Atlas: Lightning From The Wild West

Atlas: Lightning From The Wild West
23: MISI PERTAMA



MISI PERTAMA


"Itu tadi siapa? Kau mengenalnya?" Tanya Miller.


"Murid Indra" jawab Misha.


"Hah? Darimana kau mengetahuinya?" Tanya Miller lagi.


"Mudah… apa kau tau? Aku bahkan sudah tau kalau kemarin kau menggoda seorang pelayan di kastil Avalance"


Miller terdiam, wajahnya sedikit malu dan jelas terlihat panik.


"Nek, apa kau melihat Indra?" Tanya Miller kepada nenek untuk mengalihkan pembicaraan.


"Indra…? Seingatku dia bilang akan pergi ke Bounty Store lalu pergi ke Guild petualang"


"GUILD?!" Misha terkejut mendengarnya.


"Indra yang itu? Terdengar mustahil" ujar Miller.


Sementara itu, Indra masih ragu untuk mengambil misi pertamanya di Guild. Namun, ia tetap mencoba untuk pergi.


Di Guild itu terpampang banyak misi di papan khusus. Setelah ia mulai membacanya satu persatu, Indra paham mengapa para Bounty Hunter termasuk dirinya kurang cocok menjadi petualang.


Berbeda dengan Bounty Store, setiap misi di Guild tidak boleh dilakukan sendiri dan tanpa pengecualian.


Indra mencoba mendatangi resepsionis dari Guild itu.


"Indra! Kita bertemu lagi! Ada yang bisa kubantu?" Tanya Katlyn kepada Indra yang baru saja sampai di mejanya.


"Apakah tidak ada misi yang bisa dilakukan sendiri?" Indra bertanya.


"Um… maaf, sesuai aturannya satu misi harus diambil oleh setidaknya 2 orang. Namun, kalau kau masih kesusahan mencari party mungkin kau bisa mengikuti 'Dungeon Raid' memang sedikit sulit, tapi tenang saja ada cukup banyak petualang di sana" jawab Katlyn.


"Bisakah kau menjelaskan lebih banyak tentang Dungeon Raid ini?" Tanya Indra lagi.


"Dungeon Raid adalah penyerbuan ke sebuah dungeon yang diduga sebagai sarang Monster. Biasanya ada puluhan petualang yang ikut serta" jawab Katlyn.


"Kebetulan saat ini ada Dungeon Raid yang dilakukan tidak jauh dari sini. Jika kau tertarik kau bisa mengikutinya" lanjut Katlyn.


"Terimakasih" balas Indra.


Setelah mendapatkan lokasinya, Indra bergegas keluar, ia keluar hampir bersamaan dengan seorang gadis cantik seumuran dengannya. Jelas terlihat gadis itu adalah tipe penyihir. Gadis itu mengenakan pakaian seperti penyihir pada umumnya lengkap dengan topinya.


"Maaf tadi aku mengupingmu. Kau juga akan pergi ke Dungeon Raid?" Tanya gadis itu.


"Iya" jawab Indra.


Gadis itu mengangguk


"Mau pergi bersama?" Tanya gadis itu lagi.


"Boleh" jawab Indra.


Seketika semua orang yang mendengar itu terdiam sambil meneguk ludah.


Indra awalnya kebingungan, sampai ia melihat tanda pengenal milik gadis itu terbuat dari emas. Dia akhirnya paham kenapa orang-orang tiba-tiba melihatnya seperti itu. Sudah wajar jika orang-orang terkejut ketika melihat seorang petualang perunggu menerima ajakan dari petualang tingkat emas.


Indra sudah terlanjur mengiyakan jadinya ia tidak bisa mundur. Mau tidak mau ia harus bersama dengan gadis itu.


"Aku Cheryl, salam kenal" ujar Cheryl.


"Indra" balasnya.


Tak lama kemudian, mereka berdua sampai dilokasi itu. Di sana memang ada banyak jejak orang. Namun, sepertinya mereka semua telah masuk ke dalam gua yang berada tepat di depan Indra dan Cheryl. Ada sesuatu yang janggal di dalam goa itu, Cheryl dan Indra bisa merasakannya.


"Apa itu…? Indra, sepertinya apapun yang terjadi di dalam sana sangat berbahaya. Aku akan masuk. Dan kau harus menunggu disini!" Ujar Cheryl yang terlihat ketakutan.


Indra mengangguk dan segera setelahnya Cheryl memasuki gua itu.


Sementara itu Guild ternyata sedang dilanda kepanikan. Makhluk-makhluk itu mungkin memang berbahaya. Namun, hal yang lebih berbahaya adalah koloni mereka yang akan segera kembali ke sarang.


Di saat yang sama, Misha akhirnya kembali ke Guild setelah menaruh barang-barangnya di penginapan. Melihat semua orang yang panik, Misha mendatangi meja Katlyn.


