Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Menghargai



...~Happy Reading~...


Setelah puas berkenalan, kini saat nya bagi Kiano untuk membawa masuk adik kecil nya ke dalam sebuah rumah yang sebelumnya pernah ia masuki sebelumnya. Membuat wanita hamil di bawah nya langsung memekik tertahan sampai harus mencengkram erat bahu Kiano.


“Kakak sakitttt!” jerit Claudia menggigit bibir nya dengan begitu kuat.


Kiano berhenti sejenak, menatap wajah istrinya di bawah sana. Ia tersenyum, dengan tangan nya yang membelai lembut wajah Claudia. Meskipun Claudia bukan lagi gadis perawan, namun ini baru kali kedua dirinya memasuki wanita nya. Jadi wajar jika Claudia kembali merasakan sakit.


Terlebih, jarak antara yang pertama dengan yang kedua cukup jauh, yakni hampir tiga bulan dan kini keadaan Claudia sedang hamil.


“Apakah masih sakit?” tanya Kiano sambil mengusap perut Claudia yang sudah terlihat sedikit buncit.


“Perih sedikit,” jawab Claudia sedikit meringis.


Kiano tersenyum, dia dengan sabar menunggu hingga istrinya mulai terbiasa. Mencoba membelai dan memberikan sentuhan di setiap titik sensitif nya agar mulai terbiasa dan terbuai dari rasa sakit yang di rasakan.


Hingga setelah beberapa saat, Claudia sendiri yang mulai menggerakkan pinggul nya, membuat Kiano semakin tersenyum karena tahu itu adalah sebuah kode untuk nya mulai bergerak.


Dan akhirnya malam panas keduanya kembali terjadi. Ah ralat, bukan malam panas, namun sore panas, lantaran kini jam masih menunjuk di angka empat sore. Dan keduanya sudah berperang bertukar peluh dan menyanyikan lagu dewasa sejuta umat di dalam kamar.


...🍁🍁🍁🍁...


“Kakak ... “ Panggil Claudia saat membuka mata nya.


Entah sudah berapa lama keduanya tertidur setelah melakukan pergulatan, kini keduanya masih polos di bawah selimut dengan Claudia yang tidur ber bantal lengan Kiano.


“Kakak gak laper?” tanya nya pelan, ia menusuk nusuk dada bidang suami nya dengan jari telunjuk nya, membuat laki laki dewasa yang berstatus suami nya itu kembali memejamkan mata dan sedikit menggeram.


“Jangan seperti ini, kamu akan membangunkan nya lagi,” ujar Kiano menarik napasnya cukup dalam.


“Tapinya Clau laper,” rengek Claudia begitu manja seraya memanyunkan bibir, membuat Kiano langsung tersenyum.


Entah mengapa, ia selalu suka melihat ekspresi wajah Claudia saat sedang cemberut seperti itu. Sangat lucu dan menggemaskan, membuatnya selalu ingin mengecup dan melu mat nya dengan begitu panas.


“Kamu mau makan apa?” tanya Kiano dengan lembut sambil merapikan surai rambut yang menutupi sebagian wajah istri nya.


“Apapun yang kakak masak, akan Clau makan,” jawab Claudia dengan penuh semangat.


Kiano menganggukkan kepala nya. Kini dirinya sadar dan sangat sadar, ia harus banyak bersyukur, karena sudah di pertemukan dengan Claudia. Meskipun gadis itu sangat manja dan cengeng bahkan tidak bisa mandiri, namun setidaknya Claudia sellau bisa menghargai nya.


Kiano bukanlah orang yang pandai memasak. Bahkan, ia masak saja hanya dengan menggunakan tutorial dari YouTube, atau bahkan mengambil resep dari mbah Google. Namun, Claudia selalu menghabiskan makanan nya, tanpa perduli bagaimana rasa utama atau rasa asli dari makanan itu.


‘Maafkan aku yang sempat meragukan mu. Mungkin inilah yang di maksud, Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, namun Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Dan Tuhan tahu, bahwa aku butuh kamu, begitupun sebaliknya. Kita saling membutuhkan demi kebahagiaan anak kita. Dan aku janji, mulai sekarang akan membuat kamu juga bahagia berada di dekat ku.’ Gumam Kiano dalam hatinya sambil terus menatap wajah Claudia.


...~To be conitnue......


...Udah ya, udahhhh... Jangan minta lagi, kompor nya udah mati. Jadi udah gak panas sayur nya ......