
LATIHAN LAGI
Siang itu Indra pergi ke tempat dimana terakhir kali ia menemui Linda saat latihan. Tanpa ia sangka padang rumput luas itu dulu telah menjadi tanah dengan abu. Linda sepertinya telah datang lebih awal.
"Linda, apa yang kau lakukan semenjak terakhir kali aku melatihku disini?" Tanya Indra.
"Hm… setelah aku berhasil menghancurkan batu disana dengan apiku, aku pergi ke Bounty Store di Lunas sesuai katamu. Namun, mereka bilang kau sedang sibuk. Lalu aku berpikir kalau sayang jika aku hanya kesana tanpa melakukan apapun. Oleh karena itu aku mencoba untuk bergabung menjadi seorang Bounty Hunter. Aku menjadi pemburu tingkat 3 dalam beberapa hari" jawab Linda.
"Sekarang aku siap untuk latihan ku selanjutnya, Guru!" Lanjut Linda sambil memamerkan apinya dengan semangat.
"Inner Magic ya? Menarik…" balas Indra.
Indra membawa Linda ke tengah tempat itu.
"Oh iya, aku sudah menjelaskan tentang Inner Magic, Outer Magic, tujuh elemen dasar, dan teknik sihir yang tidak berkaitan dengan tujuh elemen dasar bukan? Aku lupa menjelaskannya. Namun, masih ada satu jenis sihir lagi, yaitu sihir pencanangan. Contohnya mungkin Sihir Es yang merupakan cabang dari elemen air" ujar Indra.
Sebenarnya Indra baru saja mengetahuinya dari Misha tempo hari. Namun, harga dirinya bisa turun jika Linda tau bahwa Indra baru saja mengetahui hal itu.
"Baiklah, sekarang kita lanjutkan latihanmu. Hari ini adalah latihan fisik. Namun, karena kau adalah seorang bangsawan yang… maaf, 'manja' maka aku akan memberikan seperempat porsi latihan yang kulakukan dulu" ujar Indra.
"Seperempat? Tidak-tidak, berikan aku porsi penuh!" Balas Linda.
"Kau tidak akan sanggup, kau akan melihatnya segera. Aku tidak yakin kau akan berkata begitu setelah merasakannya. Oh iya, aku akan menemanimu juga. Sudah bertahun-tahun aku tidak latihan fisik lagi, aku merasa sedikit kaku" ujar Indra.
"Kau juga seharusnya menggunakan baju olahraga, akan sulit menggunakan gaun seperti itu" lanjut Indra.
"Bukan masalah!" Balas Linda sambil melepaskan gaunnya.
Dibalik gaunnya ia ternyata sudah mengenakan baju olahraga.
"H-hei! Oh…" ujar Indra melihat itu.
Indra menjelaskan metode latihan fisik yang dulu ia lakukan. Ia melakukan 20 metode berbeda. Namun, karena ia dan Linda menggunakan seperempat porsinya, mereka hanya akan berlatih fisik dengan 5 metode.
Berlari membawa batu, Memanjat, Berenang dengan pemberat terikat di kaki, Push up, dan Sit up.
Karena hanya seperempat dari aslinya. Mereka mulai Lari dengan membawa batu sejauh 25 kilometer, lalu memanjat 250 meter, dilanjut berenang dengan pemberat 25 kilometer, push up 2500 kali, dan Sit up 2500 kali hingga malam.
Mereka mulai latihan hingga hampir malam. Linda hampir tidak bisa bergerak setelah itu. Namun, ia sangat bingung saat melihat Indra yang bahkan tidak kehabisan nafas.
"Hm… sepertinya aku sudah berlebihan. Bagaimana jika ku kurangi lagi esok?" Tanya Indra.
"Tidak, lalu naikkan porsinya menjadi setengah" jawab Linda yang tepar di tanah.
"Kau yakin? Kau kau bahkan sudah mencapai batasmu hari ini" ujar Indra.
"Batasan hanya ada untuk dilewati… dan aku sudah melakukannya berkali-kali bahkan tadi juga" balas Linda sambil memberikan sekantong emas.
"Prinsip yang menarik… kalau begitu, sampai besok" ujar Indra.
"Guru! Tunggu! Aku terlalu lelah untuk bergerak" balas Linda.
