya dengan cukup dalam lalu menghembuskan nya perlahan, "Ya udah, Claudi istirahat aja," imbuh nya lalu segera bangkit dan kembali ke dalam kamar nya.


Baru saja ia hendak membuka pintu, tiba tiba tubuh nya terasa begitu lemas hingga membuat nya hampir terjatuh, kalau saja tidak di tahan oleh seseorang dari belakang.


"Ayah!" pekik Claudia pelan sambil berusaha menajamkan penglihatan nya, "Ini benar Ayah kan? Tapi—"


Tanpa berlama lama, ayah Stive langsung mengangkat tubuh putri nya dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


Sudah hampir dua bulan ini, Claudia tidak datang ke rumah utama. Juga melarang nya untuk datang berkunjung ke rumah Kiano.


Entah apa yang sedang di rencanakan oleh putri nya itu, namun ayah Stive kali ini melanggar janji nya dengan diam diam mengunjungi rumah putri nya.


"Kamu sakit?" tanya ayah Stive setelah menidurkan Claudia di atas tempat tidur.


Seketika itu juga, Claudia tersenyum menatap sang ayah, "Ayah bohong. Kan Claudi udah bilang, Ayah kesini nya nanti kalau Claudi sudah melahirkan, ckckc!" jawab Claudia dengan berdecak.


"Ayah tanya sama kamu, kamu sakit?" tanya ayah Stive lagi dan kini lebih tegas dari sebelum nya.


"Enggak!" jawab Claudia dengan cepat, "Claudi hanya kecapean sedikit, dan beginilah. Namanya juga bumil, ayah kaya gak pernah lihat bumi aja deh," imbuh Claudia menghela napas nya dengan berat.


"Ayah... " panggil Claudia pelan seraya menatap wajah ayah nya dengan tatapan yang begitu sayu, "Dulu, waktu Bunda hamil Claudi gimana s"


"Kenapa kamu tidak tanya kepada bunda kamu hem?" tanya ayah Stive nampak kembali menghela napas nya berat.


"Yang ada disini itu ayah bukan bunda. Lagian kenapa ayah tidak membawa Bunda kalau mau kesini?" kata Claudia berdecak.


Sebenarnya, kedatangan Stive ke rumah Kiano, hanya ingin memastikan keadaan putri nya baik baik saja.


Beberapa waktu yang lalu, Kiano datang mengunjungi rumah utama tanpa Claudia.enantu nya itu begitu banyak bertanya dan bercerita tentang kesehatan Claudia yang semakin menurun belakangan ini.


Akan tetapi, Kiano masih belum bisa menemukan apa yang sedang di sembunyikan oleh istrinya. Itulah sebab nya, Kiano memutuskan untuk berbagi cerita dan bertanya kepada ayah mertua nya.


Namun ternyata semua sama saja, ia juga tidak mendapatkan hasil apapun. Bahkan, dokter Farah yang sepertinya mengetahui sesuatu tentang Claudia, kini sudah tidak ada.


Dokter itu sudah mengundurkan diri sejak beberapa bulan yang lalu. Membuat Kiano tidak bisa lagi mencari tahu tentang fakta kesehatan istrinya.


...~To be continue... ...