
...~Happy Reading~...
Cukup lama Claudia menunggu taksi, namun entah mengapa tidak seperti biasanya, hari ini sangat sepi. Membuat wanita itu langsung menghela napas nya dengan berat.
Lelah duduk, ia kembali berdiri, lalu duduk lagi dan berdiri lagi, hingga beberapa kali. Namun, saat dirinya hendak duduk kembali, tiba tiba ia melihat sebuah mobil yang berhenti tepat di depan nya.
'Anjrit lah, kenapa harus ketemu kang celup sih ah!' gumam Claudia ingin mengumpat dalam hati.
"Claudia... " sapa seorang laki laki yang baru saja membuka kaca mobil nya.
Claudia tidak menjawab sapaan itu, ia memilih untuk kembali duduk sambil membuka ponsel. Berharap laki laki itu segera pergi dari harapannya.
Toh, dia tidak akan berani turun dari mobil. Mengingat
"Clau.. " panggil nya lagi, dan kini hal yang tak di duga terjadi. Dimana ternyata laki laki itu berani turun diri dan menghampiri Claudia.
"Andrew jangan gila kamu!" pekik seseorang dari dalam mobil yang di tumpangi laki laki tadi.
"Diam lah, aku hanya sebentar!" jawab laki laki bernama Andrew yang merupakan mantan kekasih dari Claudia.
Ia membenarkan topi dan kaca mata nya lalu menghampiri Claudia yang sedang duduk di sebuah kursi taman yang berada di atas trotoar jalan.
"Mau apa kamu!" tanya Claudia dengan ketus.
"Aku mau minta maaf!" ujar Andrew dengan lembut, bahkan laki laki itu kini sampai harus duduk berlutut di depan Claudia tanpa perduli pakaian nya akan kotor.
"Aku tahu kalau aku salah. Tapi percayalah, aku masih dan akan selalu mencintai kamu. Hati aku masih memikirkan kamu." Andrew menarik napas nya dengan cukup dalam, "Clau, aku bener bener menyesal. Maafin aku!" imbuh nya sampai tanpa sadar ia menggenggam tangan Claudia.
"Lepasin Drew!" ucap Claudia berusaha melepaskan tangan mantan kekasih nya.
"Clau, aku bener bener menyesal. Aku minta maaf, dan plis kita mulai lagi semuanya," pinta Andre menatap Claudia dari balik kaca mata nya dengan begitu intens.
"Oke aku maafin kamu. Tapi untuk kembali, maaf Drew, aku gak bisa. Hatiku udah terlanjur sakit dan mati karena kamu. Aku gak bisa!" Tolak Claudia menggelengkan kepala nya.
'Sumpah, demi apa? Tadi itu Andrew Browen?'
'Ya, kurasa juga dia. Meskipun pakai kaca mata dan topi, tapi dia benar benar tampan!'
'Ahhh kenapa kita datang nya terlambat sih! Harusnya kita dari tadi kesini!'
'Tenang lah, sebentar lagi pasti akan ada video yang beredar. Karena aku yakin, Andrewis disini banyak banget. Jadi pasti ada yang mengabadikan nya.'
'Yups betul. Tapi, btw siapa cewek itu?'
'Seragam nya kaya anak cempaka putih!'
'Oh ya wow! Surprise banget, apakah dia pacar nya Andrew?'
'Halah gak mungkin. Andrew jomblo!'
Claudia langsung memejamkan matanya dengan begitu erat. Menarik napas nya panjang seraya mengepalkan tangan. Ia bangkit dan bergegas pergi meninggalkan taman.
Meskipun ia tidak menemukan taksi, Claudia memutuskan untuk pulang berjalan kaki saja. Daripada harus mendengarkan ocehan dan gosip ria dari beberapa fans dari Andrew Bowen atau yang biasa di sebut dengan Andrewis.
"Sumpah, gue bakal ngutuk semua orang yang udah bikin hari gua sial kaya gini!" umpat Claudia mendengus. Kekesalan nya semakin bertambah saat dirinya kembali di pertemukan dengan Andrew.
Keceriaan nya yang sudah kembali karena makanan pinggir jalan, itu kini kembali sirna dan saat kedatangan Andrew.
Ibarat kata, semula bad mood nya hanya enam puluh persen gara-gara melihat suami nya yang sedang berpelukan mesra dengan mantan kekasih nya. Sudah turun tinggal tiga puluh persen karena jajanan pinggir jalan.
Namun, saat sudah bertemu Andrew, seketika bad mood nya bertambah dan naik drastis hingga sembilan puluh persen. Karena apalagi, selain karena Andrew, itu semua juga karena fans fanatik yang mengidolakan mantan kekasih nya tersebut.
...~To be continue......