Atlas: Lightning From The Wild West

Atlas: Lightning From The Wild West
58: PRIMORDIAL PEARL



Satu minggu yang lalu, sekelompok orang di guild melihat informasi tentang Primordial Pearl. Mereka adalah salah satu kelompok berandal di Guild, meski begitu kelima orang itu memiliki gelar Penyihir Emas.


Beberapa hari setelah itu, berita besar datang. Seorang penambang miskin dari ujung kota menemukan sebuah mutiara aneh yang diduga sebagai Primordial Pearl. Para ahli berkata jika benda itu memang benar merupakan Primordial Pearl. Singkat cerita, pihak mereka menghubungi pihak WOA (Wizards of Atlas) untuk mengirim seorang Penyihir Agung untuk menyaksikan penghancuran mutiara itu sebagai saksi.


Dari berita itulah niat buruk kelompok berandal itu muncul. Yaitu untuk mencuri Primordial Pearl. Meskipun mereka bukan kelompok yang ramah. Namun, mereka semua memiliki pencapaian yang luar biasa dalam Guild bahkan masih mampu menyaingi popularitas party yang juga terkenal di Guild.


"Pikirkan saja! Mereka mengirim satu orang Penyihir Agung hanya untuk menyaksikan benda itu dihancurkan, pasti ada sesuatu di mutiara itu!" Ujar salah satu dari mereka.


"Lalu menurutmu itu apa?" Tanya temannya yang duduk disebelahnya.


"Sudah pasti itu adalah sumber kekuatan yang besar!" Jawabnya.


"Aku pernah mendengar tentang seorang iblis yang jiwanya tersegel di dalam empat mutiara yang akhirnya disebarkan ke seluruh dunia agar semua mutiara itu tidak akan kembali seperti semula. Ini adalah cerita dari kampung halamanku, kisah ini mengatakan bahwa siapapun yang membebaskan sang Iblis maka akan dikabulkan satu permintaannya." Lanjutnya.


"Itu terdengar seperti lampu gosok aladin." Balas Temannya.


"Tepat sekali! Persis seperti lampu Aladin! Karena itu kita membutuhkan benda itu!" Ujarnya lagi.


Setelah berpikir dua kali, mereka akhirnya sepakat untuk mencuri Primordial Pearl dan melakukan ritual pemanggilan untuk melepas Iblis di dalam benda itu. 


Teman-temannya awalnya menyangkal. Namun, setelah mengingat prestasi teman mereka itu dalam bidang arkeologi. Mereka menjadi percaya dengannya, dan setelah dipikir lagi pihak WOA memang membenci kekuatan yang tidak berpihak kepada mereka, jadi tidak heran jika sebenarnya Primordial Pearl adalah sumber kekuatan yang ingin disingkirkan oleh WOA.


Penambang itu tidak boleh menghancurkan Primordial Pearlnya sebelum saksinya datang, kesempatan itu digunakan oleh mereka untuk mencuri benda itu. Setelah mencurinya, si Arkeolog mulai meneliti benda itu dan dugaannya benar. Ia segera mencari cara untuk membuka segel Iblis itu agar ia bisa memiliki satu keinginan yang bisa dikabulkan.


Permintaan yang akan mereka minta dari Sang Iblis adalah: mereka berlima mendapatkan kekuatan yang besar. 


Singkat cerita, si Arkeolog akhirnya menemukan mantra untuk membebaskan Iblis itu. Ia membutuhkan beberapa hari untuk mempelajari mantra itu.


Di pagi harinya, Sang Penambang sangat panik setelah melihat Primordial Pearlnya menghilang. Seratus juta keping emasnya hilang begitu saja, setelah ia mencoba menenangkan diri. Ia segera berangkat melapor kepada pihak WOA untuk mendapatkan solusi.


Pihak WOA yang mengetahui benda apa Primordial Pearl itu sebenarnya segera bertindak untuk mencari pencurinya. Mereka meminta bantuan dari pemerintah Kota Lunar untuk mengirimkan orang-orang untuk membantu menyelidiki kasus ini.


Para pemerintah mengirimkan beberapa orang terbaik mereka, Miller adalah salah satunya. Entah sejak kapan ia bekerja di Wilayah Timur, sepertinya ia bekerja di Kota Lunar agar ia tidak jauh dari Misha.


