
SEDIKIT TENTANG LUZIN
Ignis menceritakan semua yang ia ketahui tentang Tessa kepada Indra. Rasa penasaran Indra kini sudah hilang. Indra awalnya mengira ia mengerti dengan penderitaan Avalance. Namun, setelah mendengar derita yang dilalui oleh Avalance kini membuatnya merasa bahwa penderitaan yang pernah ia lalui tidak berarti bagi Avalance.
"Sesuai janjimu, Indra. Bawa aku melihat surat-surat itu" ujar Ignis.
"Istirahat saja dulu, kau bahkan belum bisa berjalan. Aku akan membawamu setelah keadaanmu lebih baik" balas Indra.
Suasana menjadi hening sejenak.
"Kau sudah banyak bertanya dan aku sudah menjawab hampir semuanya. Sekarang giliranku untuk bertanya" ujar Ignis.
"Silahkan" balas Indra.
"Kau seperti bukan bocah yang sama dengan dirimu 7 tahun yang lalu. Apa yang terjadi padamu sejak saat itu?" Tanya Ignis.
"Entahlah, aku hanya kebetulan selamat. Namun, seseorang datang ke desa itu. Orang itu mengaku sebagai Dewa Bulan. Orang itu kemudian menjadi guruku, dia mengajariku banyak hal hanya dalam kurun waktu 4 bulan" jawab Indra.
"Dewa Bulan? Menarik… ceritakan padaku lebih banyak perjalananmu selama 7 tahun ini" balas Ignis.
Indra lalu mengisahkan pertemuannya dengan Luzin 7 tahun yang lalu.
7 tahun yang lalu, setelah Luzin dan Indra mengubur semua korban dari desa itu. Luzin membawa Indra dan mengajarinya banyak hal tentang dunia dan seluruh alam semesta.
"Ikuti aku" ujar Luzin setelah selesai membantu Indra mengubur semua korban itu.
"Kemana?" Tanya Indra.
"Perjalanan yang akan membuat versi terkuat dari dirimu bahkan dari seluruh alam semesta" jawab Luzin berjalan pergi diikuti oleh Indra dari belakang.
Indra berasal dari Wilayah Barat yang terkenal gersang. Namun, ketika ia mengikuti Avalance tanpa ia sadari ia sudah berada di sebuah hutan yang asing baginya. Tak peduli kemanapun ia pergi, ia hanya akan kembali ke tempat Luzin. Hutan itu luas dan tampak tak berujung, tempat itu juga memiliki gunung, dan sebuah sungai yang juga tidak memiliki ujung. Tempat itu juga memiliki banyak sumber makanan seperti ikan di sungai, binatang di hutan, dan buah-buahan dari hutan.
Luzin adalah orang yang sangat bijaksana dan penuh wawasan, dia mengetahui segala hal seolah dia adalah orang yang menyaksikan semuanya tercipta.
Indra dibimbing oleh Luzin selama 2 tahun, wawasan dari Luzin membuat Indra menjadi seseorang yang juga penuh wawasan hingga kini. Meskipun Indra memiliki wawasan yang cukup luas. Namun, Luzin tidak memberikan banyak wawasan tentang sihir. Karena itu, Indra belum mengetahui tentang sihir pencabangan.
Luzin mengajari Indra banyak hal, termasuk sihir. Latihan sihir Indra semuanya diatur oleh Luzin. Latihan paling berat bagi Indra saat berlatih sihir adalah berlatih memfokuskan sihir, Luzin meminta Indra untuk membuat sebuah petir melewati lubang jarum tanpa menghancurkan jarum itu.
Latihan fisik juga tidak kalah berat. Berlari membawa batu, bolak balik mendaki gunung, belajar menghindari lemparan batu, memanjat gunung, push up, sit up, menahan nafas dibawah air, menahan batu dari dalam air, berenang dengan beban di kaki, menahan pukulan, dan 10 latihan lainnya yang juga tidak kalah berat.
Luzin hampir tidak pernah mengatakan banyak hal lain selain latihan saat bersama dengan Indra. Ia hanya memberi makan Indra dan kembali menyuruhnya berlatih. Namun, anehnya Indra seperti tidak bisa menolak apapun ketika bersama orang itu.
