
...~Happy Reading~...
Belum hilang rasa terkejutnya Kiano nyang mendengar ucapan Fayya. Kini, tiba tiba
Cup!
“Fay!” Kiano sangat terkejut saat dengan tiba tiba Fayya menangkup wajah nya dan mencium bibir nya dengan begitu lembut.
Tentu saja, seketika itu ia langsung menjauhkan tubuh nya dari Fayya, membuatnya langsung hampir terjungkal ke belakang dan terduduk di lantai.
“Apa yang kamu lakukan!” pekik nya sedikit marah.
Fayya tersenyum, namun dengan di sertai air mata yang membasahi pipi nya, “Kenapa kamu harus menyerah No, hiks hiks hiks. Apa salah aku?”
“Kamu tahu, aku sudah menunggu kamu sangat lama, aku sangat menantikan pernyataan cinta dan lamaran dari kamu. A—aku kira, pertemuan kita di Bali saat itu, karena kamu akan melamar ku. Aku hancur No, aku frustasi, aku sakitt!” ucap Fayya yang terus memukul mukul dada nya berharap rasa sesak yang ia rasakan bisa hilang.
“Tidak kah kamu bisa menarik kembali ucapan mu, hem?” tanya Fayya menatap Kiano dengan penuh permohonan, “Apa salah aku No? Apa yang membuat mu harus menyerah?”
“Apakah aku selama ini mengkhianati kamu? Tidak No, aku tidak pernah membuka hati untuk siapapun, aku masih dengan komitmen awal ku, kita akan menikah saat hati kita sudah siap. Saat kita sudah sukses, dan saat kita sudah sama sama dewasa. Tapi—hiks hiks tapi kenapa saat semuanya sudah di depan mata kamu pergi No. Kamu lupain semua janji kita dulu, kamu hiks hiks hiks.”
Faya sudah tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi. Hatinya terasa semakin sesak. Semua unek unek yang ia rasakan selama ini, yang ia pendam akhirnya kini bisa tersampaikan kepada Kiano secara langsung.
“Sejak awal, hatiku Cuma untuk kamu No. Dan kamu sudah janji bahwa kita akan selalu bersama, menyusul Kaila dan Faaz, tapi kenapa kamu ingkar?” tanya Fyya lagi dan kini tangisan nya semakin terdengar memilukan.
“Fay ... “
“Fay, bukan itu!” ucap Kiano dengan cepat memotong ucapan Fayya, “Kita memang tidak di takdir kan berjodoh Fay. Aku sudah memiliki dunia ku sendiri, dan aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan kehidupan baru kamu juga.”
“Seseorang di luar sana pasti sedang menunggu kamu. Bukalah hati kamu untuk orang lain, lupakan aku Fay,” imbuh Kiano serasa seperti sebuah pisau tajam yang menghantam hati Fayya.
Ia pikir, kedatangan nya kali ini ia bisa kembali bersama Kiano. Mencoba mencari dimana benang kusut yang membuat hubungan mereka berakhir, namun ternyata memang tidak ada benang kusut. Hati Kiano memang sudah bukan untuk nya.
Tidak ada yang salah dalam hubungan mereka, hanya saja Fayya yang terlalu berharap jika apa yang mereka mimpikan bersama selama ini bisa terwujud.
Tujuh tahun lebih mereka bersama. Melalui hari hari berat dan bahagia bersama saat masih kuliah di Jogja. Benih benih sudah mulai tumbuh dan semakin berkembang, hingga saat akan mekar tiba tiba Kiano memutuskan hubungan sepihak.
Laki aki itu menyerah membuat bunga yang hendak mekar indah siap di petik seketika layu dan gugur terbang bersama hembusan angin.
Entah apa yang membuat laki laki itu mundur dan meninggalkan nya. Namun satu hal yang ia tau bahwa laki laki itu masih menyayangi nya, maka dari itu ia memutuskan untuk menemui Kiano dan mencoba memperbaiki hubungan nya.
Dan kini semuanya sia sia, karena pada akhirnya Kiano memang sudah tidak bisa kembali padanya. Tanpa ia tahu dimana letak kesalahan nya.
“Tidak semudah itu No, hiks iks tidak semudah itu melupakan kamu! Kamu sudah terlalu dalam memasuki hati ku, dan sekarang dengan mudah nya kamu menyuruh ku untuk melupakan ku hiks hiks kamu jahat No kamu jahat!” pekik Fayya semakin meraung dan memukul mukul dada bidang Kiano, membuat laki laki itu semain merasa bersalah.
‘Maafkan aku Fay, maafkan aku!’ gumam Kiano pelan seraya memejamkan mata nya erat.
‘Drama yang sangat mellow!’ gumam seseorang yang sejak tadi melihat adegan interaksi antara dua pemain lawan jenis yang berada di dalam toilet sambil berpelukan bertukar air mata.
...~To be continue ......