
"Aku tidak bisa memikirkan rencana yang lebih baik, karena itu aku ikut saja." Ujar Miller pasrah.
"Kalau begitu, ayo kita lakukan." Balas Indra.
Petir kembali menyambar Asmodeus yang melayang di udara, dengan mudah ia menghindarinya. Namun, itu hanyalah pengalih perhatian. Miller sudah berada di depannya bersiap untuk mendaratkan sebuah pukulan ke arah Asmodeus.
Tentu saja Asmodeus tau jika Miller sudah berada di situ, dia berhenti mengepakkan sayapnya dan membiarkan dirinya jatuh kebawah untuk menghindari pukulan Miller, ketika sudah dibawah kaki Miller, ia menggenggam kaki Miller dan menariknya kebawah. Membuat Miller seketika jatuh dari udara.
Setelah menjatuhkan Miller, Asmodeus kembali mengepakkan sayapnya dan kini melesat ke arah Indra. Tepat sebelum mencapai Indra sebuah petir menyambar tepat di depannya, meski sudah mengetahuinya. Namun, kali ini Asmodeus tidak sempat menghindar karena sudah terlanjur melesat dengan kecepatan tinggi.
Asmodeus kehilangan keseimbangannya diudara, membuat peluang besar untuk Indra dan Miller. Indra mencoba menyerang Asmodeus dengan cara yang sama seperti Miller, tapi Asmodeus yang kehilangan keseimbangannya masih mampu menghindarinya dan malah memukul Indra tepat diwajahnya membuat Indra terlempar.
"Jangan memaksa keberuntunganmu." Ujar Asmodeus.
Pertarungan berlanjut berat sebelah, Indra dan Miller tidak mampu menyentuh Asmodeus sedikitpun dan Asmodeus belum menggunakan sihir yang lain selain kemampuannya melihat masa depan.
"Indra kenapa kau tidak menggunakan sihir yang waktu itu sekarang?" Tanya Miller.
"Kau gila, kita sedang berada di tengah kota." Jawab Indra.
"Buat dengan jarak yang sempit dan cobalah untuk membuatnya tidak menutup sendiri." Balas Miller.
Akhirnya Indra menggunakan Thunder Cage yang berukuran jauh lebih kecil dari biasanya dan Thunder Cage yang satu ini tidak menutup perlahan, tapi tetap berada di posisi yang sama.
Asmodeus tertawa melihat Thunder Cage. Namun, bukan karena dia merasa sihir itu sihir yang lemah.
"Sekarang kalian berdua terlihat seperti tikus yang terjebak di kandang kucing." Ujar Asmodeus.
Petir menyambar beruntun kearah Asmodeus, karena ruangnya untuk bergerak telah menyempit Asmodeus berhasil dilukai oleh beberapa petir Indra. Meski begitu, masih belum ada serangan fisik yang berhasil mengenai Asmodeus.
Karena sayapnya sudah terluka dan terbakar oleh petir Indra, Asmodeus terpaksa turun dari udara dan menghadapi Indra dan Miller di daratan. Asmodeus terlihat kesal setelah tadinya sangat menyombongkan diri.
"Hebat juga, baiklah. Bagaimana jika aku ikut serius sekarang? Jangan sampai ketakutan." Ujar Asmodeus.
Kegelapan yang sangat pekat seketika menyelimuti tubuh Asmodeus, suasana saat itu cukup terang berkat petir dari Thunder Cage yang mengurung mereka. Namun, sepertinya itu tidak menahan sihir kegelapan milik Asmodeus.
Asmodeus membuat Lubang Hitam dilangit yang dengan cepat menelan awan petir Indra. Hilangnya awan hitam itu membuat Thunder Cage ikut menghilang, dan sesaat setelahnya Lubang Hitam itu kini menjadi semakin besar dan mulai menarik banyak objek dibawah mereka.
"Sepertinya kita kehabisan keberuntungan, Miller. Melawan salah satu dari 6 Iblis teratas dineraka tidak akan menjadi hal yang mudah." Ujar Indra dengan santainya disaat dimana nyawanya mungkin terancam bahaya.
"Jangan bicara seperti itu! Gunakan lagi petirmu untuk mengurangi dampak sihir besar itu." Balas Miller dengan kesal.
"Meskipun aku mau, aku tidak bisa menggunakan awan hitamku lagi setelah menggunakannya sekali. Setidaknya kita harus menunggu beberapa menit sebelum aku bisa menggunakan sihirku lagi." Ujar Indra lagi.
"Lagipula kenapa tiba-tiba bisa ada sebagian jiwa Iblis teratas neraka di kota ini?" Tanya Indra.
"Tidak ada waktu untuk membicarakan itu! Tunggu- kenapa kau bisa mengetahui bahwa itu hanya sebagian dari jiwanya?!" Miller bertanya kembali.
"Katakan saja! Lagipula kita mungkin juga akan segera mati beberapa saat lagi." Balas Indra.
(Singkat dulu yak, Author masih belum bebas)