
...~Happy Reading~...
"Selamat pagi, kesayangan Mamim." Jika dulu, Claudia selalu bangun siang hari, kini sejak adanya Taka di dalam hidup nya, tentu dia akan selalu bangun pagi dan selalu menyapa putra nya terlebih dulu.
Usia baby Taka kini sudah enam bulan, Claudia dan Kiano juga sudah pindah dari rumah Ayah Stive sejak satu bulan yang lalu.
Kesehatan Ayah Stive sudah semakin baik, bahkan laki laki tua itu sudah bisa beraktifitas normal seperti biasa. Hanya saja, untuk berjalan ia masih harus mengenakan tongkat.
"Saat nya kita mandi, come on!" ucap Claudia lalu ia segera mengangkat tubuh putra nya dari atas tempat tidur box nya dan membawa nya ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar baby Taka.
Ya, baby Taka sudah tidur sendirian. Sejak Claudia dan Kiano pindah rumah, mereka sudah menyiapkan kamar untuk baby Taka.
...ππππ...
"Loh, Bunda kok datang gak bilang bilang?" Kiano terkejut saat sedang menuruni tangga dan melihat ibu mertuanya sedang memasak di dapur.
"Iya, bunda udah kangen sama Taka. Ini kan hari pertama dia MPASI. Makanya bunda semangat datang kesini, dan buatin bubur buat dia," jawab bunda sambil terus mengaduk makanan nya.
"Oh iya, dimana anak dan istri kamu?" tanya bunda Ella, ia sudah mematikan kompor nya dan berbalik menatap menantu nya
"Lagi mandi kayaknya Bun di atas," jawab Kiano, ia segera mendudukkan dirinya di meja makan dan segera memulai sarapan nya.
Jangan tanya mengapa Kiano sarapan lebih awal dan tidak menunggu Claudia. Itu semua karena ia ada jadwal pagi, dan tidak akan keburu jika menunggu Claudia turun.
Awalnya, Kiano tidak mau sarapan dan akan langsung berangkat kerja. Namun, Claudia melarang dan memaksa Kiano agar sarapan lebih dulu.
Sementara itu, bunda Ella yang sudah selesai menyiapkan makanan untuk cucu laki laki nya, ia segera naik ke lantai atas untuk menemui anak dan cucu nya.
Cklek!
"Astaghfirullah Clau!" pekik Bunda Ella terkejut saat melihat bagaimana cara anak nya memandikan cucu nya.
"Iniβ kenapa harus disini sih!" keluh bunda Ella sampai tak bisa berkata kata.
"Gapapa Oma, Taka suka kok. Iya kan Sayang? Iya, Taka suka sama air mancur yah, iya!" tanya Claudi sembari bercanda dan bermain dengan putra nya.
"Ini anak kamu Clau bukan buah atau sayur apalagi ikan. Kenapa harus kamu cuci di wastafel!" tanya bunda Ella semakin tak habis pikir dengan tingkah anak nya.
"Ribet Bun kalau pakai bak. Pakai Bathtub apalagi, lebih ribet karena besar. Dan inilah bathtub simple ala Taka, iya kan Sayang?" kata Claudia yang langsung di balas dengan tawa oleh baby Taka.
"Lagian ya Bun, lihat Taka nya aja juga suka banget kok. Dia bisa berimajinasi kalau lagi mandi di air terjun, siapa tahu nanti dia bisa jalan jalan ke air terjun beneran!" imbuh Claudia yang membuat bunda Ella langsung terdiam dan menatap putri nya datar.
"Oma jangan malah malah, nanti tambah tua," ucap Claudia menirukan suara anak kecil untuk berbicara kepada bunda Ella.
"Astaghfirullah!" bunda Ella memijit pelipis nya, ia menarik nafas nya dengan cukup dalam. Jadi, selama ini cucu nya mandi di atas wastafel kamar mandi. Sungguh bunda Ella tidak menyangka dan tidak habis pikir dengan jalan pikiran putri nya sendiri.
"Terserah lah!" ucap bunda Ella, lalu ia segera mengangkat tubuh cucu nya dan membawa nya ke dalam kamar agar tidak terlalu lama bermain air..
"Ih Bunda, Taka belum selesai main nya!" protes Claudi yang langsung mengejar bunda Ella ke dalam kamar.
"Mau berapa lama lagi hah? Itu suami kamu sudah menunggu di bawah, sana kamu turun dulu! Biar Bunda yang ngurus Taka!" usir bunda Ella sambil mengelap badan Taka hingga kering.
"Sayang, lihat Oma kamu, sukanya marah marah. Kamu nurut ya Nak, kalau gak nanti kamu di totok sama Oma!" bisik Claudia di telinga Taka yang sukses langsung mendapatkan geplakan dari bunda Ella.
Sementara itu, Taka yang melihat ibu nya berlari keluar kamar dan melihat kemarahan Oma nya, hanya bisa diam melongo dengan ekspresi wajah bingung.
"Sayang, semoga kelak kamu bisa seperti papi kamu. Jangan seperti mami kamu, oke!" ucap bunda Ella menghela napas nya berat, lalu ia segera memakaikan cucu nya baju agar bisa membawa nya ke bawah untuk sarapan bersama.