
...~Happy Reading~...
"Masih marah?" tanya Kiano selesai mandi, ia langsung menghampiri istrinya yang sejak tadi hanya diam di atas tempat tidur sambil bermain ponsel.
"Gak!" jawab nya ketus tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel.
Kiano tersenyum, menghela napas nya berat sambil menggelengkan kepala. Ia menaiki tempat tidur dan mendekati istrinya.
"Kakak ihhh!!" seru Claudia semakin kesal kala ketika tiba tiba Kiano langsung merebahkan kepala nya di paha Claudia.
"Capek banget loh, tadi banyak kerjaan. Kayaknya di usap begini enak," ujar Kiano memejamkan matanya sambil menarik tangan Claudia dan meletakkan di atas kepala nya sendiri.
"Bilang aja mau di manja!" cetus Claudia berdecak.
Lagi lagi, Kiano di buat terkekeh saat mulut istrinya tak pernah singkron dengan gerak tubuh dan isi hatinya.
Begitulah Claudia, memang masih anak anak. Suka merajuk dan kadang sifatnya yang tidak bisa mengalah dengan anak nya sendiri.
Membuat Kiano merasa seperti tidak memiliki istri, melainkan memiliki dua anak sekaligus.
Akan tetapi, Kiano tidak pernah lelah apalagi mempermasalahkan nya. Justru ia bahagia karena kini hari harinya menjadi lebih berwarna.
Ia lebih menyukai Claudia yang seperti itu, di bandingkan Claudia yang diam dan sok bersikap dewasa seolah sudah tidak membutuhkan nya lagi.
Seperti saat setelah melahirkan dulu, Claudia pernah mengalami baby blues. Dimana wanita itu lebih sering diam, jika bersama orang. Namun selalu menangis saat sendiri.
Hampir dua bulan lamanya Kiano di diamkan oleh Claudia. Bahkan, wanita itu tidak pernah mau untuk di sentuh oleh nya.
Bukan di sentuh untuk ranah dewasa, bukan. Namun di sentuh biasa seperti di peluk, di genggam tangan dan yang lain. Claudia tidak mau dan menolak nya.
Dari mulai makanan hingga semua perlengkapan Taka, Claudia sendiri yang mengurus nya. Dia tidak membiarkan siapapun membantu nya. Bahkan kedua ibu nya juga tidak di perbolehkan.
Hingga pada akhirnya, Kiano mendatangkan seorang psikolog, untuk membantu Claudia keluar dari rasa takut nya.
Maka dari itu, sejak saat itu Kiano tidak pernah membiarkan Claudia terlalu fokus hanya dengan Taka saja. Dan sejak saat itu juga, bunda Ella dan mama Kiara bergantian untuk tinggal di rumah Kiano sampai Claudia lulus sekolah agar tidak membuat mental Claudia kembali down.
"Lebih dari di manja, boleh gak?" tanya Kiano dengan senyum tersungging si bibir nya, yang membuat Claudia seketika ikut menahan senyum.
"Apaan sih ah, katanya capek. Ya udah tidur! Ini kan udah di usap usap!" kata Claudia masih mode marah, namun ia juga tengah menahan senyuman nya.
"Sejak kapan sih kakak jadi mesum gini!"
"Loh, mesumm darimana sih Sayang? Apanya yang mesuum? Emang ada yang salah ya?" tanya Kiano dengan wajah pura pura polos.
Claudia tahu maksud dan tujuan suaminya berbicara itu kemana. Namun, suaminya benar benar munafik tidak mau mengakui dan seolah tidak mengerti.
"Tau ah, kesel sama kakak!"
"Ya udah sini peluk, biar kesel nya ilang!" Kiano merubah posisi tidur nya, menjadi terbaring di sebelah Claudia.
Laki laki itu menarik badan istrinya dan membawakan ke dalam dekapan nya. Mengecup pucuk kepala sang istri lalu memeluk nya dengan erat.
"Jangan marah marah terus ah, nanti lucu nya ilang di ambil Taka semua gimana, hem?"
"Kakak itu sama Taka sama saja. Sama sama nyebelin nya! Dia masih kecil aja kaya gitu, apalagi nanti kalau sudah besar, bisa kaya—"
"Kaya mamim nya!" saut Kiano dengan cepat seketika membuat mata Claudia kembali membulat kesal.
"Ihhh kakak!"
"Sssttt, jangan banyak gerak. Nanti ada yang bangun, mending tidur aja!" bisik Kiano tepat di telinga Claudia.
"Bilang aja kakak pengen!" Seketika itu juga, Kiano langsung tersenyum lebar, ia kembali mengecupi wajah istri nya dengan begitu gemas.
Segemas ketika Claudia menciumi wajah anak nya, yang membuat anak itu selalu menangis. Dan akhirnya Claudia pun ikut merasakan bagaimana geli nya jika di kecup seperti itu.
"Kita main sebentar!" bisik Kiano lalu ia segera mengangkat tubuh istrinya dan membawa nya ke dalam toilet agar tidak ada gangguan melanda.
Ya, kini tempat terindah untuk keduanya bersama hanya di dalam kamar mandi. Bukan karena kamar nya tidak memiliki kunci, hanya saja keduanya begitu sering di gagalkan oleh aksi Taka yang selalu mengetuk pintu. Yang membuatnya otomatis harus berhenti.
Sedangkan jika bermain di dalam kamar mandi, maka siapapun yang mengganggu akan mengira keduanya sedang mandi, jadilah tidak akan mengganggu lagi.
...🍁🍁🍁🍁...
...Ini mau sampai kapan woy extra part nya. udah banyak loh 🙈🙈...