Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Gentaka Alsaki



...~Happy Reading~...


Beberapa hari telah berlalu, kini keadaan Claudia sudah semakin baik. Semangat nya seolah selalu berkobar agar ia bisa segera bertemu dengan anak nya.


"Kakak ayoo!" rengek Claudia untuk yang ke sekian kalinya, membuat Kiano semakin gemas terhadap istri kecil nya itu.


"Baiklah, ayo kita jemput pangeran kita," ujar Kiano, ia segera mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkan nya di atas kursi roda agar lebih mudah membawa Claudia ke ruangan bayi.


Tidak begitu lama, keduanya kini sudah tiba di depan ruangan bayi, yang dimana itu adalah ruangan khusus untuk bayi Kiano dan Claudia saja.



"Benar kan, apa kata Claudi waktu itu. Dia pasti akan tampan seperti papip nya," gumam nya lirih sambil menatap lekat wajah bayi nya.


Lagi lagi Kiano terkekeh mendengar gerutuan dari istri nya, ia langsung memeluk Claudia dari belakang dan menggenggam tangan nya erat.


"Nanti kita buat lagi yang versi perempuan, biar mirip sama kamu, oke!" ucap Kiano yang seketika membuat Claudia melotot dan langsung menepis tangan suami nya dengan kasar.


"Enggak!" tolak nya dengan cepat sambil menggelengkan kepala, "Gak mau buru buru, capek. Satu saja cukup, gapapa kalau gak ada yang mirip Claudi."


Oekkk


Percakapan Claudia dan Kiano seketika terhenti saat mendengar bayi mereka menangis dengan cukup kencang.


Bisa di katakan, ini adalah tangisan pertama baby mereka. Karena sejak lahir dan di letakkan di incubator, bayi itu belum menangis sama sekali. Hanya sesekali terdengar suara seperti rengekan, namun tidak menangis sekencang sekarang ini.


Tentu saja, hal itu membuat keduanya bingung dan sedikit terkejut.


"Apakah boleh di angkat? Claudi pengen gendong?" pinta Claudia dengan tatapan memohon kepada suami nya.


Kiano nampak berfikir sejenak. Keadaan bayi nya memang sudah baik, dua minggu di dalam incubator, bahkan berat badan nya juga sudah mulai bertambah.


Akhirnya, Kiano menganggukkan kepala nya dan mengangkat bayi itu dengan perlahan, lalu ia berikan kepada Claudia.



"Hiks hiks hiks, ini beneran anak Claudi kan? Hiks Claudi gak nyangka bisa punya anak sendiri. Claudi gak jadi baby sister Claire sama Chloe lagi hiks hiks hiks."


Ya, memang selama ini Claudia sangat menyukai anak kecil. Setiap kali kakak ipar nya melahirkan, maka dirinya yang akan menemani bahkan membantu menjaga bayi mereka.


Maka tak heran, jika saat ini Claudia begitu luwes saat menggendong bayi nya sendiri, lantaran dirinya sudah sering menggendong bayi sebelum nya.


Sementara itu, Kiano yang terus mendengar suara racauan bahagia dari istrinya, hanya bisa menggelengkan kepala dengan pelan.


Akhirnya, ia bisa mendengar suara cerewet dari istrinya lagi. Akhirnya, ia juga bisa melihat senyuman dan tawa renyah dari istri nya lagi.


"Apa kakak sudah menyiapkan nama untuk dia?" tanya Claudia kini mendongak dan menatap suami nya.


"Taka!" jawab Kiano, laki laki itu segera duduk berjongkok tepat di depan anak dan istrinya.


"Gentaka Alsaki, bayi laki laki yang sangat tampan luar biasa," imbuh Kiano hingga membuat bayi yang berumur kurang dari satu bulan itu langsung tersenyum tipis.


"Kakak lihat! Dia tersenyum!" pekik Claudia begitu heboh, "Berarti dia menyukai nama itu!"


"Iya, dia pasti sangat menyukai nya. Karena dia memang sangat tampan," ujar Kiano terkekeh.


"Ckckck, baby Taka, kau sangat narsis seperti Papip mu!" cibir Claudia seketika membuat bayi itu langsung memanyunkan bibir nya seolah tidak Terima dengan perkataan dari ibu nya.



"Nah, kamu lihat saat dia seperti ini, sangat mirip dengan kamu!" gumam Kiano terkekeh membuat Claudia ikut memanyunkan bibir nya kesal.


Cup!


"Tapi aku sangat menyukai nya," imbuh Kiano setelah berhasil mendaratkan kecupan manis di bibir Claudia, hingga membuat wanita itu langsung berpaling karena wajah nya sudah sangat merona bak kepiting rebus.