Indra menghela nafas, tidak pantas juga dia meninggalkan seorang gadis di tempat sepi seperti itu.
"Baiklah, aku akan membopongmu" ujar Indra meraih Linda yang masih belum kuat bergerak sendiri.
Indra lalu membopong Linda hingga sampai ke kota, semua orang melihat Indra dengan tatapan aneh seolah ia melakukan sesuatu terhadap gadis itu.
"Maaf guru, tapi kurasa aku memang terlalu lelah" balas Linda.
Setelah diberitau tempat penginapan Linda, Indra segera pergi dengan membopong Linda kesana.
Sesampainya di penginapan Linda, Indra hanya punya satu kata untuk menjelaskan tempat itu, yaitu "mewah"
Indra lalu, menyerahkan Linda kepada pembantu disana dan segera pamit pulang.
Indra kembali ke penginapan yang ia tinggali di Lunar.
Tempat itu masih seperti biasa, sepi. Namun, nyaman. Sepertinya karena Misha dan Miller belum kembali ke Lunar membuat Indra sedikit khawatir dengan keadaan mereka berdua.
Indra akhirnya memutuskan tidur untuk mempersiapkan diri untuk melatih Linda besok.
Keesokan harinya, pagi itu Indra sudah pergi ke tempat latihan dan lagi-lagi Linda datang lebih awal.
"Kau benar-benar penuh semangat ya? Bagus!" Ujar Indra.
Mereka berdua bersiap berlatih sama seperti kemarin. Namun, kali ini 2 kali porsi kemarin, yaitu setengah porsi latihan walaupun masih menggunakan 5 metode yang sama hanya saja lebih sulit.
Pagi hingga sore mereka habiskan untuk berlari membawa batu, berenang dengan pemberat, memanjat, push up, dan sit up 2 kali porsi kemarin.
Indra terkesan dengan perkembangan Linda yang sangat pesat hanya dalam satu hari, kemarin dia hampir pingsan. Namun, hari ini dia berhasil walaupun masih terlihat bahwa Linda kelelahan.
"Hebat… padahal kemarin kau kelelahan" ujar Indra.
"Sudah kubilang bukan? Aku hanya harus melewati batasanku sendiri" balas Linda.
"Namun, aku masih penasaran latihan seperti apa yang kau jalani" lanjut Linda.
"Kau tidak akan percaya jika aku menceritakannya" ujar Indra.
Indra lalu menemani Linda yang sedang kelelahan setelah latihan fisik mereka.
"Linda, sebenarnya apa yang membuatmu memang ingin menjadi lebih kuat?" Tanya Indra yang duduk disamping Linda.
"Aku hanya ingin diakui oleh keluargaku… mereka selalu bilang aku tidak mampu dan lihat siapa yang mencari-cari ku sekarang? Hingga aku bisa lebih kuat lagi, aku tidak akan kembali ke rumahku" jawab Linda.
"Itu pilihanmu. Namun, ingat. Kekuatan bukanlah segalanya, aku yakin keluargamu bisa mengakuimu dengan cara lain. Ya… bagaimanapun juga, ini hanyalah pendapat orang asing" balas Indra.
Linda terlihat termenung memikirkan perkataan Indra itu.
"Bagaimana besok? Kau ingin latihan fisik lagi atau mulai melakukan latihan lainnya?" Tanya Indra lagi.
"Kurasa… latihan fisiknya sudah cukup, jadi… terserah Guru" jawab Linda.
"Kalau begitu sudah diputuskan, sampai ketemu besok" ujar Indra berjalan pergi.
Linda segera menyusulnya untuk pulang bersama. Hari sudah hampir malam, Indra dan Linda juga belum sampai ke kota.
"Besok kita akan latihan apa, Guru?" Tanya Linda.
"Pengendalian sihir. Bersiaplah, karena aku adalah pengguna Outer Magic maka akan sulit mengajarimu yang merupakan pengguna Inner Magic. Namun, tenang aku akan tetap membantu" jawab Indra.
"Ini adalah latihan yang cukup sulit, karena itu mulai malam ini cobalah untuk berlatih menenangkan pikiranmu. Besok latihanmu membutuhkan ketenangan. Jika kau mulai berlatih malam ini, itu pasti akan sangat membantumu besok" lanjut Indra.