"Ada apa ini?" Tanya Misha.


"Ah! Misha! Kau sudah kembali?! Syukurlah… sebenarnya ada Dungeon Raid yang ternyata adalah sarang Wyvern, dan kami sudah terlanjur mengirimkan banyak petualang kesana" jawab Katlyn.


"Akhir-akhir ini populasi Wyvern di Compax meningkat pesat" lanjut Katlyn.


"Berapa banyak tingkat emasnya?" Tanya Misha lagi.


"Cheryl seorang, dan dia hanya membawa satu orang dengan tingkat perunggu" jawab Katlyn.


"Aku jadi kasihan dengan Indra, padahal itu misi pertamanya. Kuharap Cheryl bisa menahannya untuk sementara waktu" lanjut Katlyn.


Misha tertawa.


"Jadi Indra benar-benar kesini? Kalau begitu sudah tidak ada masalah lagi" ujar Misha.


"Tapi Indra hanyalah petualang tingkat perunggu" balas Katyn.


"Jika kau melihatnya sebagai tingkat perunggu, sebaiknya kau melihatku seperti itu juga" ujar Misha lagi.


"Baiklah, karena kau memaksa mungkin aku juga akan pergi kesana" lanjut Misha yang segera berjalan pergi.


Mendengar itu Katlyn paham bahwa Indra adalah sosok yang mungkin saja bisa setara dengan Misha yang notabene adalah salah satu yang terkuat di Guild itu. Mengingat Indra baru saja membuat masalah dengan Greaz yang juga salah satu yang terkuat di Guild itu.


Indra duduk di depan gua yang seharusnya menjadi tempat Dungeon Raid. Tak lama kemudian, Indra melihat para petualang yang berhasil selamat berlarian panik keluar dari gua itu. Mereka terlihat terluka parah, melihat itu Indra segera memberikan pertolongan pertama dengan beberapa potion penyembuh yang kebetulan dibawa oleh Cheryl. Indra juga kebetulan membawa beberapa untuk menambah stok milik Cheryl karena dia juga jarang memakainya.


"Aku bersyukur bisa selamat, itu semua berkat Nona Cheryl" Ujar salah satu dari mereka yang lega setelah keluar.


"Nona Cheryl memang hebat, dia membantai semua Wyvern itu hanya seperti membasmi serangga" balas Yang lainnya.


Tiba-tiba rasa angin disana berubah, seolah ada sesuatu yang mendekat dari kejauhan. Mereka semua tidak menyadarinya kecuali Indra, karena perasaannya tidak enak Indra segera menggunakan sihirnya membawa awan-awan hitam dilangit. Indra menggunakan sihirnya itu untuk bersiap untuk menghadapi apapun yang akan datang.


Sementara itu. Di Wilayah Selatan, populasi Wyvern juga tiba-tiba meningkat pesat seolah para Wyvern itu sudah tidak betah tinggal di rumah lama mereka. Avalance sepertinya sudah mengetahui alasan kenapa banyak Wyvern yang bersarang diluar Nosferat(negeri para monster) Avalance tau bahwa alasan para Wyvern itu bermigrasi ke Compax. Avalance duduk di singgasananya sambil merenungkannya. Tiba-tiba seorang prajurit menghampiri Avalance untuk melapor.


"TUAN! … TUAN!!" ujar sang prajurit yang terdengar panik.


"Bicaralah!" Balas Avalance.


"Salah satu penjara kita telah dibobol, Tuan. Penjara yang dibobol adalah penjara yang ditempati oleh Ken. Hanya dua orang yang menyusup untuk membebaskan orang itu. Namun, kami bahkan bukan tandingan dua orang itu, mereka adalah anak kembar yang terlihat cukup muda. Satu laki-laki dan yang satunya adalah perempuan. Mereka berdua membabat habis semua penjaga" ujar prajurit itu.


Avalance tersenyum kecil.


"Ignael dan Iglea ya? Sudahlah… mereka pasti akan diurus oleh seseorang. Untuk saat ini kita harus menangani populasi Wyvern yang sedang meningkat" balas Avalance.


Prajurit itu memberi hormat dan segera berjalan pergi.


"Chaos Dragon sudah mulai bergerak. Aku harus mengesampingkan konflik ku dengan Ignis untuk sementara waktu, sebaiknya aku menyerahkan masalah saudara kembar itu kepada Indra" ujar Avalance berbicara sendiri.


Populasi Wyvern yang meledak terjadi karena Chaos Dragon tiba di Nosferat yang merupakan Negeri luar yang paling dekat dengan Compax. Kedatangan Chaos Dragon yang membawa kutukan membuat banyak mahkluk penghuni Nosferat bermigrasi terutama ke Compax yang merupakan tempat yang paling dekat dari Nosferat.