
...~Happy Reading~...
“Ya udah, masuk gih?” ucap Kiano saat sudah memberhentikan mobil nya di depan sekolahan Claudia.
“Nanti kakak pulang malem gak?” tanya Claudia pelan dan manja seperti biasa.
Untuk sesaat Kiano terdiam, ia kembali memikirkan schedule pekerjaan nya hari ini. Karena kemarin, dirinya sudah bolos selama dua hari untuk menemani Claudia berada di rumah. Ia ragu ingin menjawab apa kepada istrinya, karena sudah pasti pekerjaan nya menumpuk.
“Nanti aku usahakan pulang cepat,” jawab Kiano tersenyum seraya mengusap kepala istri nya.
“Ya udah, kalau gitu nanti kabarin Clau,ya? Kalau emang mau pulang malem, Clau mau main dulu,” ucap Claudia langsung menyengir, saat melihat ekspresi wajah suami nya yang tiba tiba berubah.
Ya, berubah. Katakanlah Kiano sedikit GR saat mendapati pertanyaan seperti itu dari istrinya. Ia mengira Claudia akan menunggu nya untuk pulang, namun ternyata ia salah, justru Claudia malah mau izin untuk main sepulang sekolah.
“Nanti aku kabarin, jaga diri baik baik,” ujar Kiano sedikit menggelengkan kepala nya.
Cup
“Jangan ngambek, Clau hanya bertanya. Kalau memang kakak pulang seperti biasa atau jam berapa pun itu, Clau akan usahakan agar pulang sebelum kakak,” ucap Claudia tersenyum setelah memberikan kecupan singkat di bibir suami nya.
Seketika itu juga, wajah Kiano yang semula terlihat biasa sedikit berdecak langsung berubah menjadi tersenyum sumringah, seperti bunga yang layu yang baru di siram langsung segar.
“Buruan masuk, aku khawatir justru akan membawa mu pulang kembali kalau terlalu lama disini,” Claudia langsung terkekeh mendengar ancaman dari suami nya.
Bukan menuruti untuk segera turun, wanita itu malah melepaskan seat belt nya dan berpindah naik ke atas pangkuan Kiano. Tentu saja hal itu langsung membuat Kiano sangat terkejut dan membulatkan matanya dengan tak percaya.
“Claudi, apa yang kau—“
“Clauu!” pekik Kiano pelan dan tertahan saat bibir nya justru malah di gigit oleh istri kecil nya.
"Kenapa?" tanya Claudia dengan wajah polos nya menatap Kiano.
"Jangan seperti ini!" geram Kiano memejamkan mata nya, terlebih saat istri kecil nya itu dengan sengaja bergerak di atas pangkuan nya.
"Clau hanya ingin berpamitan," jawab Claudia semakin tersenyum penuh arti.
"Jangan sampai aku berubah pikiran Clau! Kamu harus sekolah!" ucap Kiano penuh penekanan dengan napas tertahan.
“Selamat bekerja suami ku. Istri mu yang cantik ini harus sekolah biar makin pintar, hati hati ya kerja nya, jangan ganjen sama tante tante.” Setelah mengatakan itu, Claudia segera turun dari mobil lewat pintu depan bagian kemudi.
Sementara itu, Kiano yang melihat istrinya sudah pergi dan menemui teman teman nya, langsung menghela napas nya dengan berat dan sedikit kasar.
Entah ini bawaan bayi yang di kandung oleh Claudia, atau memang udah setelan pabrik sifat Claudia dari saat ia lahir. Namun, ada rasa menyenangkan tersendiri, saat melihat istrinya yang selalu agresif dan tanpa malu untuk menyerang nya terlebih dulu.
Karena bisanya, seorang wanita akan banyak malu dan menunggu sampai si laki laki untuk menyerang. Berbeda dengan Claudia yang justru selalu dominan dan menyerang nya kapan saja ada peluang.
“Aku tidak pernah membenci Kaila, tapi kenapa istri ku bisa lebih parah dari dia,” keluh Kiano tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala nya.
Setelah memastikan bahwa istri nya sudah masuk bersama teman teman nya, Kiano pun juga memutuskan untuk segera bergegas ke rumah sakit. Ia yakin, bahwa rekan kerja nya sudah pasti akan memarahi nya lantaran ia bolos dua hari tanpa kabar.
Namun, apa boleh buat, ia bolos karena istri kecil nya, bukan karena kemauan nya. Dan juga, lagipula kemarin dirinya memang sakit bukan? Ya sakit karena terkena azab dari calon buah hati nya.
...~To be continue ......