Setelah 2 tahun berguru dengan Luzin, hari perpisahannya dengan Luzin telah tiba. Luzin membawa Indra kepadang daun semanggi. Hari itu Luzin sangat berbeda, ia lebih banyak bicara kepada Indra.
"Ada hal yang harus kusampaikan sebelum aku pergi, Indra" ujar Luzin di padang semanggi itu.
"Apa itu?" Tanya Indra.
Luzin menghampiri sebuah daun semanggi yang terlihat berbeda dari yang lainnya. Jika daun semanggi pada umumnya hanya memiliki tiga daun, maka yang satu ini berbeda daun yang satu ini memiliki empat daun.
"Teman yang baik sama dengan daun semanggi berdaun empat ini, kau beruntung jika mendapatkannya. Namun, sulit untuk mendapatkannya. Jika suatu hari kau menemukan semanggi berdaun empat, jagalah dengan baik" ujar Luzin.
"Kau benar-benar akan pergi?" Tanya Indra lagi.
Luzin mengangguk.
"Sebelum aku pergi, aku akan memberikan hadiah. Ini tidak berupa benda. Namun, permintaan. Suatu saat, jika kau merasa kesulitan di saat apapun. Pandanglah bulan dan sebutkan namaku, setelah itu bulan akan bersinar. Saat bulan itu bersinar sebutkanlah permintaanmu, apapun itu pasti akan terkabul" ujar Luzin.
"Itu terdengar mustahil. Namun, terimakasih. Mungkin aku tidak akan mencobanya" balas Indra.
"Itu kebebasanmu" ujar Luzin yang tiba-tiba hilang bersama dengan hembusan angin.
Saat kepergian Luzin, Indra tiba-tiba kembali ke Wilayah Barat yang tanahnya gersang, ia berada tepat di desanya yang hanya tersisa puing-puingnya saja.
Luzin adalah sosok yang misterius, ia datang untuk mengajari Indra banyak hal. Namun, tidak diketahui apa tujuannya. Setiap kali Indra bertanya tentang hal itu, Luzin hanya menjawab bahwa bintang-bintang di langit memanggilnya. Jawaban yang tidak pernah memuaskan Indra.
Setelah Indra kembali dari hutan aneh itu setelah 2 tahun, Indra tidak tau arah dimana ia akan pergi. Ia menjadi seorang yang hidup sendiri selama beberapa bulan. Namun, itu semua berubah saat ia menemukan Angel Eyes Saloon. Di Angel Eyes Saloon, Indra bertemu dengan Bella, Reisth, Misha, dan Miller. Bella dan Reisth sudah seperti orang tua bagi Indra. Misha dan Miller juga sudah seperti saudara bagi Indra.
Setelah 2 tahun bersama Luzin, Indra menghabiskan 3 tahun di Angel Eyes Saloon hingga ia memutuskan menjadi seorang Bounty Hunter. 2 tahun setelah menjadi Bounty Hunter, Indra akhirnya dikenal dengan sebutan "Lightning From The Wild West" tidak ada yang pernah melihat wajahnya secara langsung selain beberapa penduduk Wilayah Barat.
Indra juga dikenal sebagai Bounty Hunter nomor 1 di seluruh penjuru Compax.
Itu adalah ringkasan kejadian yang diceritakan Indra kepada ayahnya.
"Itu cerita yang menarik. Namun, aku hanya akan mempercayainya jika kau bisa menandingi dua adikmu" ujar Ignis.
"Ignael dan Iglea bukan? Kau akan mendengar kabar buruk saat kau menemui mereka lagi. Jangan salah paham, aku tidak melukai mereka setidaknya tidak parah. Namun, kau tidak akan membiarkan kedua anakmu itu balas dendam dengan kakak mereka sendiri bukan, ayah? Jangan biarkan mereka menjadi anak yang nakal" balas Indra.
Ignis terkejut mendengarnya. Ia mengira Ken yang cukup lemah sudah cukup membuatnya kelelahan, ditambah lagi ia melihat Indra dihajar habis-habisan oleh seorang Necromancer. Ia tidak pernah mengira Indra memang sekuat itu sehingga cukup kuat untuk mengalahkan Ignael dan Iglea yang bisa dibilang bagian dari pasukan terkuat Wilayah Selatan.
"Kenapa terkejut, ayah? Kau mengira Ken lebih kuat dariku? Aku akui aku kalah dalam hal kecepatan dan hanya soal kecepatan" ujar Indra.