Entah apa saja yang mereka berdua lakukan setelah satu tahun hingga reputasi Misha dan Miller melonjak naik sehingga para pemerintah dan seluruh penduduk Wilayah Timur sudah mengenal nama mereka berdua.


Miller dan rekan-rekannya mencurigai para penyihir yang memiliki wawasan tentang Arkeologi. Mengingat Primordial Pearl adalah benda yang penuh dengan sejarah dari ratusan tahun yang lalu, siapa lagi yang akan membutuhkan benda itu selain para Arkeolog.


Tempat yang paling pertama mereka kunjungi pastinya adalah Guild Petualang dimana para penyihir pasti berkumpul disana. Rekan kerja Miller tidak berani ikut memasuki tempat itu karena mereka takut akan terjadi keributan ditambah lagi mereka bukanlah petarung yang hebat seperti Miller.


Miller memasuki tempat itu dan berbicara dengan resepsionis Guild. Ia berpapasan dengan Misha. Namun, ia tidak menegurnya. Miller menjelaskan situasinya dan resepsionis itu mengerti semuanya, dia kemudian memberikan pengumuman darurat kepada seluruh anggota Guild untuk berkumpul segera.


Para anggota guild berkumpul setelah mendengar pengumuman itu, mereka berkumpul di depan meja resepsionis. 


"Baiklah semuanya, kami mengumpulkan kalian karena pihak penyelidik dari kasus hilangnya Primordial Pearl mencurigai beberapa orang dari Guild kita." Ujar salah satu Resepsionis disana.


"Kami akan menolak penyelidikan ini sebelum mendapatkan alasan yang jelas." Ujar Misha setelah maju dan berdiri didepan Miller yang berdiri disamping sang resepsionis.


"Selain WOA, orang-orang yang mengincar benda itu hanyalah para Arkeolog. Kebetulan, sebagian besar Arkeolog di kota ini adalah petualang." Balas Miller menatap Misha.


"Itu cukup masuk akal, baiklah. Kami akan bekerja sama." Ujar Misha.


Meskipun mereka berdua lebih dari sekedar saling kenal, tetapi mereka berdua seperti orang asing yang saling berbicara saat itu.


Miller saat itu benar-benar fokus pada pekerjaannya, ia seperti orang yang berbeda ketika sedang bekerja, tetapi itulah hal yang disukai Misha dari Miller.


Misha kemudian membantu Miller untuk mengumpulkan 4 orang Arkeolog yang berada disana. 


"Sebenarnya ada lima, tetapi satu orang lagi belum terlihat lagi selama beberapa hari ini. Orang itu serta beberapa anggota partynya belum terlihat akhir-akhir ini" Ujar Misha.


Miller menghela nafas.


"Kenapa tidak bilang sejak awal? Sekarang aku hanya perlu informasi tentang orang itu." Ujar Miller.


"Aku tidak tau sebanyak itu, tapi kau bisa coba menanyakannya kepada resepsionis tadi." Balas Misha.


Miller kemudian kembali menghampiri resepsionis tadi dengan didampingi oleh Misha. Sialnya, Miller tidak mendapatkan informasi apapun tentang tempat tinggal orang itu. Namun, ia masih bisa mendapatkan identitas orang itu.


Setelah mendapatkan semua hal yang ia butuhkan, Miller akhirnya bersiap untuk pergi. 


"Sudah makan siang?" Tanya Miller kepada Misha.


"Eh? Kurasa belum." Jawab Misha.


"Maaf aku tidak bisa menemanimu nanti, aku sepertinya akan sangat sibuk hari ini." Balas Miller yang langsung berjalan pergi.


Resepsionis yang mendengar itu terlihat kebingungan. 


"Anggap kau tidak mendengar apa-apa." Ujar Misha tersenyum kecil.


Butuh satu hari untuk Miller melacak orang itu, setelah berhasil melacak orang itu Miller segera menuju kesana dengan membawa ratusan prajurit Kota itu untuk mengepungnya.


Namun, terlambat. Ritual itu sudah dimulai dan bersamaan dengan itu langit yang awalnya cerah, kini menjadi gelap dan dari situlah Asmodeus muncul.


Jangankan mengabulkan permintaan, tepat setelah ia keluar Asmodeus segera membantai orang-orang yang telah mencuri Primordial Pearl itu.


Miller segera menyuruh pasukan yang ia pimpin untuk bersiap menghadapi Asmodeus.