Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Mangga batita



...~Happy Reading~...


"Non Claudi gapapa? gimana? Mana yang sakit?" tanya mbak Niken terlihat begitu khawatir dan langsung mengecek seluruh badan Claudia, hingga membuat wanita itu terkekeh.


"Emangnya Claudi kenapa? Hihihi, mbak Niken ini lebay deh," jawab Claudia menggelengkan kepala nya.


"Anak nakal kamu ya! Bisa bisa nya bikin mbak gak bisa tidur hiks hiks," ucap mbak Niken kembali menangis hingga membuat Claudia langsung memberikan nya pelukan yang begitu erat.


"Cup cup cup, malu ih sama taneman. Masa udah tua nangis," balas Claudia terkekeh yang membuat mbak Niken semakin kesal dan langsung memukul lengan wanita itu.


"Mbak... " panggil Claudia saat sudah melepaskan pelukan nya.


"Mau apa?" tanya mbak Niken to the point karena sudah hafal dengan nada bicara Claudia.


"Hehehe, mau mangga dong," kata Claudia menyengir sambil mengusap perut nya.


"Mangga apa? Itu yang di depan?" tanya mbak Niken lagi mengerutkan dahi nya.


Dengan cepat, Claudia menganggukkan kepala nya dengan sangat antusias, "Kayaknya enak ya?"


"Astaga Non, itu mangga masih pada kecil kecil. Masih batita belum balita!" kata mbak Niken menggelengkan kepala nya.


Mangga di halaman rumah itu memang sudah berubah. Akan tetapi masih sangat kecil, masih berukuran jempol kaki orang dewasa mungkin.


Bahkan, jika mangga itu di kupas, sudah pasti daging buah nya akan lebih banyak terbuang. Makanya tak heran jika mbak Niken menyebut buah mangga itu masih batita.


"Ya gapapa, justru yang masih mungil itu lebih imut," ucap Claudia kembali terkekeh.


Mau tak mau, akhirnya mbak Niken segera pergi ke depan untuk memetik mangga. Sedangkan Claudia, ia segera bergegas masuk kembali ke dalam untuk mencari keberadaan suami nya.


"Kakaaakkkk! Where are youuu!" teriak Claudia sambil menaiki tangga menuju kamar.


Ia yang masih khawatir dan takut terjadi apapun, kini langsung bergegas menghampiri istri nya, "Kenapa hem? Ada yang sakit lagi? Pusing atau—"


"Enggak!" jawab Claudia dengan cepat menggelengkan kepala, "Mau rujak!" imbuh nya seraya menatap wajah suami nya dengan mengerjapkan mata berulang.


"Rujak apa?" tanya Kiano langsung mengerutkan dahinya.


"Rujak mangga!" kata Claudia dengan cepat, "Mangga nya lagi di petik sama mbak Niken. Ayo kakak yang buatin untuk Claudi!"


"Tunggu! Buat apa?" tanya Kiano langsung menghentikan langkah kaki Claudia.


"Buat sambel lah, apalagi," kata Claudia lalu kembali menarik tangan suami nya.


"Sambel apa? Ingat Clau, kamu gak bisa makan pedes!" ucap Kiano masih berusaha menahan tangan Claudia.


"Ya udah, sambel nya gak usah pakai cabe. Kakak yang bikin, Claudi pengen lihat kakak ngulek sambel. Kayaknya lucu gitu, dan rasanya pasti enak banget kalau kakak yang bikin," Claudia berbicara sambil menelan saliva nya saat membayangkan bagaimana rasa buah mangga batita yang di padukan dengan sambel non cabai buatan sang suami.


Claudia semakin bersemangat untuk mengajak suaminya turun ke bawah. Namun, saat berada di tengah tangga. Tiba tiba ia menghentikan langkah nya, ia menatap beberapa anak tangga di depan nya yang seperti memiliki bayangan, hingga membuat nya langsung memejamkan mata seraya mengeratkan pegangan tangan nya di lengan sang suami.


Kiano yang seolah paham dengan apa yang di rasakan istrinya, langsung mengangkat tubuh itu dan menggendong nya.


"Baru juga abis pingsan, bukan nya istirahat di kamar. Malah ngajakin ngerujak!" gumam Kiano pelan hingga membuat Claudia langsung terkekeh.


"I love you, cup!" bisik Claudia langsung mengalungkan kedua tangan nya di leher Kiano sambil mengecup rahang kokoh sang suami.


...~To be continue......


...Ah iya, sebelum menunggu Raka update, jangan lupa mampir ke karya terbaru Mommy yaa 🥰🥰🥰 Klik profil Mommy untuk menambahkan ke favorit 🥰🥰🥰...