Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
TAMAT



...~Happy Reading~...


Bunda Ella yang mendengar bahwa putrinya kembali bangun, dengan cepat langsung meninggalkan ruang perawatan suaminya dan segera berlari ke ruangan Claudi yang baru.


Ya, beberapa saat yang lalu, Kiano sudah memindahkan Claudia ke ruangan biasa, karena keadaan Claudi sudah cukup membaik dan stabil walaupun belum sadarkan diri.


Namun semua organ vital nya bekerja dengan normal, hanya tinggal menunggu Claudia sadar dan membuka mata kembali.


“No, bagaimana keadaan Claudi?” tanya bunda Ella dengan mata yang sudah memerah karena menangis.


Air matanya masih mengalir deras, namun kini air mata itu bukan karena air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia karena pada akhirnya putri nya kembali di berikan kesempatan untuk hidup.


“Semuanya baik Bun, hanya tinggal menunggu dia sadar,” jawab Kiano tersenyum, begitu pun dengan bunda Ella yang juga ikut tersenyum.


Dengan cepat, bunda Ella langsung memeluk tubuh Kiano dengan begitu erat, “Terimakasih Nak, terimakasih hiks hiks hiks. Terimakasih karena sudah mengembalikan putri ku, kamu menyelamatkan nya, terimakasih hiks hiks.”


“Bukan Kiano Bun, tapi Tuhan,” ralat Kiano yang juga membalas pelukan ibu mertuanya.


“Apakah Bunda bisa melihat Claudi?” tanya bunda Ella langsung menghapus air matanya dan menatap Kiano.


“Silahkan Bun, bagaimana dengan Ayah?” tanya Kiano saat mengingat bahwa ayah mertuanya sempat pingsan setelah menghajar nya tadi.


“Ayah kamu terkena serangan jantung,” jawab bunda Ella menarik napas nya berat, Tapi, kata dokter keadaan nya sudah baik baik saja, hanya butuh istirahat, dan sekarang dia bersama Clayton.”


Kiano hanya menganggukkan kepala nya lalu ikut masuk kembali ke dalam ruangan Claudia yang di dalam sana sudah ada kedua orang tua Kiano yang menunggu Claudia.


Euughhh!


Claudia mulai mengerjapkan matanya berulang kali, saat sinar lampu yang begitu terang begitu menyilaukan mata nya.


“Sayang, kamu sudah bangun?” Kiano mendekati istrinya dan langsung menggenggam tangan nya.


“K—Kakak ... “ gumam wanita itu dengan begitu lemah.


“Iya Sayang, aku disini,” jawab Kian tersenyum dan terus memberikan kecupan lembut di tangan Claudi, membuat wanita itu langsung tersenyum tipis.


“D—dimana anak kita?” Claudia ingat bahwa dirinya hamil, dan kini perut nya sudah kembali rata, yang mana itu tandanya ia sudah melahirkan.


Ia kembali teringat saat sebelum menjalani operasi, yang mana dokter mengatakan bahwa bayinya tidak akan selamat karena berat badan nya yang masih sangat kecil. Seketika membuat air mata nya menetes, merasakan sesak saat pengorbanan nya sia sia.


“B—benarkah?”


“Tentu saja benar. Dia memang kecil, tapi dia sangat kuat dan pintar untuk bertahan hidup, seperti mami nya,” kata Kiano dengan tersenyum membuat tangisan Claudia semakin pecah namun dengan di sertai senyuman lebar.


“Saat keadaan kamu sudah benar benar pulih, kamu bisa menjenguk nya di ruangan bayi. Tubuh nya masih sangat rentan, dan organ vital nya belum bekerja dengan sempurna karena dia prematur, jadi dia menunggu mamim nya untuk menengok ke sana. Lekas lah pulih, oke,” imbuh Kiano panjang lebar sambil mengusap air mata istrinya.


“Hiks hiks hiks, Claudi berhasil, hiks hiks.”


“Iya, kamu berhasil sayang. Kamu berhasil, terimakasih,” ujar Kiano lalu ia memeluk Claudia dan mengecup kening nya dengan begitu lembut.


Sementara itu, para orang tua yang melhat interaksi antara Kiano dan Claudia ikut bernafas lega karena pada akhirnya semua akan kembai baik baik saja.


Bahkan, kini mereka semakin bersyukur, saat ternyata di antara keduanya sudah saling mencintai dan tidak akan mungkin untuk berpisah.


Memang benar, setiap kejadian pasti akan ada hikmah di dalam nya. Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada umat-Nya di luar batas kemampuan. Dan dari kejadian ini, Kiano bisa belajar akan hadirnya seseorang dan bisa menghargai nya.


Pertahankan apa yang sudah menjadi hak milik mu, dan tinggalkan yang memang bukan milik mu. Seperti hal nya, Kiano harus mempertahankan Claudia yang sudah menjadi istrinya, dan meninggalkan Fayya yang memang belum bisa ia miliki.


Biarkanlah Fayya menjadi masa lalu, menjadi teman hidup di masa lalu. Sedangkan Claudia, akan menjadi warna baru yang akan terus mewarnai kehidupannya di masa depan.


Dan kini, Tuhan sudah memberikan Kiano kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan nya dengan Claudia, dan ia tidak akan menyia nyiakan lagi kesempatan itu.


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...TAMAT ......


...Alahamdulilah, akhirnya selesai juga disini. Awal nya, memang akan sad ending. Tapi, karena kalian menolak, akhirnya Mommy kasih sedikit keajaiban untuk kembali menghidupkan Claudi, so kita sudahi sampai disini ya.....


...Terimakasih untuk yang sudah menemani hari hari om Kiano dan neng Claudi. Biarkan mereka bahagia dengan bayi kecil nya, dan mungkin, nanti mereka akan hadir di kamar lain ......


...Sekali lagi, terimakasih banyak ya untuk semua yang sudah mendukung kamar ini, love love sekebon mangga buat semua pembaca real dan ghoib Mommy semua nya......