Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Berdebat



...~Happy Reading~...


“Lakukan operasi itu secepatnya!” ucap ayah Stive kepada dokter yang ada di depan nya.


“Tidak semudah itu Tuan,” ujar seorang dokter yang sudah menangani Claudia sejak lama, “Pertama, kita belum menemukan pendonor untuk Claudi. Hanya sumsum anda yang paling cocok, akan tetapi karena di usia anda yang sekarang akan sangat beresiko. Selain itu, kesehatan jantung anda sedang kurang baik, jadi itu akan sulit,” tutur dokter menjelaskan.


“Kiano akan mencoba mencari pendonor yang cocok untuk Claudi!” ucap Kiano yang sejak tadi diam kini mulai ikut bersuara.


Laki laki itu mengepalkan tangannya dengan begitu erat, matanya sudah sangat memerah dan dada nya tersisa begitu sesak. Ia masih menyalahkan dirinya sendiri, mengapa ia bisa tidak mengetahui rahasia sebesar ini dari istri nya.


Sepintar itukah Claudia yang begitu pandai menyembunyikan rasa sakit. Sungguh, Kiano benar benar merasa seperti suami yang sangat tidak berguna. Ia terlalu mengabaikan kesehatan istrinya. Ia selalu percaya setiap kali Claudia mengatakan bahwa ia kelelahan dan efek kehamilan.


“Bisakah aku melihat rekam medis istriku?” tanya Kiano kini menatap ke arah dokter yang sejak tadi berbincang dengan ayah mertua nya.


Dokter itupun menganggukkan kepala nya, ia mengajak Kiano dan juga ayah Stive untuk pergi ke ruangan nya. Membuat Kiano semakin mengepalkan tangan nya erat ketika membaca rekaman medis tentang kesehatan istrinya selama tiga tahun terakhir.


Ia memang belum setahun mengenal Claudia, namun ia benar benar salut terhadap wanita itu, karena selalu bisa menyembunyikan penyakit nya dari semua orang.


Tak berbeda dari Kiano, ayah Stive pun juga merasa sangat marah kepada dirinya sendiri. Ia sampai harus meremas dada nya akibat terasa begitu sesak, membayangkan bagaimana anak nya mengalami hal seperti itu selama ini.


“Jalan satu satunya hanya operasi, tapi itu juga tidak bisa menjamin seratus persen. Lima puluh banding lima puluh untuk keberhasilan dan kegagalan nya. Di tambah saat ini kandungan Claudia sudah cukup besar, dan kita harus mengeluarkan janin itu terlebih dulu sebelum melakukan transplantasi tulang sumsum.”


“Dan yang menjadi kendala, Claudia menolak untuk melahirkan cepat. Ia masih ingin mempertahankan bayi nya, karena saat ini meski kandungan nya cukup besar, akan tetapi berat badan janin masih sangat kecil. Dan jika bayi itu lahir sekarang, kemungkinan besar tidak akan bertahan lama,”imbuh dokter membuat Kiano dan ayah Stive terdiam.


“Selamatkan saja Claudia, untuk bayi itu, ika memang tidak ada umur tidak apa. Mungkin bukan rejeki mereka, jadi nyawa Claudia lah yang lebih penting. Selamatkan anak ku Dok,” ucap ayah Stive tiba tiba hingga membuat Kiano yang berada di sebelah nya langsung membulatkan mata dan menatap ke arah ayah mertua nya.


Benarkah anak nya sudah tidak berarti? Walaupun sebenarnya memang benar, nyawa Claudia lebih penting dan harus di utamakan. Akan tetapi, entah mengapa mendengar ayah mertuanya berkata seperti itu membuat hati Kiano terasa begitu perih dan sesak.


“Aku akan menyiapkan pendonor secepat nya. Dan aku akan pastikan, setelah operasi caesar itu itu lakukan, pendonor juga sudah siap!” imbuh ayah Stive dengan begitu yakin.


“Ayah, tapi—“


“Kenapa? Kau tidak setuju jika anak kalian segera di lahirkan? Atau kau mau putri ku yang mati? Ingat Kiano, ini semua gara gara kamu yang sudah menghamili putri ku. Kalau saja putri ku tidak hamil tentu dia masih bisa melanjutkan pengobatannya dan dia bisa segera menjalani operasi sejak dulu. Tapi demi anak kalian, dia bahkan rela mempertaruhkan nyawa nya. Tapi tidak dengan ku, aku akan melakukan apapun untuk keselamatan dan kesembuhan anak anak ku!” ucap ayah Stive dengan tatapan yang begitu tajam ke arah Kiano.


Sementara itu, di luar ruangan yang tidak tertutup rapat itu, seorang wanita langsung menutup mulut nya dengan tangan agar suara isakan tangis nya tidak terdengar. Ia segera bergegas pergi sebelum keberadaan nya di ketahui oleh semua orang.


...~To be continue.......