Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Mencoba



...~Happy Reading~...


“Kamu mau mencoba nya dari awal lagi?” tanya Kiano akhirnya membuka suara.


Masih dengan mata yang saling menatap dalam, Claudia langsung menganggukkan kepala nya dengan lemah.


“Baiklah, kita coba bersama.” Dan tanpa aba aba, Kiano langsung mengecup bibir Claudia, menekan tengkuk nya dan semakin memperdalam ciuman nya.


Sementara itu, Claudia yang baru saja mendapatkan serangan mendadak, seketika itu juga langsung membulatkan matanya dengan sempurna. Jantung nya masih berdetak dengan begitu cepat lantaran mendapatkan tatapan dari Kiano, dan kini dengan tiba tiba laki laki itu mencium bibir nya, bukan hanya mencium bahkan juga melu mat dan juga menyesap nya dengan begitu dalam, hingga membuat nya terbuai.


“Balas ciuman ku,” bisik Kiano dengan suara yang begitu serak, membuat Claudia menelan saliva nya.


Menarik napas nya panjang, Claudia langsung memejamkan mata dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Kiano. Sesuai dengan permintaan Kiano, ia pun juga langsung membalas ciuman itu. Hingga kini, keduanya berciuman dengan begitu menuntut satu sama lain.


Dengan perlahan, namun pasti. Kiano mengangkat tubuh sintal istrinya dan membaringkan nya di tempat tidur, masih dengan kaki Claudia yang terjuntai ke lantai.


“Kita buka lembaran baru,” ucap Kiano pelan, ia sudah melepaskan pagutan nya, dan kini ia membelai wajah Claudia dengan begitu lembut.


“A—apakah kakak yakin?” tanya Claudia dengan suara terbata, masih dengan napas yang tak beraturan.


Sejujurnya ia merasa ragu, karena sejak semalam dirinya mengatakan itu kepada Kiano, laki laki itu justru diam dan seolah enggan untuk memberikan Claudia kesempatan memasuki hatinya.


“Kita akan berjuang bersama, demi anak kita,” ucap Kiano lembut lalu ia memberikan kecupan lagi di wajah Claudia.


Claudia bukan wanita munafik, ia sangat menikmati semua yang di lakukan oleh Kiano. Bahkan ia sangat menyukai nya, karena sejatinya ia memang penasaran dengan apa yang ia rasakan saat malam panas nya kala itu.


Bagaimana tidak, saat itu Claudia mabuk cukup parah. Ia tidak bisa mengingat semua rasa yang sudah ia lalui dengan Kiano pada malam itu.


Dengan mata yang terpejam erat, Claudia menyusupkan jari jari tangan nya pada sela sela rambut Kiano hingga membuat rambut itu kini terlihat sangat acak dan berantakan.


Menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Kiano, tidak hanya bibir nya yang berjelajah pada leher jenjang nya dan menuruni hingga ke bukit keramat yang ada di dada nya. Namun, kini tangan Kiano juga sudah mulai ikut berselancar bebas di bawah sana, memberikan efek luar biasa bagi Claudia hingga membuat nya merasa sangat ingin menjerit.


“Kakakkk!” Pekik Claudia semakin menjambak rambut Kiano saat dirinya merasakan sesuatu yang luar biasa.


Kiano menjauhkan wajah nya dari area bukti keramat milik istri nya, ia menatap wajah sayu istrinya yang sedang terengah engah. Mendengarkan setiap detak jantung yang berdetak begitu cepat hingga membuat kedua bukit itu terus bergerak naik turun.


“Mau lagi?” tanya Kiano dengan senyuman smirk di wajah nya.


...~To be continue .......


...Udah woy, dikit banget yak wkwkkwkw...


...Maaf ya, Mommy sengaja, mau masak dulu. Biar makin dapet panas nya wkwkwkaborrr .... 🙈🤣🤣🤣🤣...