Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Restauran



...~Happy Reading~...


“Claudi mau ke toilet dulu. Kakak pesen makanan aja dulu ya,” ujar Claudia beranjak bangkit dari tempat duduk nya.


“Mau aku temanin?” tanya Kiano yang hendak ikut bangkit, namun segera di tahan oleh Claudia.


“Gak usah, Claudia sudah besar. Claudia mau sendiri,” jawab Claudia tersenyum lalu pergi.


Tak berapa lama dari saat Claudia pergi, tiba tiba ia mendengar suara seseorang yang memanggil nama nya. Membuat Kiano yang masih sibuk memilih menu makanan, langsung menoleh, hingga pandangan nya bertemu dengan seorang gadis berambut panjang yang tengah melambaikan tangan ke arah nya.


“Maaf ya lama,” ucap nya sambil tersenyum dan segera mendudukkan diri di depan Kiano, hingga membuat laki laki itu langsung mengerutkan dahi nya.


“Fay, kamu ngapain disini?” tanya Kiano membuka suara hingga membuat senyuman di wajah gadis bernama Fayya itu langsung luntur.


“N—ngapain maksud kamu?” kata Fayya yang malah balik bertanya, “Kamu bilang ingin bertemu sama aku, makanya aku buru buru datang ke Jakarta untuk nemuin kamu sekarang. Dan sekarang kamu tanya aku ngapain? Maksud kamu apa sih No?” tanya Fayya semakin tak mengerti.


“Aku tidak pernah menyuruh mu kemari!”


Deg!


Seketika itu juga keduanya terdiam. Seolah ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka. Fayya memang menerima sebuah pesan singkat dari nomor Kiano yang menyuruh nya untuk datang ke Jakarta.


Dan malam ini, Fayya datang ke restauran itu juga karena permintaan Kiano. Awal nya, fayya ingin bertemu di rumah sakit saja,akan tetapi Kiano memaksa ingin bertemu di restauran.


“I—istri kamu?” tebak Fayya langsung menggigit bibir bawah nya saat menyadari akan sesuatu yang mengganjal itu.


Kiano memang sudah mengatakan bahwa ia sudah menikah. Itulah mengapa saat dirinya datang ke Jakarta beberapa bulan yang lalu, ia langsung kembali ke Bali agar tidak lagi bertemu atau mengganggu Kiano.


Akan tetapi, beberapa hari yang lalu, ia mendapatkan pesan dari nomor Kiano yang mengatakan ingin bertemu dan membicarakan kembali hubungan mereka. Akan tetapi ternyata dirinya salah. Bukan Kiano yang mengajak nya bertemu, namun besar kemungkinan adalah istri Kiano.


“Kenapa istri kamu menjebak kita kaya gini hah?” tanya Fayya kini kembali meneteskan air mata.


“Apakah dia mau membuktikan atau memamerkan betapa harmonis nya hubungan kalian? Masih belum cukup kah rasa sakit yang ku rasakan selama ini?” imbuh Fayya mencoba untuk menahan isak tangis nya.


“Claudi bukan type wanita seperti itu,” ucap Kiano membela istrinya.


“Kamu membela nya No? Hah, kamu tega membela wanita lain di depan aku?” Fayya semakin tertawa miris mentertawakan hidup nya.


Menghela napas nya dengan kasar, Fayya berusaha untuk tetap tersenyum, “Dimana dia? Jika memang benar dia yang mengirimkan ku pesan. Kemana dia? Gak mungkin kan dia meninggalkan kamu disini dengan ku? Atau dia sengaja karena ingin mengembalikan mu pada ku?” imbuh Fayya kini menatap lekat pada laki laki di depan nya.


“No, perasaan itu masih ada. Jika memang dia sudah tidak mau dengan mu, aku yakin perasaan kamu kepada ku juga masih sama, aku—“


“Tutup mulut kamu Fay!” sentak Kiano langsung menepis tangan Fayya yang kini menggenggam nya.


Untuk pertama kalinya, Kiano membentak Fayya, setelah sekian lama mereka saling mengenal dan menyimpan perasaan. Kini akhirnya Kiano berani dan tega membentak dirinya.


...~To be continue ......