
...~Happy Reading~...
Malam harinya, Claudia dan Kiano turun ke bawah untuk ikut bergabung makan malam bersama ayah Stive dan bunda Ella.
Clayton sudah pulang sejak sore tadi, karena anak anak nya sedang sedikit rewel dan juga, ia merasa sudah ada Kiano dan Claudia di rumah orang tuanya. Jadilah, ia memilih untuk pulang saja agar bisa melanjutkan proyek nya.
Bukan tanpa alasan, kedua putri Clayton, jika berada di rumah nya sendiri. Mereka sangat mandiri dan sudah bisa tidur di kamar masing masing.
Akan tetapi, jika di rumah opa dan oma nya, mereka tidak pernah mau tidur sendirian. Melainkan harus ikut tidur satu ranjang dengan ibunya. Maka dari itu, Clayton sedikit kurang betah di rumah utama, lantaran ia tidak bisa bebas jika bersama istrinya.
"Bagaimana kabar Ayah?" tanya Kiano mulai membuka suara, saat sejak tadi melihat ayah nya hanya diam sambil menatap ke arah nya dan Claudia.
"Ayah pasti baik, Kak. Tentu saja, karena sudah ada Bunda yang selalu setia menjaga Ayah!" jawab Claudia tersenyum hangat kepada ayah nya.
"Ayah itu harus kurang kurangin galak nya. Itu muka nya lebih di lembutin dikit, kasihan tahu sama Bunda. Ayah bisa kok lebih hangat seperti kak Kiano contoh nya, biar pikiran ayah tenang dan tidak stres. Ayah itu seperti ini pasti karena pekerjaan Ayah, karena Ayah suka marah marah juga, makanya darah tinggi dan begini."
"Ayah banyak banyak ngobrol deh sama kak Kiano, dia kan dokter. Dia pasti akan kasih arahan terbaik untuk Ayah, harus semangat ya Ayah, biar cepet sembuh dan main bola sama Taka," imbuh Claudia panjang lebar, tanpa tahu penyebab utama Ayah nya sakit adalah karena dirinya yang hampir di nyatakan meninggal dunia.
Claudia bangkit dari tempat duduk nya, lalu ia duduk bersimpuh di depan kursi roda yang di duduki oleh Ayah Stive.
"Claudi sayang banget sama Ayah. Tolong terima Taka ya Ayah, dia juga cucu Ayah. Claudi tahu, bahwa kehadiran dia sedikit kurang tepat dan mengandung unsur kesalahan. Tapi, dia tidak bersalah. Kehadiran nya adalah anugerah terbesar dalam hidup Claudi."
Tes..
Air mata Stive langsung luruh saat melihat putri nya bersimpuh di depan nya dengan berderai air mata, hingga tanpa sadar membuat air matanya ikut terjatuh.
"Jangan salahkan Taka dan Claudi. Karena ini semua, pyur kesalahan Kiano. Kiano tahu, bahwa Ayah belum bisa menerima kehadiran Kiano sepenuhnya. Tapi Kiano mohon, tolong terima kehadiran Taka. Dan Kiano berjanji, tidak akan mengulang kesalahan yang sama." imbuh Kiano yang juga ikut bersimpuh di samping istri nya.
Tangan kekar yang sudah mulai renta dan keriput itu semakin melemah, kini mulai terulur untuk mengusap kepala kedua anak nya. Air mata semakin deras membasahi wajah nya.
"Ayah yang salah, karena terlalu takut putri Ayah tersakiti. Yang pada akhirnya, justru Ayah yang menyakiti kalian hiks hiks."
"Ayah minta maaf, karena tidak pernah bisa mempercayai kamu," imbuh Ayah Stive dan kini ia menatap ke arah Kiano, "Mulai sekarang, Ayah akan mempercayai kamu, Ayah percaya bahwa kamu bisa menjadi suami yang baik, bahkan jauh lebih baik daripada Ayah."
"Kamu laki laki yang baik, kamu laki laki yang bertanggung jawab. Jadi mulai sekarang, Ayah serahkan putri ayah sama kamu. Ayah percaya, Claudia akan bahagia bersama kamu."
Kiano mendongakkan kepala nya, ia menatap wajah mertuanya dengan begitu intens. Tak bisa ia pungkiri, bahwa matanya pun ikut berkaca kaca saat melihat mata mertua nya yang sudah berlinang air mata.
"Kiano akan berusaha Ayah. Kiano janji, akan membahagiakan Claudi dan menjaga nya sepenuh hati Kiano," balas Kiano yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Ayah Stive.
"Ciee dua jagoan Claudi nangis bareng bareng," goda Claudia terkekeh sambil menghapus air mata nya sendiri.
"Astaga Clau, kau itu selalu bisa menghancurkan suasana!" celetuk bunda Ella berdecak namun juga ikut terkekeh.
Begitupun dengan Kiano dan juga Ayah Stive yang juga ikut tersenyum saat bisa kembali melihat keceriaan dan keramaian ulah Claudia.
'Terimakasih Tuhan, karena Engkau sudah mengembalikan kehidupan Claudi. Karena hanya dia yang bisa mewarnai kehidupan kami,' gumam Kiano semakin terharu, dan ia langsung memeluk istrinya dengan begitu erat.
"Kakak ihhh, malu tau sama Ayah dan bunda. Nanti aja kalau kita udah di kamar!"
"Clauuu!" seru Ayah Stive dan bunda Ella bersamaan saat mendengar penolakan Claudia namun justru anak perempuan nya itu semakin mengeratkan pelukan nya untuk menggoda kedua orang tuanya.
...🍁🍁🍁🍁...
...Kok rasanya berat ya Mommy mau ninggalin kamar ini 🙈🙈🙈🤣🤣🤣...
...Kalian gimana? bosen gak sih? ...