Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Saling menyalahkan



...~Happy Reading~...


"Ini gara gara kamu yang tidak pernah mau mendengarkan apa kata Ayah!" ucap ayah Stive langsung membuka suara ketika Claudia dan Kiano sudah memasuki ruang kerja nya.


"Kenapa jadi Claudi yang salah?" tanya Claudia seraya menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Kamu yang berpacaran sama si brengsek itu. Padahal jelas Ayah dan Kakak kamu melarang, kota sudah beritahu kalau dia laki laki brengsek, kenapa kamu malah rela diam diam Backstreet seperti itu!" balas ayah Stive berdecak, "Dan sekarang lihat, akibat ulah kamu, sekarang kamu viral kan. Semua orang membicarakan kamu yang tidak baik!"


"Biarkan saja!" jawab Claudia dengan santai, "Mereka tidak mengenal Claudi, terserah mereka akan berkomentar apa, Claudi gak perduli!" imbuh nya hingga membuat ayah Stive semakin geram.


"Tapi dia sampai berani menyakiti kamu Clau!" pekik ayah Stive semakin tak Terima kala mengingat video tersebut, "Nama kamu buruk dimana mana!"


"Ya terus kenapa Ayah malah nyalahin Claudi!" seru Claudia pada akhirnya hingga menatap kesal pada sang ayah.


"Karena emang kamu yang salah. Kalau saja kamu mendengarkan Ayah dulu, tentu semua ini tidak akan terjadi!" balas ayah Stive menghela napas nya dengan berat.


"Claudi sudah putus sama dia. Claudi udah gak pernah kontak sama dia lagi!"


"Gak kontak, tapi kamu pegangan tangan di taman sampai viral. Iya!"


"Tapi kan bukan Claudi yang videoin! Claudi gak tau apa apa!"


"Tetap saja, kamu gak bisa jaga diri kamu sendiri. Kalau begini, home schooling kamu akan di majukan!" ucap ayah Stive memberikan ultimatum kepada Claudia.


"Loh, gak bisa gitu dong Ayah. Kenapa Ayah hanya menyalahkan Claudia saja?"


"Ya salahin Andrew dan mama nya itu. Dia yang udah nampar Claudi. Mereka yang udah buat Claudia viral. Kenapa malah Claudi yang di salahin hiks hiks hiks."


Finally, pada akhirnya tangis Claudia pecah saat harus berdebat dengan ayah nya. Bukan maksud Stive menyalahkan Claudia.


Namun, memang beginilah caranya sejak dulu. Jika ada yang terjadi kepada anak anak nya, ayah Stive akan menyalahkan diri mereka sendiri. Bukan hanya Claudia, namun Clayton pun sama.


Akan tetapi, meskipun ayah Stive memarahi anak anak nya, dirinya tetap mengurus orang yang sudah berani mengusik keluarga nya.


Itu semua ia lakukan untuk membuat mental anak anak nya kuat dan tidak lemah. Agar mereka tidak akan membiarkan diri mereka di sakiti lagi oleh orang lain.


"Dan juga, kalau saja kakak gak bikin mood Claudi hancur waktu itu, tentu aja Claudi gak akan mampir di taman. Kalau Claudi gak mampir di taman, Andrew gak bakal nyamperin Claudi. Hingga gosip itu tidak akan ada, dan orang tua Andrew gak akan datang buat nampar Claudi. Hiks hiks jadi ini semua akar nya dari kakak huaaaa!" seru Claudia semakin kencang menangis hingga membuat Kiano yang sejak tadi diam kini langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


Dan benar saja seperti dugaan nya. Stelah mendengar penuturan dari anak perempuan nya. Ayah Stive langsung memberikan nya tatapan yang begitu tajam hingga membuat Kiano merasa begitu sulit untuk menelan saliva nya sendiri.


"Maaf," ujar Kiano langsung memeluk istri nya dari samping, tanpa perduli dengan tatapan maut dari sang ayah mertua.


"Kakak yang jahat hiks hiks hiks. Kenapa kakak gak tahan Claudi waktu itu, harusnya kakak yang anterin Claudi pulang, jadikan Claudi gak bakal mampir di pinggir jalan hiks hiks. Dan sekarang, Ayah malah marahin Claudi dan nyalahin Claudi, hiks hiks kakak jahat!" gumam Claudia di sela isak tangis nya sambil terus memukul mukul dada bidang Kiano.


Sudahlah, dirinya pasrah. Apapun yang di katakan oleh Claudia ia hanya bisa mengiyakan dan meminta maaf.


Kenapa dirinya tidak mengantarkan Claudia pulang, sedangkan dirinya saja tidak tahu jika Claudia datang ke rumah sakit. Jadi bagaimana ia bisa menahan atau mencegah wanita itu untuk pulang? batin Kiano tak habis pikir.


...~To be continue... ...