
...~Happy Reading~...
“Kakak udah cinta belum sih sama Claudi?” tanya Claudia kembali membuka suara setelah pergulatan panas nya dengan sang suami.
“Menurut kamu?” kata Kiano malah balik bertanya, seraya mengusap lembut kepala Claudia.
“Entah!” jawab Claudia seraya mengendikkan bahu, ia semakin mengeratkan pelukan nya pada Kiano, mengendus aroma parfum maskulin yang masih melekat di tubuh laki laki itu walau sudah bermandikan keringat.
“Tau gak sih, Claudi suka banget sama baunya kakak. Andai ini makanan, pengen Claudi makan rasanya,”
“Clauu!” pekik Kiano langsung menjauhkan badan nya sedikit dari Claudia.
Bagaimana tidak terkejut, jika dengan tiba tiba Claudia mengendus nya lalu menggigit sebelah dada nya.
“Hehehe, habisnya gemes,” kata Claudia tersenyum tanpa dosa, membuat Kiano hanya bisa menghela napas nya dengan berat.
“Kakak senyum dikit deh, biar kelihatan makin ganteng gitu. Ya walaupun gak senyum pun kakak ganteng,” imbuh Claudia terkekeh.
Untuk sesaat, Kiano terdiam. Raut wajah nya kembali datar, menatap wajah Claudia dengan begitu lekat. Mengusap nya lembut hingga membuat tawa Claudia terhenti.
“Terimakasih sudah hadir di hidup ku,” ucap Kiano pelan, terdengar begitu tulus walau tanpa ekspresi, “Aku bukan laki laki yang romantis. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ku ke kamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku akan memperjuangkan apa yang sudah menjadi milik ku. Termasuk kamu,” imbuh Kiano seketika membuat wajah Claudia tersipu.
“Claudi juga tidak perduli, apakah kakak mencintai Claudi atau tidak. Cukup perlakukan Claudi dengan sangat baik, maka Claudi yang akan beranggapan bahwa kakak mencintai Claudi. Tidak perduli bagaimana isi hati kakak, tapi Claudi harap, kakak bisa nyaman dan bahagia di dekat Claudi,” balas Claudia tersenyum, lalu ia kembali mengeratkan pelukan nya.
Kiano pun menghela napas nya kembali dengan lega, ia benar benar bersyukur karena Claudia tidak pernah menuntut banyak hal kepada nya. Namun meski begitu, ia benar benar sudah meyakinkan hatinya, bahwa ia tidak akan meninggalkan Claudia, apapun yang terjadi.
Saat keduanya tengah hanyut dalam pelukan yang begitu hangat. Tiba tiba Claudia menjauhkan tubuh nya dari Kiano, membuat dahi laki laki itu langsung berkerut dan menatap istrinya dengan bingung.
“Kamu kenapa?” tanya Kiano saat Claudia membelakangi nya, hingga terlihatlah punggung polos Claudia yang belum tertutup apapun.
“G—gappaa. Claudi mau mandi sekarang deh,” kata Claudia sedikit gugup, lalu ia segera pergi menuju kamar mandi, tanpa mengunakan sehelai kain pun yang menutupi tubuh nya.
...🍁🍁🍁...
Malam harinya, Kiano dan Claudia memutuskan untuk pulang ke rumah setelah makan malam. Awalnya, ayah Stive melarang dan menyuruh mereka agar menginap. Namun, Claudia yang menolak dan tidak mau, karena ingin tidur di rumah sendiri.
“Ayah! Besok kakak harus kerja, dan jarak rumah sakit kesini itu cukup jauh,” ucap Claudia berusaha membujuk ayah nya agar mengizinkan mereka untuk pulang.
“Tapi kamu sudah lama gak kesini, sekalinya kamu begitu cepat pergi lagi,” gumam ayah Stive menghela napas nya berat.
“Tapi kan ada kak Clayton disini, ada dua tuyul juga noh, gapapa kalau Claudi pergi,” kata Claudia seraya tersenyum ke arah dua keponakan nya.
“Pulang saja Clau, tidak apa. Jangan dengarkan ayah, karena dalam hatinya dia senang kamu pulang!” saut Clayton ikut bersuara dari arah belakang.
“Clay!” seru ayah Stive langsung melirik sinis ke arah anak laki alki nya.
“Kenapa Ayah? Bukankah Clayton benar? Dulu waktu Clay sekolah di luar, setiap pulang seminggu aja selalu kena pangkas hanya tiga hari disini, biar Ayah bisa terus berduaan terus sama Bunda!” jawab Clayton berdecak.
“itu masa lalu Clay, jangan mengungkit apapun lagi!” tekan ayah Stive menolak ingat dengan kecemburuan akut nya dulu kepada Clayton.
“Sama saja!” cetus Clayton kembali berdecak.
“Sayang, sudahh!” bisik Shiena selaku istri Clayton langsung menyikut perut suaminya agar diam.
“Kamu jangan membela mertua kamu, Sayang. Aku suami kamu,” kata Clayton membalas tatapan istri nya.
“Astaga, ini kenapa malah jadi ribut sih. Udah ah, Ayah, Claudia harus pulang. Weekend besok Claudi akan datang lagi kesini, atau nanti saat Claudi bolos sekolah lagi, maka Claudi akan bersembunyi disini, oke!” ucap Claudia berusaha meyakinkan ayah nya.
“Gak ada bolos lagi!” ucap ketiga laki laki itu dengan cepat seketika membuat wajah Claudia melongo, menatap suami, ayah dan juga kakak nya yang sangat tumben berkata kompak.
...~To be continue .......