Bad Pregnancy

Bad Pregnancy
Ungkapan



...~Happy Reading~...


Untuk beberapa saat, ruangan itu kembali terasa hening. Sejak kepergian orang tuanya, kini Claudia sejak tadi hanya diam sambil menatap wajah suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan.


“Kenapa kamu lakukan ini hem?” tanya Kiano membuka suara dan mengusap wajah istrinya dengan begitu lembut.


“Kakak sudah bertemu dengan nya?” Bukan menjawab pertanyaan dari Kiano, justru Claudia malah memberikan sebuah pertanyaan kepadanya.


“Clau ... “


“Kakak ... “ Balas Claudia tersenyum, tangan yang begitu halus dan lembut kini ikut menyentuh tangan suami nya yang sedang berada di wajah nya, “Bagaimana perasaan Kakak?”


“Claudi tahu, bahwa kakak belum bisa membuka hati untuk Claudi. Atau mungkin memang kakak tidak akan pernah bisa membuka hati untuk Claudi,” imbuh nya masih dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajah pucat nya.


“Setelah anak kita lahir, kakak—“


“Jangan katakan apapun! Aku tidak suka dengan kata kata kamu!” saut Kiano dengan cepat dan tegas, yang membuat Claudia semakin ingin tertawa.


“Maaf,” gumam Claudia lagi dengan pelan, “Maaf karena kehadiran Claudi sudah membuat hidup kakak berantakan. Maaf, karena kehadiran Claudi, kakak jadi kehilangan cinta sejati kakak. Dan maaf, karena kehadiran Claudi, kakak menjalani kehidupan kakak dengan penuh paksaan,” imbuh nya terdengar semakin lirih.


Kiano hanya diam, namun ekspresi wajah nya tidak bisa berbohong. Matanya sudah sangat memerah karena menampung sesak yang luar biasa. Memang benar, karena kehadiran Claudia, membuatnya kehilangan Fayya. Akan tetapi, Kiano sudah merasa nyaman dan mulai menerima kehadiran wanita itu.


Dia memang mencintai Fayya, dulu. Akan tetapi, kehadiran Claudia benar benar memberikan nya warna yang berbeda. Sebuah warna baru yang belum pernah ia dapatkan saat bersama Fayya.


“A—apa yang kamu bingung kan?” tanya Kiano dengan suara yang begitu serak karena menahan tangis.


“Di satu sisi, Claudi ingin kakak kembali dengan dia. Agar saat nanti Claudi pergi, ada yang menjadi ibu untuk anak kita. Tapi—“ Claudia menghentikan ucapan nya sambil menarik napas nya dengan cukup panjang, “Tapi di sisi lain, Claudi tidak rela jika kakak di miliki orang lain,” imbuh nya dan kini mata cantik itu sudah mulai basah dengan air mata.


“Bolehkah Claudi egois? Meminta kakak agar tidak menikah lagi saat Claudi pergi? T—tapi bagaimana dengan anak kita? D—dia akan ...”


“Clau!” pekik Kiano saat melihat hidung Claudia yang kembali mengeluarkan darah segar.


“C—Claudi gapapa,” jawab nya tersenyum sambil menari tisu di sebelah nya untuk mengelap hidung nya.


“Kamu dengarkan kata kata aku!” ucap Kiano setelah membersihkan hidung Claudia, “Bagiku, pernikahan hanya ada satu kali seumur hidup. Aku tidak akan pernah menikah lagi, karena kamu yang akan selalu menjadi istri aku, kamu—“


“T—tapi umur Claudi gak akan bisa lama! Claudi tidak bisa menemani kakak terus!” balas Claudia semakin terasa sesak.


“Kamu pasti sembuh! Aku akan mencari cara terbaik untuk kesembuhan kamu, dan kita akan merawat anak kita bersama. Aku mohon, buang semua pikiran negatif kamu, tetap lah bertahan untuk kita. Karena aku yakin, kamu adalah wanita hebat dan kuat, aku mohon jangan menyerah!” pinta Kiano dengan menggenggam tangan Claudia, dengan air mata yang sudah banjir membasahi wajah nya.


Walaupun ia tahu, bahwa kemungkinan Claudia untuk sembuh sangat kecil. Terlebih hingga kini, mereka belum mendapatkan pendonor tulang sumsum untuk Claudia.


Akan tetapi, Kiano masih tetap ingin berfikir positif tentang takdir nya.


...~To be continue.......